Wajah Terlihat Lebih Tua dari Usia Sebenarnya? Cek Kebiasaan Sehari-hari Ini

Pernah merasa wajah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya meski tidak merasa sudah memasuki usia lanjut? Garis halus, kulit kusam, warna kulit tidak merata, kulit yang terasa kering, atau wajah yang tampak kurang segar memang bisa membuat seseorang terlihat lebih tua.

Proses penuaan kulit sebenarnya merupakan hal yang normal. Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami menjadi lebih tipis dan kering serta kehilangan sebagian kekenyalannya. Namun, ada pula penuaan eksternal atau premature skin aging yang dipengaruhi lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut paparan sinar matahari dan sejumlah kebiasaan hidup sebagai faktor yang dapat mempercepat proses tersebut.

Lantas, kebiasaan apa saja yang mungkin membuat wajah terlihat lebih tua?

1. Sering Terpapar Matahari Tanpa Perlindungan

Salah satu faktor terbesar yang perlu diperhatikan adalah paparan sinar ultraviolet (UV).

Terlalu sering berada di bawah sinar matahari tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan kulit yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Dampaknya dapat berupa kerutan, bintik hitam, perubahan warna kulit, kulit kendur, hingga tekstur kulit yang semakin kasar.

Kondisi ini dikenal sebagai photoaging, yaitu penuaan kulit yang berkaitan dengan paparan UV. AAD menyebut perlindungan dari matahari sebagai bagian penting dalam mencegah penuaan kulit lebih cepat.

Karena itu, penggunaan sunscreen bukan hanya soal mencegah kulit terbakar. Sunscreen juga membantu mengurangi paparan UV yang berkontribusi terhadap tanda-tanda penuaan kulit.

2. Jarang Menggunakan Sunscreen

Masih berkaitan dengan paparan matahari, kebiasaan melewatkan sunscreen dapat membuat kulit lebih sulit terlindungi dari UV.

AAD merekomendasikan penggunaan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih tinggi serta water-resistant. Perlindungan juga sebaiknya dilengkapi dengan mencari tempat teduh dan menggunakan pakaian yang dapat melindungi kulit ketika berada di luar ruangan.

Jadi, meskipun rutinitas skincare sudah panjang, jangan sampai perlindungan dari matahari justru dilewatkan.

3. Sering Merokok

Merokok bukan hanya berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga dapat mempercepat munculnya tanda penuaan pada kulit.

Menurut AAD, merokok dapat mempercepat penuaan kulit dan berhubungan dengan munculnya kerutan serta warna kulit yang tampak kusam atau tidak sehat.

Karena itu, jika seseorang ingin menjaga tampilan kulit dalam jangka panjang, berhenti merokok merupakan salah satu perubahan gaya hidup yang lebih penting daripada sekadar menambah produk skincare.

4. Sering Kurang Tidur

Kebiasaan tidur yang buruk juga patut diperhatikan.

Tidur merupakan waktu ketika tubuh melakukan berbagai proses pemulihan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Clinical and Experimental Dermatology menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan lebih banyak tanda penuaan intrinsik, fungsi skin barrier yang lebih buruk, dan pemulihan kulit yang lebih rendah setelah paparan tertentu.

Penelitian tersebut memang memiliki keterbatasan, termasuk jumlah peserta yang relatif kecil, sehingga tidak berarti kurang tidur secara otomatis membuat wajah seseorang cepat tua. Namun, hasilnya memberikan alasan untuk tidak mengabaikan kualitas tidur ketika membicarakan kesehatan kulit.

5. Terlalu Sering Menggosok atau Mengeksfoliasi Wajah

Merasa wajah kusam terkadang membuat seseorang tergoda untuk melakukan scrub atau eksfoliasi lebih sering.

Padahal, menggosok kulit secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi. AAD menyarankan membersihkan wajah secara lembut dan menghindari kebiasaan menggosok kulit terlalu keras. Iritasi berulang dapat membuat kondisi kulit terlihat semakin tidak sehat.

Jika setelah menggunakan produk tertentu kulit terasa perih, terbakar, atau sangat kering, jangan menganggap sensasi tersebut sebagai tanda bahwa produk sedang bekerja lebih efektif. AAD justru menyarankan menghentikan produk yang menyebabkan iritasi, kecuali produk tersebut memang digunakan berdasarkan petunjuk dokter.

6. Tidak Menggunakan Moisturizer

Kulit yang kering dapat membuat garis halus terlihat lebih jelas sehingga wajah tampak lebih tua.

