TEKNOLOGI 5G: THE FUTURE IS HERE

28

PERBEDAAN 4G DAN 5G

Melansir CNN, ada tiga perbedaan utama antara 4G dan 5G, yaitu kecepatan, kapasitas, dan latensi. 

1.Kecepatan 

Jaringan 5G diharapkan hampir 100 kali lebih cepat dari 4G. Dengan kecepatan seperti itu, Anda dapat mengunduh film berdurasi dua jam dalam waktu kurang dari 10 detik, sebuah tugas yang memakan waktu sekitar tujuh menit dengan 4G. Alasannya, sinyal 5G  memiliki bandwidth yang sangat besar. Secara teori bisa hingga 20Gbps, meski kenyataan di lapangan saat ini rata-rata baru 100Mbps, tapi ini pun sudah tergolong sangat cepat, mengingat di lapangan  sinyal 4G rata-rata 10Mbps hingga 50Mbps.

Sayangnya sinyal yang bergerak pada spektrum band tinggi tidak dapat berjalan terlalu jauh dan sulit melewati dinding, jendela, tiang lampu, dan permukaan keras lainnya. Itu sangat tidak nyaman ketika kita ingin gadget yang kita bawa kemana-mana untuk terus bekerja saat kita berjalan keluar masuk gedung. 

Game online di Jepang menggunakan teknologi 5G

 

  1. Kapasitas 

Sangat tidak nyaman ketika berada di area yang relatif kecil namun dengan banyak pengguna internet di dalamnya.  Terlalu banyak perangkat yang mencoba menggunakan jaringan di satu tempat dapat menyebabkan kemacetan. Infrastruktur jaringan tidak dapat mengatasi sejumlah besar perangkat yang menyebabkan kecepatan data lebih lambat dan waktu jeda yang lebih lama untuk pengunduhan. 5G diharapkan dapat menyelesaikan masalah itu. 

 

  1. Latensi

Latensi adalah jeda waktu yang dibutuhkan dalam pengantaran data dari pengirim ke penerima. Makin tinggi jeda waktu maka makin lambat penerima merespons perintah dari pengirim. Teknologi 5G dikatakan memiliki latensi 10 kali lipat lebih rendah dari 4G yaitu di bawah 1 milidetik. 

Pada 4G, latensi sebenarnya sudah terbilang rendah, tetapi belum cukup baik.  Teknologi 5G yang akan membuatnya hampir nol. Ini akan menjadi penting untuk teknologi lain, seperti mobil tanpa pengemudi yang perlu mengirim sinyal tentang situasi lingkungan mereka melalui internet ke komputer di cloud. Konsepnya, teknologi 5G yang terpasang di BTS akan menghubungkan kendaraan dengan kendaraan, kendaraan dengan manusia, dan kendaraan dengan bangunan, sehingga ketiga benda tersebut akan ditolak oleh mobil ketika berada di jarak tertentu sehingga resiko kecelakaan sangat minim. 

Implementasi teknologi 5G memungkinkan terjadinya mobil tanpa pengemudi (self-driving vehicle)
Baca Juga:  Tak Sekadar Kejar Rating, Menkominfo Ajak Media Hadirkan Kualitas Konten Berkualitas