
Nama Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali jadi perbincangan hangat penggemar olahraga Tanah Air. Atlet panjat tebing nomor speed asal Bali ini sukses naik podium tertinggi di ajang World Climbing Series Krakow 2026, mengalahkan wakil tuan rumah Polandia di kandangnya sendiri. Bukan cuma soal medali, kisah Desak Made Rita Kusuma Dewi di balik kemenangan ini juga menyimpan cerita perjuangan yang bikin banyak orang makin salut sama sosoknya.
Buat kamu yang penasaran siapa sebenarnya perempuan yang berhasil “menaklukkan” Polandia ini, yuk kenalan lebih dekat dengan perjalanan karier Desak Made Rita Kusuma Dewi, dari anak kampung di Buleleng sampai jadi juara dunia panjat tebing.
Siapa Desak Made Rita Kusuma Dewi?
Desak Made Rita Kusuma Dewi lahir di Buleleng, Bali, pada 24 Januari 2001. Ia dikenal luas sebagai salah satu atlet panjat tebing (sport climbing) terbaik yang dimiliki Indonesia, khususnya di nomor speed atau kecepatan. Meski usianya masih muda, jam terbang Desak Made di kompetisi internasional sudah terbilang panjang.
Uniknya, perjalanan Desak menekuni panjat tebing berawal dari momen tak terduga. Semasa kecil, ia diajak bibinya bermain ke Taman Kota Singaraja dan iseng ditantang mencoba panjat dinding di sana. Dari situlah rasa cintanya pada olahraga yang menuntut kecepatan dan ketangkasan ini tumbuh, meski awalnya sempat ditentang orang tua karena khawatir soal risiko cedera. Berkat kegigihannya, ia akhirnya membuktikan bahwa pilihannya tidak salah.
Rekam Jejak Prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi di Panjat Tebing Dunia
Nama Desak Made Rita Kusuma Dewi mulai benar-benar mencuri perhatian publik nasional saat ia menjadi juara dunia di IFSC Climbing World Championship 2023 di Bern, Swiss. Pada final nomor speed putri saat itu, ia mencatatkan waktu 6,49 detik, unggul tipis dari pesaingnya asal Amerika Serikat, Emma Hunt, yang membukukan 6,67 detik. Kemenangan ini sekaligus mengunci tiketnya tampil di Olimpiade Paris 2024, momen bersejarah karena panjat tebing baru pertama kali dipertandingkan resmi di ajang tersebut.
Di Olimpiade Paris 2024, Desak Made turut mengharumkan nama Indonesia dengan melaju hingga babak perempat final nomor speed putri, bersaing dengan atlet-atlet top dunia di Le Bourget Climbing Venue, Paris.
Aksi Gemilang Desak Made Rita di World Climbing Series Krakow 2026
Awal Juli 2026, nama Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mencuat usai tampil dominan di World Climbing Series Krakow 2026, Polandia. Ia tampil sebagai yang tercepat di nomor perseorangan putri dengan catatan waktu 6,54 detik, mengalahkan wakil tuan rumah Natalia Kalucka yang mencatatkan waktu 6,62 detik. Kemenangan ini terasa spesial karena diraih di kandang lawan, negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu kiblat panjat tebing speed dunia.
Tak hanya itu, Desak Made juga menyumbang medali perak di nomor estafet campuran bersama rekan setimnya, Antasyafi Robby Al Hilmi, meski harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat, Samuel Watson dan Emma Hunt, yang tampil sedikit lebih cepat di final.
Kontroversi Kecil yang Justru Menunjukkan Sisi Manusiawi Desak Made
Setelah kemenangannya di Krakow, sebuah potongan wawancara Desak Made Rita Kusuma Dewi sempat viral di media sosial. Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghadapi kendala terkait dukungan pemerintah menjelang keberangkatan ke Polandia. Pernyataan ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan warganet yang mempertanyakan komitmen dukungan terhadap atlet berprestasi.
Menanggapi hal tersebut, Desak Made kemudian memberikan klarifikasi resmi melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia menegaskan bahwa ucapannya bukan ditujukan sebagai kritik kepada pihak tertentu, melainkan ungkapan tentang tantangan pribadi yang ia hadapi sebagai atlet.
“Melalui pernyataan tersebut, saya hanya ingin mengekspresikan determinasi dan resiliensi saya sebagai seorang atlet,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap tantangan seharusnya dijadikan motivasi untuk terus tampil maksimal, sekaligus berharap semangat kolaborasi dan dukungan terhadap atlet Indonesia terus terjaga ke depannya.
Momen ini justru memperlihatkan sisi lain dari sosok Desak Made Rita Kusuma Dewi: bukan hanya atlet yang tangguh di lintasan, tapi juga sosok yang dewasa dalam merespons sorotan publik.
Kenapa Kisah Desak Made Rita Kusuma Dewi Layak Jadi Inspirasi
Ada beberapa alasan kenapa perjalanan Desak Made Rita Kusuma Dewi relevan buat dibaca siapa saja, tidak cuma penggemar olahraga:
– Bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari hal sederhana — ia memulai kariernya dari sekadar tantangan iseng di taman kota, bukan dari fasilitas latihan mewah sejak lahir.
– Konsistensi jadi kunci — sejak bergabung ke pemusatan latihan nasional pada 2020, ia terus mengasah kemampuannya hingga akhirnya menembus level dunia.
– Berani bersuara dengan cara yang dewasa — caranya mengklarifikasi kontroversi menunjukkan kematangan sikap seorang atlet profesional.
– Konsisten bersaing di level tertinggi — dari Bern 2023, Paris 2024, hingga Krakow 2026, namanya terus muncul di panggung kompetisi dunia.
Kesimpulan: Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Masa Depan Panjat Tebing Indonesia
Kemenangan Desak Made Rita Kusuma Dewi di World Climbing Series Krakow 2026 bukan sekadar tambahan medali di lemari prestasinya, tapi juga pengingat bahwa atlet-atlet muda Indonesia mampu bersaing bahkan mengalahkan tuan rumah di kandang sendiri. Dengan rekam jejak yang terus menanjak sejak 2023, banyak yang menaruh harapan besar pada Desak Made untuk terus mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional berikutnya, termasuk Asian Games 2026 yang sudah di depan mata.

