Kiprah Jurnalis Foto, Sutanta Aditya : Ubah Opini Jadi Fakta

Karya Fenomenal

Setiap karya pasti punya sisi positif dan negatif tergantung bagaimana sudut pandang penilainya. Begitu juga yang terjadi pada Adit, karyanya pernah memicu kontroversi. “Ada mahasiswa yang lagi buat skripsi terus bilang ke aku kalau foto aku tidak beretika apalagi ditayangkan sebagai headline, terlalu vulgar tidak sesuai kode etik jurnalistik. Foto yang dimaksud adalah foto jenazah korban letusan gunung Sinabung. Aku sependapat, tetapi kali ini aku bekerja untuk media internasional dan sebenarnya foto jenazah itu bisa dijadikan data identifikasi korban,” jelas pria yang mengidolakan James Nachtwey ini.

Kengerian gunung Sinabung memberikan pemandangan yang menakjubkan dari balik kamera. Karya Adit yang juga mencengangkan adalah potret seorang ibu yang sedang berlari menyelamatkan diri dari serangan material gunung Sinabung dengan latar belakang pemandangan semburan gas vulkanis disertai lava dan lahar panas. Suasana mencekam menyelimuti keadaan saat itu. Siapa saja yang melihat foto tersebut pasti akan terenyuh.

Adit juga pernah menyelidiki kasus HIV Aids dengan melakukan penyamaran saat ingin mengambil momen para pemakai zat-zat terlarang yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Terbukti, karyanya yang menampilkan seorang pria sedang menyuntikkan sejenis putaw ke dalam tubuh di tengah hutan, menggemparkan banyak pihak.

Selain gunung Sinabung, ada juga gunung Bali yang sudah didaki Adit guna observasi terhadap kebudayaan masyarakat Bali yang memiliki kepercayaan berdoa di puncak gunung yang sedang marah. Di sana Adit juga mengabadikan potret para pendaki gunung Agung tersebut.

Foto atraksi topeng monyet juga cukup mencuri perhatian dunia. Bagi warga Indonesia, topeng monyet termasuk kategori hiburan, sedangkan bagi masyarakat mancanegara hal ini bisa dikatakan eksploitasi fauna lantaran memaksa hewan mengenakan pakaian dan bertingkah laku layaknya manusia.

Sang editor kantor berita atau agensi tempat Adit bernaung sering menanyakan pendapat Adit mengenai foto-foto fenomenal yang dijepretnya. Sudut pandang Adit menyatakan bahwa foto tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong manusia untuk menjadi manusia karena mengandung point of interest. Uang hasil karya bukan fokus utama, namun penyebaran informasi untuk khalayak ramai adalah yang terpenting.