Arnila Melina, Calon Dokter Dirikan Pondok Belajar untuk Anak-anak Tidak Mampu

Kepercayaan warga bisa Nila kantongi setelah salah satu anggota tim pengajarnya yaitu Mega mendapat beasiswa kuliah di jurusan perikanan, Karawang. Nila selalu mendukung dan membantu Mega mengurus pendaftaran beasiswa hingga Mega lulus.  “Setelah Mega diterima kuliah diluar kota, baru mereka percaya pendidikan itu penting” ujarnya sembari tersenyum. Pada tahun 2015 itulah Nila diberikan mandat menempati lahan kosong milik warga untuk membangun Pondok Belajar Arnila. Kegiatan belajar mengajar sendiri sudah berlangsung sejak Agustus 2014. Melihat padatnya jumlah anak-anak yang antusias mengikuti kelasnya walaupun hanya digelar di serambi musala, Nila berkeinginan membangun tempat yang lebih nyaman dan leluasa. Semangat inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Belajar Arnila.

Apresiasi Prestasi Anak

Pondok Belajar Arnila kini sudah berdiri kokoh. Jumlah muridnya juga konsisten bahkan terus bertambah. Ia pun membuat seragam untuk anak didiknya. Baju seragam dibagikan kepada anak yang rajin datang dan sudah lama mengikuti kelas. Setiap tahun Nila rutin membuat acara peringatan kemerdekaan Indonesia. Berbagai lomba ia persiapkan, beragam hadiah ia sediakan. Piala juga pernah ia berikan kepada anak didiknya yang berprestasi. Hal tersebut semata-mata untuk menghargai dan memotivasi mereka agar lebih giat belajar. Rencana kedepannya Nila ingin meningkatkan standar belajar dan fokus ke tingkat keberhasilan muridnya.

Pengalaman Nila sebagai pengajar memberikan kesan tersendiri. Ada kebanggaan yang ia rasakan ketika melihat anak didiknya mengalami kemajuan pesat. Bersama anak-anak semangatnya kembali berkobar. Tingkah laku aneh dan kericuhan kelas sudah menjadi hal yang lumrah baginya. Yang terpenting anak mau mengikuti pelajaran yang berlangsung tanpa merasa terbebani. Tantangan terbesar yang dihadapinya masih

Beruntungnya Nila memiliki keluarga yang selalu mendukung apa yang ia kerjakan selama itu bernilai positif. Teman-teman kampusnya juga sering menawarkan diri menjadi pengajar sukarelawan di Kampung Nelayan.

Selain Pondok Belajar Arnila, ada juga Pondok Hijab Arnila dan Dapur Nelayan yang Nila kelola. Pondok Hijab Arnila menjual aneka hijab motif yang kekinian dengan harga terjangkau, sedangkan Dapur Nelayan menawarkan sajian seafood yang segar dan diolah langsung oleh para nelayan di Kampung Nelayan. Keuntungan dari kedua usaha tersebut digunakan Nila untuk membantu anak didiknya yang putus sekolah.

Untuk saat ini Nila hanya menerima donasi berupa barang seperti meja, buku tulis, buku bacaan, buku gambar, dan alat tulis untuk Pondok Belajar Arnila. Ia belum mau menerima suntikan dana, apalagi yang memiliki tujuan pribadi. “Dulu sempat berselisih paham dengan tetangga karena ada yang mengajukan proposal permohonan dana atas nama Pondok Belajar Arnila, padahal Nila tidak pernah buat. Nila takut nama Pondok Belajar Arnila disalahgunakan.” pungkasnya.