Kenapa Jerawat Selalu Muncul di Tempat yang Sama? Ini Penyebabnya

Pernah merasa sudah rajin mencuci wajah dan menggunakan skincare, tetapi jerawat tetap muncul di titik yang sama? Kondisi ini cukup membuat kesal, terutama ketika jerawat terus kembali di area seperti dagu, pipi, dahi, atau sekitar rahang.

Jerawat yang muncul berulang di tempat yang sama sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Ada sejumlah faktor yang dapat membuat area tertentu pada kulit lebih rentan mengalami penyumbatan pori-pori dan peradangan. Mulai dari produksi minyak, sel kulit mati, perubahan hormon, kebiasaan menyentuh wajah, hingga penggunaan produk yang kurang cocok.

Menariknya, jerawat yang terlihat sudah sembuh belum tentu berarti proses peradangannya benar-benar selesai. Pada beberapa kasus, sumbatan di dalam pori dapat tetap berkembang sehingga jerawat kembali muncul di area yang sama.

Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi dan apa yang bisa dilakukan?

1. Pori-Pori di Area Tersebut Lebih Mudah Tersumbat

Jerawat terbentuk ketika folikel rambut atau pori-pori kulit tersumbat oleh minyak atau sebum dan sel kulit mati. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), produksi minyak berlebih, sel kulit mati, bakteri, dan peradangan merupakan beberapa faktor yang berperan dalam terbentuknya jerawat.

Jika satu area kulit memang lebih mudah menghasilkan minyak atau mengalami penumpukan sel kulit mati, bagian tersebut dapat menjadi lokasi yang berulang kali mengalami jerawat.

Itulah sebabnya seseorang mungkin sering mengalami jerawat di area tertentu, sementara bagian wajah lainnya relatif bersih.

2. Jerawat Sebelumnya Belum Benar-Benar Pulih

Jerawat yang sudah mengecil belum tentu seluruh proses peradangannya telah selesai. Pada beberapa kondisi, benjolan dapat tampak membaik di permukaan kulit, tetapi masih terdapat sumbatan atau peradangan di bagian yang lebih dalam.

Jika kondisi tersebut terjadi, jerawat dapat muncul kembali di area yang sama setelah beberapa waktu.

Hal ini terutama perlu diperhatikan pada jerawat yang terasa sakit, keras, atau berada cukup dalam di bawah permukaan kulit. Jerawat jenis tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dibandingkan jerawat ringan.

3. Perubahan Hormon

Hormon merupakan salah satu faktor penting dalam munculnya jerawat, terutama pada orang dewasa. Perubahan kadar hormon dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Jerawat yang berkaitan dengan perubahan hormon sering muncul di area rahang, dagu, dan bagian bawah wajah, meskipun pola ini tidak selalu sama pada setiap orang.

Pada perempuan, jerawat juga dapat mengalami perubahan menjelang menstruasi. Namun, lokasi jerawat saja tidak cukup untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah hormon.

Jika jerawat muncul secara terus-menerus, semakin parah, atau disertai gangguan menstruasi maupun gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

4. Sering Menyentuh Wajah

Tanpa disadari, tangan kita sering menyentuh wajah. Mulai dari menopang dagu ketika bekerja, menggaruk pipi, memencet komedo, hingga menyentuh area jerawat.

Kebiasaan tersebut dapat membuat kulit mengalami iritasi dan memperburuk peradangan. Selain itu, tangan juga dapat membawa minyak, kotoran, dan berbagai mikroorganisme ke permukaan kulit.

Jika jerawat selalu muncul di area yang sering disentuh, coba perhatikan kebiasaan sehari-hari. Bisa jadi penyebabnya bukan hanya skincare, tetapi juga kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.

5. Ponsel Bisa Menjadi Pemicu Iritasi

Ponsel hampir selalu menempel dengan tangan dan sering ditempatkan di berbagai permukaan. Ketika digunakan untuk menelepon, permukaannya dapat bersentuhan langsung dengan pipi.

Jika area wajah tertentu sering mengalami jerawat, kebiasaan menempelkan ponsel pada sisi wajah tersebut patut diperhatikan. Tekanan dan gesekan berulang dapat menyebabkan iritasi, sementara permukaan ponsel yang tidak bersih dapat menambah masalah pada kulit.

Membersihkan permukaan ponsel secara rutin dan menggunakan earphone atau pengeras suara ketika memungkinkan dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan kulit.

6. Sarung Bantal Jarang Diganti

Wajah bersentuhan dengan sarung bantal selama berjam-jam setiap malam. Jika sarung bantal jarang dicuci, minyak, keringat, sisa produk perawatan kulit, dan kotoran dapat menumpuk di permukaannya.

Hal tersebut tidak otomatis menjadi penyebab utama jerawat, tetapi menjaga kebersihan benda yang sering bersentuhan dengan wajah merupakan kebiasaan yang baik.

Selain sarung bantal, perhatikan juga kebersihan handuk wajah, kuas makeup, spons, dan benda lain yang sering menyentuh kulit.

