Intip Duo Muda Dibalik Kesuksesan Startup Ruangguru

60

Medan, KoverMagz – Ruangguru adalah sebuah perusahaan startup teknologi asal Indonesia yang berfokus pada pendidikan. Ruangguru menawarkan platform pembelajaran berbasis kurikulum sekolah melalui video tutorial interaktif oleh guru dan animasi di aplikasi ponsel dan komputer. Perusahaan ini didirikan oleh Adamas Belva Syah Devara dan Muhammad Iman Usman pada April 2017 dan telah memiliki 15 juta pengguna hingga tahun 2019. Pada tahun 2021 Ruangguru diumumkan menjadi perusahaan paling inovatif peringkat 25 di dunia dan peringkat 2 dalam kategori pendidikan.

Pendiri : 

Belva Devara

Adamas Belva Syah Devara (Belva) adalah CEO dan Co-Founder Ruangguru, startup teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara, mempekerjakan >4.000 orang di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Ruangguru memperluas akses konten pendidikan berkualitas tinggi ke pelosok daerah melalui mobile/teknologi.

Perusahaan baru-baru ini mengumpulkan US$205 juta dalam putaran seri C dan C2, termasuk Tiger Global Management, General Atlantic, GGV Capital, UOB Venture Management, East Ventures, sebagai investor. Karyanya sekarang berdampak pada >20.000.000 siswa K-12/pelajar seumur hidup dan >200.000 guru.

Startup ini telah memenangkan banyak penghargaan termasuk Bubu Awards 2015, Social Enterprise of the Year 2016, dan MIT SOLVER 2017, Fast Company Top 25 Most Innovative Companies global. Pada tahun 2019, ia terpilih menjadi penasihat staf khusus Presiden Indonesia, dengan topik-topik inovasi di semua sektor/kementerian/lembaga pemerintah.

Tetapi kemudian dia mengundurkan pada bulan april 2020. Belva Devara mengaku tak ingin berpolemik soal Ruang Guru, yang terlibat dalam program kartu prakerja.

Baca Juga:  Film Dokumenter Parherek Berhasil Masuk Nominasi FFI 2021

“Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020,” tulis Belva di akun Instagram miliknya.

Belva mengundurkan diri berkaitan dengan terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, sebagai mitra program Kartu Prakerja.

Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.

Sebab, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

“Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan,” ujarnya

Penghargan :

  • Forbes 30 under 30 tahun 2017,
  • Majalah Prestige 40 under 40 tahun 2018,
  • ASEAN 40 under 40 tahun 2018,
  • Ernst & Young Emerging Entrepreneur of the Year 2019,
  • Warta Ekonomi Most Admired CEO of the Year 2019,
  • MetroTV Startup CEO of the Year Tahun 2019,
  • Penghargaan Alumni Harvard 2020.