Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Meninggal Dunia, Begini Profil Lengkapnya!

138

Kabar duka datang dari salah satu tokoh yang cukup berpengaruh di Indonesia. Tepat, pada 24 April 2024, pendiri produk kecantikan Mustika Ratu, Dr. Hj. B.R.A Mooryati Soedibyo, meninggal dunia. Diketahui Mooryati Soedibyo meninggal dunia pukul 01.00 WIB dini hari di RS MMC Jakarta Selatan.

Tokoh wanita Indonesia tersebut mengembuskan napas terakhir dalam usia 96 tahun. Kabar meninggalnya Mooryati pun disampaikan oleh keluarga.

“Innalilahi wainnailaihi roji’un. Telah meninggal dunia dalam kedamaian, Ibu Dr. H. BRA Mooryati Soedibyo Pada hari Rabu jam 1.00 WIB dini hari tanggal 24 April 2024 pada usia 96 tahun (5 Januari 1928-24 April 2024),” demikian bunyi pesan singkat dari keluarga yang tersebar via WhatsApp.

Kabar duka wafatnya sosok yang juga merupakan pendiri Yayasan Putri Indonesia ini juga disampaikan dan dikonfirmasi oleh akun Instagram resmi Mustika Ratu (@mustikaratuind).

“Kami, keluarga yang ditinggalkan, dengan hati yang berduka cita, mengucapkan terima kasih atas segala doa dan simpati yang telah diberikan oleh seluruh pihak. Semoga almarhumah diberikan tempat yang layak di sisi-Nya dan diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” demikian pernyataan keluarga Mooryati.

Jenazah Mooryati disemayamkan di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dan akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir di Tapos, Bogor. Almarhumah meninggalkan lima anak, yakni Djoko Ramiadji, Putri Kuswisnu Wardani, Dewi Nurhandayani, Haryo T.Baskoro, dan Yulita Warastuti.

Profil Mooryati Soedibyo

Mooryati Soedibyo lahir di Surakarta, 5 Januari 1928. Ia merupakan cucu dari Susuhunan Pakubuwana X. Ayahnya KRMTA Poornomo Hadiningrat merupakan seorang bupati Demak dan ibunya bernama GRA Kussalbiyah. 

Sebagai cucu Paku Buwono X, Mooryati tentunya mendapatkan pendidikan secara tradisional terkait tata krama, seni tari, dan lain-lain. Ditambah lagi, sejak kecil, rupanya Mooryati sudah diasuh oleh sang nenek bernama Eyang Tranggono sehingga beliau tentunya telah menekankan akan pentingnya menghormati dan memahami tentang budaya serta tata krama Jawa.

Selain itu, Ia juga tumbuh dengan mempelajari berbagai tumbuhan berkhasiat, meramu jamu dari bahan yang alami hingga kosmetika tradisional, dan lain sebagainya. Pelajaran tentang meramu jamu itu menumbuhkan hobi Mooryati untuk rutin mengonsumsi minuman herbal tersebut. Hal itu juga yang memberikan Mooryati ide untuk membangun bisnis jamu kesehatan dan kecantikan.

Mooryati kemudian mulai merintis bisnis jamu pada pertengahan 1973. Saat itu, ia memikirkan masa depan pendidikan anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di sisi lain, suaminya Soedibyo Purbo Hadiningrat akan segera pensiun sebagai pegawai negeri sipil.

Dengan semangat tersebut, Mooryati memutuskan untuk memulai bisnisnya. Dia tidak memperdulikan pandangan keraton yang menilai, tidak pantas jika anggota keraton berjualan. Pasalnya, orang keraton yang berdagang, dianggap rendah.

Mooryati bergerak merintis bisnis dengan bermodalkan Rp 25.000 dan garasi rumah untuk memproduksi jamu. Bahkan, ia hanya dibantu oleh dua orang asisten untuk membuat jamu. Dengan modal puluhan rupiah tersebut, ia dapat memproduksi seratus botol jamu beras kencur yang dijual seharga Rp 1.000 per botol.

