Tips Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis

70

Menjaga keluarga harmonis dan bahagia memang bukan perkara mudah. Karena bukan tidak mungkin pasangan mengalami ujian kesabaran dan kesetiaan dalam rumah tangga. Orang bilang, pertengkaran kecil adalah bumbu penyedap rumah tangga. Namun, tanpa komitmen yang baik, pertengkaran kecil bisa menyebabkan kandasnya rumah tangga harmonis. Segala keinginan pasangan pasti berbeda satu sama lain dan tidak mudah untuk mewujudkannya. Nah, agar rumah tangga kamu tetap harmonis dan bahagia berikut Kover akan coba memberikan tipsnya :

 

1. Menikmati kehidupan satu sama lain

Menurut Rabbi Shmuley Boteach, seorang keluarga dan penasihat hubungan yang berbasis di New York, ia menyebutkan bahwa, “ada kegembiraan yang menjadi ciri interaksi mereka.” Contohnya saja ketika orangtua pulang dan anak-anak akan senang melihat orangtuanya pulang. Begitu sebaliknya, ketika anak-anak pulang dari sekolah dan disambut dengan bahagia oleh orangtua mereka.

2. Saling Bertukar Cerita

Saling bertukar cerita bisa menjadi kunci keluarga bahagia yang bisa orang tua coba di rumah. Hal ini agar tidak terjadinya kebosanan yang menyebabkan terjadinya disgungsi mulai dari perselingkuhan hingga anak-anak yang lebih memilih bersama teman dariapda keluarga. Mulailah dengan saling bertukar cerita mengenai kesibukan hari ini, tanyakan pada pasangan atau anak-anak bagaimana mereka melalui harinya. Dengan bercerita, bisa membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih dekat dan memperkuat rumah tangga yang bahagia.

3. Saling Menguatkan Satu Sama Lain

Saat mengucapkan janji pernikahan bukankah kamu sudah siap untuk menjalani suka dan duka bersama dalam menjalani rumah tangga? Oleh karena itu, saat ada masalah yang melanda rumah tangga, tugasmu sebagai pasangan adalah saling menguatkan dan mencari jalan keluar terbaik. Hindari sikap saling menyalahkan satu sama lain atau bahkan meninggalkannya.

4. Selalu Luangkan Waktu Untuk Keluarga

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, kamu memang harus bekerja keras. Namun, jangan nomor duakan waktu bersama keluarga, ya! Setidaknya, usahakanlah untuk selalu menikmati sarapan atau makan malam bersama di rumah bersama keluarga. Pada akhir pekan, lakukanlah aneka kegiatan seru untuk meningkatkan quality time. Kamu bisa mengajak keluarga pergi ke pusat perbelanjaan, jalan santai, atau gotong royong membersihkan.

5. Berhenti Saling Membandingkan

Tidak ada yang suka dibandingkan dengan orang lain. Oleh karena itu, dalam membina rumah tangga berhentilah membandingkan anggota keluargamu dengan yang lain dalam hal apa pun, baik itu gaji, penampilan, prestasi, dan sebagainya.

Hal ini karena sikap membanding-bandingkan hanya akan memicu keributan dan iri hati yang berlebihan. Bagaimanapun keadaan keluargamu, kamu harus terus mendukungnya dengan cinta kasih, bukan menjatuhkannya. Dengan demikian, hubungan rumah tangga pun akan jadi lebih baik dan harmonis.

6. Sering Makan Bersama

Sering di anggap sepele, ternyata makan malam bersama keluarga juga bisa menjadi kunci rumah tangga yang bahagia lho. Menurut Rabbi Shmuley Boteach, “makan malam keluarga sangat penting, ini bisa menjadi penghubung satu sama lain.” Boteach juga menyarankan minimal empat kali dalam seminggu Ibu dan Ayah menyempatkan makan malam bersama. Baik hanya berdua, ataupun mengikutsertakan anak-anak di dalamnya.

7. Membatasi kegiatan anak setelah sekolah

Saat ini semakin banyak anak-anak yang memiliki jadwal lebih atau ikut sibuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Hal ini membuat orangtua harus mengantarkan mereka dalam segala kegiatannya, sehingga anak-anak tidak pernah di rumah pada saat tertentu.

Bagi Rabbi Shmuley Boteach, hal ini bukanlah cara untuk membuat keluarga bahagia. Cobalah membuat kegiatan setelah sekolah sendiri melalui keluarga. Misalnya dengan mengajak anak bermain sepatu roda atau bersepeda bersama di taman dekat rumah.

