Pendongkrakan Sektor Ekonomi Melalui UMKM di Tengah Pandemi

56

Medan, KoverMagz – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah secara signifikan merasakan dampak yang cukup parah di masa pandemi sekarang ini. Mulai dari penurunan penjualan, tidak adanya pemodalan, distribusi barang yang terhambat, produksi menurun, hingga PHK buruh menjadi momok yang mengerikan di sektor ekonomi nasional. Langkah-langkah mitigasi kiranya diperlukan untuk mencari solusi dari beragam masalah yang dihadapi sektor ekonomi masa sekarang ini.

Berbicara mengenai sektor UMKM yang terpengaruh oleh pandemi Covid-19, BI melaporkan bahwa UMKM eksportir merupakan yang paling banyak terpengaruh, yaitu sekitar 95,4% dari total eksportir. UMKM yang bergerak dalam sektor kerajinan dan pendukung pariwisata terpengaruh sebesar 89,9%. Sementara sektor yang paling kecil terimbas pandemi Covid-19 adalah sektor pertanian.

UMKM yang selama ini sejatinya bertindak sebagai penggerak perekonomian domestik dan sebagai penyerap pekerja mengalami penurunan produktifitas yang kemudian berimbas pada penurunan produktivitas. Mitigasi dan pemulihan kiranya menjadi solusi yang sangta dibutuhkan oleh para pelaku UMKM untuk bertahan dan tetap berproduksi di masa pandemi seperti ini.  Beberapa cara yang kiranya dapat dilakukan untuk melakukan pemulihan terhadap sektor ekonomi, khususnya UMKM adalah sebagai berikut:

  1. Merambah pasar digital

UMKM pada masa sekarang ini memerlukan alternatif platform penjualan, salah satunya melalui platfrom digital. Melalui platform digital, para pelaku sektor UMKM mampu mengukur sekaligus mengkonversi keberhasilan berdasarkan target-target yang telah disusun. Melalui pasar digital, para pelaku dapat memanfaatkan digital ads dengan menciptakan iklan berbasis digital seperti Youtube Ads, Facebook Ads, dan lain-lain.

  1. Bekerja sama dengan layanan pesan-antar
Baca Juga:  ALBUM "KOMPILASI SATU DEKADE MEDAN BLUES SOCIETY” IS OUT!!

Dalam hal ini, khususnya para pelaku UMKM sektor kuliner, sangat disarankan untuk bekerja sama dengan layanan pesan antar guna mempermudah pelanggan untuk mendapatkan produk yang dijual oleh para pelaku UMKM. Selain itu, Berdasarkan output penelitian Nielsen yg bertajuk “Understanding The Online Food Delivery Market & GoFood’s Leadership in Indonesia” disebutkan bahwa 95% dari 1.000 responden warga perkotaan cenderung memesan makanan melalui layanan pesan antar.

  1. Memanfaatkan E-Commerce

Berdasarkan hasil dari kuisioner Badan Pusat Statistik perihal transaksi jual beli melalui e-commerce, didapati peningkatan yang cukup tajam semenjak diberlakukannya kebijakan social distancing di masa pandemi. Diharapkan, para pelaku UMKM juga bisa memanfaatkan momentum ini untuk kemudian beralih memasarkan produknya melalui E-Commerce yang tersedia.

  1. Mengevaluasi Keuangan Bisnis

Yang tidak kalah penting dilakukan oleh para pelaku UMKM pada masa sekarang ini adalah terus melakukan evaluasi terhadap keuangan bisnis masing-masing untuk mencegah terjadinya kerugian. Hal itu bisa juga dilakukan dengan pemanfaatan kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah perihal kredit UMKM atau relaksasi pajak yang kiranya bisa meringankan beban para pelaku bisnis.

Kesimpulannya, semua pelaku UMKM saat ini sedang terimbas pandemi Covid-19 dan sedang menghadapi masa-masa sulit. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian yang lebih ekstra lagi, serta kesabaran dan empati yang lebih besar lagi untuk menghadapi masa-masa sulit ini. 

Penulis : Vira Foto : Berbagai sumber