Pada awalnya, Mooryati hanya menjual jamu untuk menolong teman atau tetangga, jika ada yang sakit, menikah, atau melahirkan. Jamu tersebut diberikan kepada kerabat dekat dengan diantarkan langsung oleh Mooryati bersama pembantunya menggunakan sepeda motor. Bahkan, Mooryati sampai belajar mengendarai motor untuk mengirimkan jamu buatannya kepada pembeli. 

Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis jamu buatan Mooryati mulai banyak mendapatkan pesanan. Tidak cepat puas, ia kemudian melakukan inovasi kepada jamu racikannya. Selain itu, semua masukan dari pelanggan mendorong dirinya untuk meningkatkan kualitas dan jenis produk yang dijual. 

Mendirikan Mustika Ratu

Bahkan, ia juga melebarkan sayap bisnisnya dalam bidang kecantikan, hingga berhasil mendirikan perusahaan Mustika Ratu. Melansir dari situs resmi Mustika Ratu produk jamu dan kosmetik mereka diolah oleh Mooryati Soedibyo sejak tahun 1975. Produk ini awalnya mendapatkan tanggapan positif hingga pesanan dari kerabat dan teman-temannya.

Kemudian pada 14 Maret 1978 PT Mustika Ratu mulai beroperasi dan mendapatkan reputasi yang baik sebagai perusahaan yang membuat produk kecantikan serta jamu kesehatan tradisional.

Pada tahun 80an perusahaan ini mendapatkan permintaan pasar yang besar dan mulai mendirikan pabrik pertamanya tanggal 8 April 1981 di Ciracas, Jakarta Timur. Sejak itu, produk Mustika Ratu populer di industri kecantikan terutama industri spa. Penjualannya tidak hanya berada di pasar Indonesia tetapi juga meluas ke negara-negara lain bahkan masuk ke negara Asia Tenggara dan asia Timur. Pada tahun 2018 pasarnya kian meluas ke negara lain mulai dari Kanada, Amerika Serikat, Cina, Irak, dan lain-lain.

Pendiri Yayasan Puteri Indonesia dan Terjun ke Dunia Politik

Mooryati Soedibyo merupakan sosok paling menginspirasi dan dihormati terutama dalam industri kecantikan Indonesia. Bagaimana tidak?  Mooryati Soedibyo juga dikenal sebagai pendiri Yayasan Puteri Indonesia (YPI) pada tahun 1992. Berkatnya yayasan ini menjadi wadah untuk perempuan Indonesia yang ingin berkontribusi dalam pembangunan bangsa di ajang kecantikan.

Ajang Pemilihan Puteri Indonesia sering diadakan setiap tahunnya dan menjadi wadah untuk mengirimkan perempuan lain yang akan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi dunia Miss Universe.

Para finalis Puteri Indonesia dibekali dengan berbagai pelatihan dan pembekalan agar mereka dapat menjadi duta bangsa yang membawa nama harum Indonesia. Beberapa Puteri Indonesia bahkan berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang kontes kecantikan internasional, seperti Puteri Indonesia 2004 Artika Sari Devi yang berhasil lolos ke babak 15 besar di Miss Universe 2005. Begitu juga dengan Harashta Haifa Zahra dari Provinsi Jawa Barat yang dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2024 pada 8 Maret 2024. Ia akan mewakili Indonesia pada kontes kecantikan, seperti Miss International 2024, Miss Supranational 2024, sampai Miss Charm 2024.

Aktif di Dunia Politik

Selain aktif dalam industri kecantikan dan spa, Mooryati Soedibyo juga masuk dalam dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada periode 2004 hingga 2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mooryati menjadi wakil rakyat melalui jalur DPD dan pernah duduk sebagai anggota Panitia Ad Hoc III DPD yang membidangi masalah terkait pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan.

Dia menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam upacara khusus di Istana Negara pada 2009. Dia juga tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia, dan sebagai “Empu Jamu”.

Pada 2003 silam, dia pernah mewakili Indonesia di ajang World Entrepreneur of the Year versi Ernst & Young. Saat itu, dari 26 finalis yang berasal dari berbagai negara, dia menjadi perempuan satu-satunya yang hadir di acara tersebut. Lalu pada 2007, namanya masuk urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia.