KEMBALINYA TALIBAN, APA YANG TERJADI DENGAN AFGHANISTAN?

81

Yang pasti pemerintah Afghanistan belum ngeh harus mau ngapain kalau AS akan pergi dari mereka. Penarikan itu telah menunjukkan kekuatan Taliban dan mengekspos kelemahan negara Afghanistan selama ini, mereka remeh.

Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa Afghanistan akan jatuh ke dalam ketidakstabilan yang lebih dalam bahkan jika Biden memilih untuk tidak mundur. Taliban tidak akan bereaksi dengan baik terhadap keputusan AS untuk mengingkari komitmennya, yang dibingkai dalam perjanjian 2020 dengan pemerintahan Trump, untuk menarik pasukan.

SERANGAN KILAT DARI TALIBAN 

Kata blitzkrieg bersumber dari dua kata Blitz yang berarti kilat, dan Krieg yang berarti perang. Kedua kata tersebut bersumber dari bahasa Jerman. Strategi ini telah dilaksanakan dan dikuasai Taliban sejak lama, dimana gerak cepat Taliban yang sangat mengagumkan dalam merebut nyaris 80% wilayah Afghanistan dari pihak pemerintah tahun 1994-1996. Strategi ini menggunakan suatu bentuk peperangan dari kombinasi dan koordinasi kekuatan-kekuatan udara, laut dan darat. Serangan yang mendadak, cepat dan tak terduga akan membawa kekalahan yang ideal di pihak lawan dengan tidak memberikan kesempatan apapun juga untuk mengorganisasikan suatu pertahanan diri yang stabil.

Pada Juni, Taliban menggencarkan gempuran di wilayah utara, jauh dari daerah kekuasaan mereka di selatan. Di akhir bulan, mereka berhasil menguasai sekitar 50 dari total 370 distrik di kawasan utara Afghanistan. Keesokan harinya, Taliban semakin mendekati Kabul setelah merebut Mazar-is-Sharif tanpa perlawanan dari pasukan Afghanistan.

Sehari kemudian, Taliban menguasai kota kunci di timur Afghanistan, Jalalabad, sekali lagi tanpa perlawanan pasukan pemerintah. Dengan demikian, Taliban berhasil mengepung ibu kota dari segala sudut. Hingga akhirnya, pada 15 Agustus, Taliban berhasil menguasai ibu kota. Mereka lantas menduduki Istana Kepresidenan, membuat Presiden Ashraf Ghani kabur ke Tajikistan demi menghindari pertumpahan darah.

Dalam foto-foto dan video-video yang beredar sejak kemarin, ribuan orang terlihat penuh ketakutan dan berputus asa berdesak-desakan memasuki pesawat di Hamid Karzai International Airport di Kabul. Rakyat Afghanistan berusaha mengevakuasi diri bahkan melarikan diri paska pengambilalihan Taliban di Kabul. Kekerasan dan kerusuhan telah menguasai jalanan-jalanan dan ketakutan menghinggapi setiap rumah di Afghanistan. Belum 24 jam, komunitas-komunitas internasional telah membuka donasi-donasi untuk membantu penyelamatan masyarakat yang ingin keluar, dan media-media dihimbau untuk menyuarakan ketakutan Afghanistan akan hilangnya hak-hak asasi manusia yang telah dijaga selama 20 tahun. 

Baca Juga:  Berpenghasilan Tertinggi, 6 Selebriti ini Sukses Menjadi YouTuber