7. Produk Skincare atau Makeup Tidak Cocok

Produk perawatan kulit dan kosmetik tertentu dapat menyebabkan pori-pori lebih mudah tersumbat pada sebagian orang. Karena itu, penting memperhatikan bagaimana kulit bereaksi setelah menggunakan produk baru.

AAD merekomendasikan penggunaan produk yang berlabel non-comedogenic, terutama bagi orang yang rentan mengalami jerawat. Produk non-komedogenik dirancang agar tidak mudah menyumbat pori-pori.

Namun, label tersebut bukan jaminan bahwa produk pasti cocok untuk semua orang. Kondisi kulit setiap orang berbeda sehingga reaksi terhadap suatu produk juga dapat berbeda.

8. Terlalu Sering Memencet Jerawat

Melihat jerawat muncul di tempat yang sama tentu membuat tangan terasa ingin memencetnya. Sayangnya, kebiasaan tersebut justru dapat memperburuk peradangan.

Memencet jerawat dapat menyebabkan trauma pada kulit dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat, termasuk perubahan warna kulit dan jaringan parut.

Jika jerawat terasa mengganggu, lebih baik gunakan produk yang memang ditujukan untuk kulit berjerawat dan hindari memegangnya terus-menerus.

9. Gesekan dan Tekanan pada Kulit

Jerawat juga dapat dipengaruhi oleh tekanan atau gesekan berulang pada kulit. Kondisi ini dikenal sebagai acne mechanica.

Contohnya dapat terjadi pada area yang sering bergesekan dengan masker, helm, tali tas, pakaian, atau perlengkapan olahraga. Panas, keringat, dan gesekan yang terjadi berulang dapat membuat area tersebut lebih mudah mengalami masalah kulit.

Jika jerawat selalu muncul di area yang sering mengalami gesekan, perhatikan benda atau aktivitas yang bersentuhan dengan kulit tersebut.

Apakah Jerawat di Area Tertentu Menunjukkan Penyakit Organ Tertentu?

Di media sosial, mungkin Anda pernah melihat informasi mengenai face mapping yang menghubungkan lokasi jerawat dengan kondisi organ tertentu. Misalnya, jerawat di dahi dianggap menunjukkan masalah pencernaan, sedangkan jerawat di pipi dikaitkan dengan organ tertentu.

Namun, informasi seperti itu sebaiknya tidak langsung dipercaya. Tidak ada dasar ilmiah yang cukup untuk menjadikan lokasi jerawat sebagai alat diagnosis penyakit organ tertentu.

Lokasi jerawat memang dapat memberikan petunjuk mengenai faktor yang mungkin berperan, tetapi tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan seseorang.

Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat yang Sering Muncul di Tempat yang Sama?

Jika jerawat terus muncul di area yang sama, langkah pertama adalah memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Hindari menyentuh atau memencet wajah, bersihkan benda yang sering bersentuhan dengan kulit, dan pilih produk skincare serta makeup yang sesuai dengan kondisi kulit.

Gunakan pembersih wajah yang lembut dan hindari mencuci wajah secara berlebihan karena iritasi justru dapat memperburuk kondisi kulit. Jika menggunakan produk aktif untuk jerawat, berikan waktu bagi kulit untuk beradaptasi dan jangan menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus.

Yang tidak kalah penting, jangan terus-menerus mengganti produk setiap kali muncul satu jerawat. Perawatan kulit membutuhkan konsistensi dan waktu untuk menunjukkan hasil.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Tidak semua jerawat membutuhkan pemeriksaan dokter. Namun, konsultasi dengan dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan jika jerawat muncul terus-menerus, terasa sangat sakit, berbentuk benjolan dalam, meninggalkan bekas luka, atau tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan kulit yang tepat.

Dokter dapat menentukan jenis jerawat dan penyebab yang mungkin berperan, kemudian memberikan perawatan sesuai kondisi kulit. Pengobatan jerawat dapat melibatkan bahan seperti benzoyl peroxide, retinoid topikal, asam salisilat, atau obat lain sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.

Hindari menggunakan obat jerawat secara sembarangan, terutama obat yang mengandung bahan aktif kuat, tanpa mengetahui cara penggunaan dan efek sampingnya.

Kesimpulan

Jerawat yang selalu muncul di tempat yang sama bukan berarti kulit Anda tidak bersih. Kondisi tersebut dapat terjadi karena area tertentu lebih mudah mengalami penyumbatan pori, produksi minyak berlebih, perubahan hormon, gesekan, kebiasaan menyentuh wajah, hingga penggunaan produk yang tidak sesuai.

Daripada terus memencet jerawat atau mengganti skincare secara berulang, cobalah mengamati kebiasaan yang mungkin menjadi pemicunya. Jaga kebersihan benda yang sering menyentuh wajah, gunakan produk yang sesuai, dan hindari menyentuh atau memencet jerawat.

Jika jerawat semakin parah, terasa sakit, atau meninggalkan bekas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Perawatan yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kulit bebas jerawat dalam waktu singkat.