Tujuan tersebut dimiliki Albert bukan tanpa alasan. Iamengakui jika dirinya sempat menjadi generasi muda serupa, tak memiliki arah atau tujuan. Ia mengibaratkan dirinya dulu seumpama tanaman yang tumbuh namun tidak di urus, terus tumbuh dengan sembarangan. Untuk itu, Albert tak ingin apa yang dialaminya dirasakan ulang oleh siapapun.
“Dulu bisa dikatakan hidup saya terlalu bebas bahkan sangat bebas sejak SD. Apapun bisa saya lakukansebab tidak ada yang melarang apalagi membimbing. Saya merokok dan hampir terjerumus narkotika. Saat SMA pernah tidak masuk hingga dua bulan,” kenangnya.
Perubahan mulai terjadi saat laki-laki bernama lengkap Albert Masli tersebut bergabung dengan satu organisasi yang menyediakan kegiatan positif bagi muda-mudi. “SMA saya bertemu dengan satu wadah seperti kegiatan muda-mudi gitu. Serupa organisasi sosial dan satu hari saya ikut seminarnya, seperti tersadarkan ternyata manusia hidup di dunia ini harus berguna. Ayam mati pun masih bernilai karena laku dijual di pasar, sedangkan manusia wafat, akan langsung dikubur. Tidak akan ada yang berani menawarnya,” kataAlbert pada dirinya sendiri saat itu.
Albert menyadari bahwa ia harus mencari tujuan hidupnya. Ia tak ingin lagi hanya sekedar hidup seperti rumput yang terus tumbuh namun berkembang secara sembarangan. Ia tak ingin hidup dalam keterpurukan dan tanpa tujuan. Albert pun tak ingin orang lain mengalami hal serupa.
“Kemudian terpikir bagaimana caranya memotivasi generasi muda yang awalnya seperti saya. Saya merasa terpanggil dan sejak itu memilih menjadi motivator, memotivasi dan menginspirasi banyak orang agar lebih baik,” tekad laki-laki berperawakan tegap tersebut.
Sukses Itu Tak Ulangi Kesalahan Yang Sama Dua Kali
Orang sukses takkan pernah mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Hal tersebut coba Albert terapkan selama hidup. Menurutnya, tiap-tiap individu harus menjadi lebih baik di hari demi hari yang dilewati.


