Di sela-sela kegiatan belajar mengajar, Kover sempat berbincang dengan seorang murid Pondok Belajar Arnila bernama Rika. Rika mengatakan bahwa ia sudah lama mengikuti kelas tersebut.
“Dari kelas 4 sudah ikut belajar disini, sekarang kelas 5” ujar Rika. Metode pengajaran yang santai sambil bermain membuat ia betah mengikuti setiap kelas yang diadakan oleh Pondok Belajar Arnila.
Mengedukasi Pola Pikir
Pendidikan kurang mendapatkan perhatian khusus oleh masyarakat Kampung Nelayan. Pasalnya generasi ibu dan ayah mereka banyak yang tidak bisa baca dan tulis, oleh karena itu tidak ada yang mengajarkan anak mereka alfabet. Terlebih lagi lingkungan juga tidak mendukung. Mereka beranggapan tinggal di laut membatasi cita-cita mereka yakni hanya bisa menjadi nelayan sehingga tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Pola pikir dan mental seperti itu yang sedang diperangi Nila.
Dibantu Mega dan Mayor, keduanya direkrut untuk turut serta mengajar anak-anak di Pondok Belajar Arnila. “Mulanya kelas cuma dibuka hari Minggu, tapi Nila pikir kalau cuma seminggu sekali nggak kelihatan mana anak yang benar-benar mau belajar” ujarnya. Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar diadakan setiap hari. Senin sampai Sabtu dari jam dua siang, Minggu kegiatan bebas seperti mendaur ulang, menanam mangrove, hingga kunjungan ke Polsek Belawan dan Puskesmas untuk pengenalan profesi kepada anak-anak. Untuk memeriahkan kunjungan para anak didik di Polsek Belawan, diadakan pemilihan Polisi Cilik. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menambah pengetahuan dan menumbuhkan kepercayaan diri sang anak sejak dini.
Saat diwawancarai, Isa selaku perwakilan dari Polsek Belawan mengatakan bahwa pihak kepolisian sangat senang dan mendukung sepenuhnya kegiatan di Pondok Belajar Arnila. “Karena kami juga punya tanggung jawab untuk mengayomi masyarakat dan mendekatkan diri dengan warga” imbuhnya.
Pekan lalu Pondok Belajar Arnila kedatangan tamu penyandang disabilitas bernama Yoga. “Beliau mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua tangannya harus diamputasi. Hebatnya beliau bisa menggambar dan mewarnai dengan mulut dan hasilnya juga bagus” ujar Mayor. Dari sana anak-anak diajarkan agar tetap semangat dan bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki saat ini.


