KEMBALINYA TALIBAN, APA YANG TERJADI DENGAN AFGHANISTAN?

81

MENJALANKAN “SISTEM ISLAM ASLI”

Taliban awalnya menarik anggota mereka dari mantan pejuang-pejuang perlawanan Afghanistan, yang disebut mujahidin. Mereka lalu didukung oleh Amerika Serikat dalam perjuangan mereka melawan pasukan Soviet sekitar tahun 1980-an, era dimana dua negara superpower itu rela menggelontorkan dana demi memenangkan ideologi mereka. Setelah penarikan Uni Soviet dari Afghanistan pada tahun 1989 dan runtuhnya pemerintahan Afghanistan, negara itu jatuh ke dalam perang saudara. Taliban menarik dukungan dengan janji-janji untuk memulihkan ketertiban dan keadilan.

Taliban, yang berarti ‘mahasiswa’ dalam bahasa Pashtun, menunjukkan bukti eksistensinya pada tahun 1994 di sekitar kota Kandahar, Afghanistan Selatan. Mereka adalah salah satu faksi yang berperang dalam perang saudara untuk menguasai negara setelah penarikan Uni Soviet dan runtuhnya pemerintahan berikutnya. Kesepakatan pembagian kekuasaan gagal, dan para militan terpecah menjadi faksi-faksi yang bertikai. Disitu lah muncul Taliban dalam kekacauan dan merebut kekuasaan besar negara pada tahun 1996. Kelompok mujahidin lainnya mundur ke utara negara itu.

FOR USE WITH FEATURE PACKAGE FOR SUNDAY, DEC. 15–FILE–A young girl peers out from a group of Afghan women wearing the Burqa covering at a Red Cross distribution centre in Kabul, Afghanistan, Nov. 13, 1996. The Taliban guerrillas who took over Kabul, the capital of Afghanistan ordered women to completely cover themselves and banned them from schools and workplaces. (AP Photo/Santiago Lyon)

Dalam waktu kurun waktu 1994 hingga 1996, Taliban telah memperoleh kendali tunggal atas sebagian besar negara, memproklamirkan sebuah emirat Islam pada tahun 1996 dengan interpretasi yang keras dari hukum Islam. Eksekusi publik dan pencambukan adalah hal biasa, film dan buku Barat dilarang, dan artefak budaya yang dianggap menghujat di bawah Islam dihancurkan. 

Sedari awal penguasaannya, Taliban mengatakan bahwa mereka menginginkan “sistem Islam asli” untuk Afghanistan. Sebagian besar wanita dilarang bekerja atau belajar dan dipaksa mengenakan burqa yang menutupi semua di depan umum. 

Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia. Sebagian besar negara lain, bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, malah mengakui kelompok yang memegang provinsi di utara Kabul sebagai pemerintah yang menunggu.

Taliban segera menjadi berita utama karena dengan kejam menegakkan hukum syariah, menindas perempuan dan minoritas secara brutal, menghancurkan harta budaya. Dan yang paling menarik, Taliban menyediakan perlindungan bagi kelompok militan al-Qaida, yang saat itu dipimpin oleh Osama bin Laden. Al-Qaida mendirikan kamp-kamp pelatihan di Afghanistan, yang digunakan untuk mempersiapkan serangan teroris di seluruh dunia, termasuk serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. 

Baca Juga:  19 Tahun kemudian, Piala Thomas Kembali ke Tanah Air. Rekor Indonesia Belum Terpecahkan