Moisturizer membantu mempertahankan air pada kulit sehingga permukaan kulit dapat terlihat lebih lembap dan halus. AAD menyebut penggunaan moisturizer sebagai salah satu kebiasaan yang dapat membantu mengurangi tampilan garis halus dan membuat kulit tampak lebih sehat.

Baca Juga:  Kenapa Sunscreen Sering Terasa Lengket di Wajah? Ini Cara Mengatasinya

Namun, moisturizer tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Kulit berminyak, kering, sensitif, dan kombinasi tentu bisa membutuhkan formula yang berbeda.

7. Pola Makan Kurang Seimbang

Apa yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat berhubungan dengan kesehatan kulit.

AAD mencatat bahwa beberapa penelitian menunjukkan pola makan yang kaya buah dan sayuran mungkin membantu mengurangi kerusakan yang berkaitan dengan penuaan kulit. Sebaliknya, pola makan yang banyak mengandung gula atau karbohidrat olahan juga dikaitkan dalam sejumlah penelitian dengan proses penuaan yang lebih cepat.

Ini bukan berarti satu jenis makanan tertentu bisa langsung membuat wajah terlihat tua. Yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan dan konsistensinya.

8. Terlalu Sering Mengonsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol juga dapat memengaruhi kondisi kulit.

AAD memasukkan konsumsi alkohol berlebihan sebagai salah satu kebiasaan yang dapat berkontribusi terhadap penuaan kulit. Alkohol juga dapat membuat kulit mengalami dehidrasi sehingga tampilan kulit menjadi kurang segar.

Karena itu, jika wajah sering terlihat kusam atau kering, kebiasaan konsumsi alkohol juga dapat menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi.

9. Ekspresi Wajah yang Dilakukan Berulang

Kerutan tidak selalu muncul hanya karena usia.

AAD menjelaskan bahwa ekspresi wajah yang dilakukan berulang kali dapat menyebabkan otot wajah berkontraksi berulang sehingga garis tersebut lama-kelamaan dapat menjadi lebih menetap. Kebiasaan menyipitkan mata juga dapat berkontribusi terhadap garis di sekitar mata.

Tentu saja, bukan berarti seseorang harus berhenti tersenyum atau berekspresi. Ekspresi wajah merupakan bagian normal dari kehidupan. Perlindungan terhadap mata dari sinar matahari, misalnya dengan sunglasses, dapat membantu mengurangi kebiasaan menyipitkan mata ketika berada di luar ruangan.

10. Terlalu Sering Mengganti atau Menumpuk Produk Skincare

Skincare yang terlalu banyak belum tentu membuat kulit terlihat lebih muda.

Menggunakan banyak produk aktif sekaligus dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama jika tidak sesuai dengan kebutuhan kulit. AAD juga menyarankan mengikuti petunjuk penggunaan produk karena penggunaan bahan aktif secara berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi terlalu kering, iritasi, atau mengalami masalah lain.

Daripada mengejar banyak produk anti-aging sekaligus, lebih baik membangun rutinitas yang sederhana dan konsisten.

Apa yang Bisa Dilakukan agar Wajah Tidak Cepat Terlihat Tua?

Tidak ada cara untuk menghentikan proses penuaan alami. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi faktor eksternal yang mempercepat munculnya tanda penuaan.

Mulailah dengan melindungi kulit dari matahari setiap hari, menggunakan sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi, membersihkan wajah secara lembut, menggunakan moisturizer sesuai kebutuhan kulit, tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, rutin bergerak, serta menghindari rokok.

Tidak kalah penting, jangan terlalu cepat berganti produk hanya karena melihat hasil orang lain di media sosial. Kondisi kulit setiap orang berbeda, sehingga produk yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

Jadi, Kenapa Wajah Bisa Terlihat Lebih Tua dari Usia Sebenarnya?

Wajah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh usia. Paparan sinar UV, merokok, kurang tidur, pola makan yang kurang seimbang, konsumsi alkohol, perawatan kulit yang terlalu agresif, serta kurangnya perlindungan terhadap kulit dapat ikut mempercepat munculnya tanda penuaan.

Di antara berbagai faktor tersebut, perlindungan dari sinar matahari menjadi salah satu kebiasaan yang paling penting untuk diperhatikan. AAD menempatkan perlindungan UV sebagai dasar dalam upaya mengurangi penuaan kulit akibat faktor eksternal.

Jadi, sebelum buru-buru membeli produk anti-aging baru, coba periksa kembali kebiasaan sehari-hari. Bisa jadi perubahan sederhana seperti lebih disiplin menggunakan sunscreen, memperbaiki kualitas tidur, dan memperlakukan kulit dengan lebih lembut justru menjadi langkah penting untuk menjaga kulit tetap sehat dalam jangka panjang.