Intip Duo Muda Dibalik Kesuksesan Startup Ruangguru

Pada semester 7 perkuliahan ia harus segera merampungkan skripsinya karena berencana menyelesaikan kuliah 3,5 tahun. Ia juga telah mempersiapkan S2, bersamaan dirinya yang tetap kerja part-time. Dengan segala pertimbangan, Iman mendaftarkan dirinya ke dua universitas bergengsi yang mana akhirnya ia memutuskan melanjutkan S2 di Columbia University dengan perkuliahan yang dimulai pada September 2013 dan dinyatakan lulus pada Juli 2014.

Penghargaan :

  • 2011 ASEAN Youth Award,
  • 2011 UN Youth Assembly Recognition on Humanitarian Development,
  • 2011 Global Teen Leader Award,
  • 2010 British Council’s Global Changemaker Award,
  • 2008 Ashoka Young Changemaker Award,
  • the 2008 Indonesian Young Leader Award by the President of the Republic of Indonesia

Dia juga seorang rekan pendidikan di Qatar Foundation dan Laureate Global Education. Karyanya telah ditampilkan oleh CNN, BBC, Euro News, Forbes, Bloomberg Businessweek – antara lain. Pada tahun 2015, UNICEF dan Universitas Tsinghua mengundangnya untuk memberikan kuliah di Beijing dan menamakannya sebagai UNICEF Young Innovator to Watch di antara 5 inovator muda lainnya di bidangnya masing-masing.

Dia menerima B.A. cumlaude dalam Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, di mana ia dianugerahi Penghargaan Mahasiswa Terbaik Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia menyelesaikan M.A. summa cumlaude, dalam Pengembangan Pendidikan Internasional dari Universitas Columbia di New York.

Pendiru Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara dan Muhammad Iman Usman

Dalam platforn Ruangguru kedua pendiri ini menyiapkan wadah untuk mencari pengajar privat. Platform ini pun kemudian berkembang lebih dari sekadar penyedia guru privat. Murid juga bisa mengakses konten atau video pembelajaran, dan mengerjakan latihan soal secara mandiri.

Ruangguru juga berkomitmen untuk menjadi mitra bagi pemerintah daerah demi memberikan pendidikan berkualitas. Sadar akan jumlah siswa yang minim mengikuti bimbel di Indonesia yakni hanya sekitar 200.000-300.000 siswa. Mereka memperkirakan bahwa secara keseluruhan terdapat 60 juta anak-anak dan remaja yang masih bersekolah. Mereka pun tergerak untuk membangun marketplace bagi guru privat untuk platform ini.

Penulis : Annette Thresia Ginting

Sumber : Berbagai sumber