BALADA LAPTOP MERAH PUTIH “GAWEAN” PEMERINTAH INDONESIA

114

TANGGAPAN PEMERINTAH ATAS REAKSI BANDEROL HARGA LAPTOP MERAH PUTIH

Kemendikbudristek meluruskan soal program laptop untuk pelajar ini. Harga yang beredar bukan laptop semata, namun termasuk aksesoris pendukungnya. Sebelumnya dalam pernyataannya, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pemerintah mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop untuk sekolah. Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri. Samsuri mengatakan itu adalah paket teknologi informasi komunikasi (TIK). Harga yang diungkapkan bukan cuma laptop, tapi juga termasuk perangkat pendukungnya.

“Di tahun 2021 akan ada 242.565 paket TIK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk 15.656 sekolah. Peralatan TIK ini bukan cuma laptop, tapi juga antara lain router, connector, printer dan scanner,” kata Samsuri kepada detikINET, Kamis (29/7/2021). 

Pengadaan peralatan TIK ini diambil dari vendor di dalam negeri yang memenuhi persyaratan TKDN. Jumlah unit yang diterima tiap sekolah akan berbeda bergantung usulannya mulai dari level SD, SMP, SMA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). “Soal harga nggak bisa dipukul rata Rp 10 juta tadi. Nanti bagaimana masing-masing daerah bernegosiasi karena prosesnya akuntabel dan transparan sesuai prosedur LKPP. Tiap vendor terdaftar dalam e-katalog,” kata dia. Samsuri lalu menambahkan bahwa anggaran Rp 2,4 triliun yang disampaikan Nadiem adalah anggaran pusat yang ditransfer ke daerah. Nanti lalu pemda-pemda belanja kebutuhan laptop sekolahnya di e-katalog dari para vendor yang terdaftar.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel), Oki Widjaja beranggapan program Laptop Merah Putih atau Laptop Dikti Edu menjadi awal untuk RI mempromosikan merek lokal. “Kita nggak usah takut mempromosikan merek lokal karena itu sebuah aset, dari situ kita berpikir komponen apa yang harus disiapkan,” kata Oki dalam program Market Review IDX Channel.

Oki menambahkan dengan aset produsen lokal yang dipunya RI, pemerintah hanya perlu mempersiapkan dua hal dalam industri elektronik ini. Pertama, memulai produksi komponen dan kedua, mengembangkan merek nasional tersebut. Oki menekankan bahwa membangun industri laptop saat ini butuh waktu yang panjang, terlebih dalam hal komponen yang harus impor. Dia hanya berharap pemerintah konsisten dalam menangani ide laptop merah putih ini. Ia pun lalu melakukan kilas balik ke beberapa tahun masa presiden yang lalu, bahwa ada yang pesimis soal industri ini bisa dikembangkan, namun dia mengatakan dengan jelas pemerintah hanya harus menyiapkan roadmap yang jelas setidaknya ke 2024. “Kebijakannya belum in-line, kita harus punya pemikiran positif, roadmap yang cukup jelas kemana arahan pemerintah, untuk dibawa ke 2024 nanti,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tak Sekadar Kejar Rating, Menkominfo Ajak Media Hadirkan Kualitas Konten Berkualitas