Baca Juga:  B117 - Garis Keturunan SARS-CoV-2

8. Jaga Intonasi Suara

Kunci keluarga yang bahagia juga dengan berbicara yang lembut satu sama lain, terlebih pada anak-anak. Pastikan ada lingkungan yang tenang di rumah sehingga kamu dan pasanganmu dapat menciptakan lingkungan yang damai bersama anak-anak.

Usahakan menjaga intonasi suara agar tidak berteriak terlebih pada anak. Bicaralah dengan mereka secara perlahan, beri mereka aturan dan hukuman jika mereka melanggar. Tetapi tetap usahakan untuk tidak berteriak, hal ini akan menunjukkan bahwa kamu di luar kendali dan justru akan menciptakan lingkungan yang tidak damai di rumah.

9. Beri Kejutan Kepada Anggota Keluarga

Memberi kejutan saat salah seoran anggota keluarga saat ulang tahu, dapat peringkat kelas, kelulusan bahkan mencapai sesuatu atau sudah berhasil melakukan sesuatu yang sederhana pun akan membuat mereka selalu dingat dan dihargai akan usahanya. Mereka akan merasa disayang dan dicintai

10. Jangan Ada Kata atau Kalimat Yang Menjatuhkan

Meski sudah bertahun-tahun dalam membina rumah tangga, ada waktu di mana kita mungkin kesulitan memahami perasaan dan mood keluarga. Perkataan yang menurutmu biasa saja, bisa jadi sangat menyinggung perasaan pasangan, orang tua, atau anak yang sedang kelelahan sepulang beraktivitas.

Oleh karena itu, agar rumah tangga tetap harmonis, biasakan diri untuk mengucapkan kata-kata yang lembut dan sopan setiap saat, tak terkecuali saat kamu sedang dalam keadaan marah. Berusahalah untuk tetap tenang dan tidak mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan anggota keluarga. Ingat, kata-kata yang kamu keluarkan tidak bisa ditarik kembali dan akan membekas di ingatan keluarga.

11. Saling Percaya

Selain menjaga komunikasi dalam rumah tangga, kepercayaan yang telah diberikan oleh masing-masing anggota keluarga juga harus selalu dijaga. Saat kamu diberi kepercayaan untuk menikmati me-time, gunakanlah waktu itu dengan baik, bukannya untuk mencari kesenangan bersama orang lain karena merasa bosan dengan pasangan atau keluarga. Begitu pula saat pasangan sedang tidak bersama denganmu, sebaiknya jangan berprasangka buruk tanpa ada bukti nyata.

12. Menjaga Harmonisasi Sesama Saudara

Persaingan saudara bisa memecah belah. “Saya mencoba berbicara kepada anak-anak saya tentang betapa beruntungnya mereka memiliki saudara kandung,” kata Rabbi Shmuley Boteach.

Oleh karena itu, untuk membangun rumah tangga yang bahagia dibutuhkan harmonisasi antara anak satu dengan yang lainnya. Sebagai orangtua, penting untuk menjaga harmonisasi anak-anak agar tidak terjadi pertengkaran diantara mereka.

 

 

13. Membiasakan Adanya Ritual Keluarga

“Keluarga membutuhkan ritual,” kata Rabbi Shmuley Boteach. Ritual sendiri dapat bersifat keagamaan, nasional, atau bahkan khusus keluarga seperti memakan pizza bersama setiap minggu.

Barbara Fiese, PhD, profesor dan ketua psikologi di Universitas Syracuse di New York, setuju. “Keluarga bahagia memiliki ritual yang bermakna dan tidak tertekan oleh mereka,” katanya. “Mereka bisa menjadi unik untuk keluargamu sendiri. Ritual cenderung membawa anggota keluarga dekat karena mereka diulang dari waktu ke waktu.” Agar ritual keluargamu tidak kaku, buatlah semenarik dan semenyenangkan mungkin, hal ini agar hubungan satu sama lain lebih dekat karena terus mengulang dari waktu ke waktu.

Masalah-masalah rumah tangga bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan sendiri-sendiri, akan tetapi harus bisa diselesaikan bersama-sama antar satu sama lainnya. Untuk itulah buanglah sifat ego dalam diri karena menjalani rumah tangga itu bukan saling mendominasi satu sama lain, akan tetapi sebuah kerjasama yang bisa membawa kepada rumah tangga yang bahagia dan juga harmonis

Penulis : Annette Thresia Ginting

Sumber : WebMD, dekoruma