
Pergi liburan sendirian mungkin terdengar menantang, terutama bagi orang yang belum pernah melakukan solo traveling untuk pemula. Tidak ada teman untuk diajak berdiskusi ketika bingung menentukan arah, tidak ada yang bergantian menjaga barang, dan seluruh keputusan selama perjalanan harus dibuat sendiri.
Namun, justru hal tersebut yang membuat solo traveling menjadi pengalaman yang menarik. Kamu bisa menentukan destinasi sesuai keinginan, mengatur waktu sendiri, dan tidak perlu menyesuaikan itinerary dengan orang lain.
Meski begitu, perjalanan sendirian tetap membutuhkan persiapan yang lebih matang. Bukan hanya soal tiket dan penginapan, tetapi juga keamanan, kondisi keuangan, komunikasi, hingga rencana jika terjadi sesuatu di luar dugaan.
1. Pilih Destinasi yang Ramah untuk Pemula
Jangan langsung memilih destinasi yang terlalu sulit hanya karena terlihat menarik di media sosial.
Untuk perjalanan pertama, pilih kota atau daerah yang memiliki akses transportasi cukup mudah, fasilitas umum memadai, serta informasi wisata yang mudah ditemukan.
Kamu juga bisa memilih destinasi yang memiliki banyak pilihan penginapan dan tempat makan sehingga tidak terlalu sulit ketika membutuhkan sesuatu selama perjalanan.
Jika masih merasa ragu, lakukan perjalanan singkat terlebih dahulu, misalnya dua atau tiga hari. Setelah terbiasa bepergian sendiri, barulah mencoba perjalanan yang lebih jauh atau lebih lama.
2. Buat Itinerary, tetapi Jangan Terlalu Padat
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah membuat jadwal perjalanan terlalu penuh.
Karena ingin mengunjungi banyak tempat, itinerary dibuat dari pagi hingga malam. Padahal, ketika bepergian sendirian, kamu harus memperhitungkan waktu mencari jalan, menunggu transportasi, beristirahat, makan, dan menghadapi kemungkinan perubahan jadwal.
Buat itinerary sederhana dengan beberapa destinasi utama setiap harinya. Sisakan waktu kosong sehingga kamu tidak perlu terburu-buru.
Sebaiknya simpan juga alamat penginapan, jadwal transportasi, tiket, serta informasi penting lainnya di ponsel. Jika memungkinkan, simpan salinan secara offline agar tetap bisa diakses ketika koneksi internet bermasalah.
3. Hitung Budget Secara Detail
Sebelum berangkat, tentukan total anggaran yang tersedia.
Pisahkan biaya untuk tiket perjalanan, penginapan, makanan, transportasi lokal, tiket masuk tempat wisata, oleh-oleh, dan dana cadangan.
Jangan hanya menghitung biaya utama. Pengeluaran kecil seperti biaya parkir, transportasi dari stasiun ke hotel, air minum, atau biaya bagasi tambahan juga bisa menumpuk.
Karena bepergian sendirian berarti seluruh biaya ditanggung sendiri, perencanaan keuangan menjadi semakin penting.
Sebaiknya jangan menggunakan seluruh uang yang tersedia untuk kebutuhan perjalanan. Sisakan dana cadangan untuk keadaan tidak terduga.
4. Pilih Penginapan dengan Lokasi yang Aman dan Strategis
Saat solo traveling, lokasi penginapan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian lebih.
Jangan hanya memilih berdasarkan harga murah. Perhatikan ulasan tamu, akses menuju penginapan, lingkungan sekitar, jam check-in, serta jaraknya dari transportasi umum atau tempat yang ingin dikunjungi.
Penginapan yang sedikit lebih mahal tetapi berada di lokasi strategis terkadang justru dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.
Sebelum memesan, baca ulasan terbaru dan perhatikan komentar mengenai kebersihan, keamanan, serta pelayanan.
5. Jangan Membawa Barang Terlalu Banyak
Karena tidak ada teman yang bisa membantu membawa koper, usahakan barang bawaan tetap sederhana.
Pilih pakaian yang mudah dipadukan dan bawa barang yang benar-benar dibutuhkan. Untuk perjalanan singkat, tas atau koper berukuran sedang biasanya sudah cukup.
Barang penting seperti dompet, ponsel, dokumen perjalanan, obat pribadi, dan charger sebaiknya mudah dijangkau.
Hindari membawa terlalu banyak barang berharga. Semakin banyak barang yang dibawa, semakin banyak pula yang harus diawasi selama perjalanan.
