Pak Hisham juga mengapresiasi sistem ojek online (ojol) dan food delivery yang ditawarkan oleh Grab dan Gojek. Menurutnya, ini solusi yang luar biasa bagi membuka lapangan kerja di Indonesia, atau Medan khususnya, yang padat penduduk, sekaligus memfasilitasi penjualan makanan khususnya dari kedai-kedai atau rumah makan kecil yang sebenarnya menyajikan makanan enak, namun keberadaannya kurang diketahui.
“Satu lagi the best one di Medan. Di sini kita tak akan jumpa orang yang marah kamu u-turn di mana-mana pun. Cumanya di sini kalau mau nyetir itu harus hati-hati dengan angkot. Sebab angkot itu mana-mana saja akan berhenti untuk ambil penumpang. Tapi skill dari segi pemanduan saya banyak belajar di sini,” tambahnya.
ERA DREAM NOW TRAVEL LATER
Di masa pandemi ini, program-program promosi pariwisata antar negara Indonesia – Malaysia memang terhenti. Tapi, agar tetap menjaga semangat para travel agencies dan media-media terkait, slogan “Dream Now Travel Later” pun dihidupkan Malaysia Tourism lewat webinar-webinar. Selama ini kita sangat terbiasa mendengar slogan “Cuti-cuti Malaysia” dan “Malaysia Truly Asia”. Pak Hisham menjelaskan bahwa “Cuti-cuti Malaysia” digunakan untuk wisatawan-wisatawan domestik di Malaysia, dan “Malaysia Truly Asia” untuk wisatawan-wisatawan mancanegara. Slogan dan lagu “Cuti-cuti Malaysia”, pertama kali dinyanyikan oleh Siti Nurhaliza di tahun 2008, dan slogan itu membawa Malaysia ke banyak penghargaan, dan karena sangat trending sampai tahun yang lalu, slogan itu tidak pernah diubah lagi. Slogan “Malaysia Truly Asia” pun dinyatakannya tepat sebagai identitas Malaysia, dimana segala keragaman yang ada di Asia, dapat dijumpai dengan mudah di Malaysia.




