GRAHA MARIA ANNAI VELANGKANNI: POTRET TOLERANSI BERAGAMA KOTA MEDAN

191

Konstruksi bangunan yang unik dan perpaduan warna yang indah dari Graha Maria Annai Velangkanni ini tidak saja menarik minat wisatawan religi masyarakat kota Medan, namun juga wisatawan-wisatawan umum dari berbagai asal yang mengunjungi kota Medan. 

Gereja Katolik Bergaya India

Gereja Katolik yang diresmikan pada 1 Oktober 2005 oleh Rudolf Pardede, Wakil Gubernur Sumatera Utara kala itu, ternyata menarik minat wisatawan dari luar kota Medan, seperti Aceh, Jakarta, Bandung, Makassar dan lainnya. Turis mancanegara dari Malaysia, Singapura, Australia, dan Jerman juga ikut memadati Graha Maria ini.

Graha Maria Annai Velangkanni yang terletak di Jalan Sakura III No. 7-10, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan ini merupakan sebuah harta karun rohani bagi setiap pengunjung. Bukan hanya sebagai tempat ibadah umat Katolik, Graha Maria Annai Velangkanni juga dibuka untuk umum terutama sebagai objek wisata yang nyaman bagi para pengunjung.

Berkonsep arsitektur Indo-Mughal, sekilas Graha Maria Annai Velangkanni ini terlihat seperti perpaduan gereja, kuil dan masjid. Sesuai dengan visi pembangunannya yaitu sebagai tempat kedamaian untuk semua orang dari berbagai latar belakang. 

Makna Tujuh Warna Pelangi

Tak hanya desain arsitekturnya saja yang kaya akan makna, perpaduan berbagai warna juga menjadi khazanah yang menarik untuk diulik. Tujuh warna pelangi yang mendominasi Graha Maria memiliki arti tersendiri, yaitu hitam, abu-abu, putih, merah, hijau, biru dan kuning emas.

Baca Juga:  Staycation Saat Pandemi Apakah Aman?