6. Beri Tahu Orang Terdekat Tentang Rencana Perjalanan
Salah satu persiapan penting ketika bepergian sendirian adalah memastikan ada orang lain yang mengetahui keberadaanmu.
Sebelum berangkat, beri tahu keluarga atau teman dekat mengenai destinasi, jadwal keberangkatan, nama penginapan, dan perkiraan waktu kembali.
Kamu juga bisa membagikan itinerary kepada orang yang dipercaya.
Jika memungkinkan, lakukan check-in secara berkala melalui pesan singkat. Tidak harus terus-menerus memberikan lokasi, tetapi pastikan orang terdekat mengetahui bahwa perjalananmu berjalan sesuai rencana.
7. Pelajari Transportasi di Destinasi Tujuan
Sebelum berangkat, cari tahu bagaimana cara berpindah dari bandara, stasiun, terminal, atau pelabuhan menuju penginapan.
Pelajari juga pilihan transportasi umum yang tersedia di kota tujuan.
Informasi ini penting agar kamu tidak terlalu bingung ketika baru tiba. Selain itu, mengetahui tarif atau pilihan transportasi sejak awal dapat membantu menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Simpan alamat penginapan dalam bentuk tulisan, bukan hanya mengandalkan peta digital. Jika koneksi internet bermasalah, informasi tersebut tetap bisa digunakan untuk bertanya kepada petugas atau orang yang dapat membantu.
8. Utamakan Keamanan Selama Perjalanan
Solo traveling memberikan kebebasan, tetapi bukan berarti bisa mengabaikan keamanan.
Hindari membawa uang tunai dalam jumlah besar di satu tempat. Pisahkan uang, kartu pembayaran, dan dokumen penting.
Ketika berada di tempat yang baru, perhatikan lingkungan sekitar dan jangan terlalu fokus pada ponsel saat berjalan.
Jika suatu tempat terasa tidak aman atau situasinya membuat tidak nyaman, tidak ada salahnya meninggalkan lokasi tersebut. Kamu juga tidak perlu merasa sungkan meminta bantuan kepada petugas resmi, staf hotel, atau pihak berwenang jika mengalami masalah.
Untuk aktivitas seperti hiking, berenang, atau mengunjungi kawasan alam yang terpencil, perhatikan kondisi cuaca dan aturan keselamatan setempat.
9. Siapkan Dokumen dan Perlengkapan Darurat
Pastikan dokumen penting seperti kartu identitas, tiket, bukti pemesanan penginapan, serta dokumen perjalanan lainnya tersimpan dengan baik.
Sebaiknya simpan salinan digital dokumen penting di tempat yang aman.
Bawa juga perlengkapan sederhana seperti obat pribadi, plester luka, power bank, charger, dan kebutuhan kesehatan lainnya.
Untuk perjalanan ke luar negeri, pastikan paspor masih berlaku dan pahami persyaratan perjalanan negara tujuan sebelum berangkat.
10. Jangan Takut Mengubah Rencana
Itinerary dibuat untuk membantu perjalanan, bukan untuk membuatmu tertekan.
Jika tubuh terasa lelah, cuaca buruk, atau kondisi destinasi ternyata berbeda dari perkiraan, tidak masalah mengubah jadwal.
Salah satu keuntungan solo traveling adalah kamu tidak harus mengikuti keputusan orang lain. Kamu bisa beristirahat lebih lama, mengganti destinasi, atau bahkan menghabiskan waktu santai di penginapan jika memang dibutuhkan.
Justru kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting ketika bepergian sendirian.
Solo Traveling Tidak Harus Sempurna
Pada akhirnya, solo traveling untuk pemula tidak membutuhkan keberanian tanpa rasa takut. Yang lebih penting adalah persiapan yang matang dan kemampuan menjaga diri selama perjalanan.
Mulai dari memilih destinasi yang sesuai, membuat itinerary realistis, menghitung budget, memilih penginapan strategis, hingga memberi tahu orang terdekat tentang rencana perjalanan.
Tidak perlu langsung melakukan perjalanan jauh. Kamu bisa memulainya dari destinasi yang mudah dijangkau dengan durasi singkat.
Ketika sudah terbiasa mengambil keputusan sendiri selama perjalanan, solo traveling bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuatmu lebih mandiri.
Yang terpenting, jangan mengejar perjalanan yang terlihat sempurna di media sosial. Nikmati perjalanan dengan ritmemu sendiri, tetap waspada, dan pastikan keamanan menjadi prioritas utama.

