Christin Bustandi Familiarkan Akupunktur di Kalangan Muda

204

Penulis: Imada Lubis
Fotografer: Aldi Reynaldi

Menggunakan jarum halus, akupunktur merupakan bagian dari Traditional Chinese Medicine (TCM) yang akhir-akhir ini diminati masyarakat berbagai negara di dunia. Seiring populernya gaya hidup back to nature, pengobatan ini diminati karena memang dalam pelaksanaannya hanya menggunakan cara dan bahan-bahan alami. Berakar dari ribuan tahun lalu, TCM terbukti aman dan tidak memberikan efek negatif dibanding pengobatan menggunakan obat-obatan berbahan kimia.

Sayangnya, di Indonesia akupunktur tak terlalu diminati terutama di kalangan generasi muda. Padahal sederhananya hanya dengan menusukkan jarum halus ke titik-titik tertentu di tubuh sudah mampu mengobati dan mencegah berbagai gangguan kesehatan. Hal tersebut dibenarkan Christin Bustandi, akupunkturis muda asal Medan lulusan China Medical University, Taiwan. Menurut gadis cantik tersebut, kurangnya minat terhadap akupunktur di Indonesia merupakan hal yang perlu diperbaiki mengingat manfaat akupunktur begitu besar.

Ia yakin masyarakat Indonesia terutama anak muda akan tertarik bila sudah merasakan langsung manfaat akupunktur. Christin menceritakan awalnya ia juga tak tertarik sama sekali padahal sudah mengenal akupunktur sejak kecil. “Sebenarnya akupunktur bukan sesuatu yang asing karena mama adalah akupunkturis. Klinik mama, NK Clinic praktek lebih dari 20 tahun. Tapi aku serupa dengan anak lain yang memandang akupunktur jadul, sama sekali enggak keren dan kuno. Aku sama sekali enggak ada minat di situ. Kuliah juga awalnya lebih konsentrasi ke nutrisi,” ceritanya.

Christin melanjutkan, jika kecintaannya muncul setelah merasakan langsung hasil menggembirakan dari akupunktur. “Di tahun kedua kesehatan aku drop dan sedihnya selain jauh dari mama, uang saku juga sedikit. Mau ke dokter, tapi akhirnya ke akupunktur saja. Pertama ketemu Sinshe dia langsung paham lifestyle aku gimana. Dia sebutkan kebiasaan tidur, makan dan emosiku dengan tepat. Hanya dalam waktu sekian detik dia bisa jelaskan dengan detail dan runtut. Ini kok benar semua dan lebih terkejutnya lagi seusai akupunktur, satu sesi saja sakitnya lepas,” lanjutnya.

Baca Juga:  Thank You Prof. Sarah Gilbert, pahlawan wanita di balik vaksin Astra Zeneca!