BALADA LAPTOP MERAH PUTIH “GAWEAN” PEMERINTAH INDONESIA

114

SPESIFIKASI PRODUK TIDAK SESUAI HARGA?

Apapun yang akan dilakukan pemerintah, sudah jelas pasti ada kritik dan masukan yang berbeda dari banyak orang. Untuk program Laptop Merah Putih ini sendiri, hal yang paling banyak dilontarkan oleh publik adalah tentang harga 10 juta rupiah yang sama sekali tidak layak atau kemahalan untuk laptop dengan spesifikasi yang akan digarap oleh pemerintah. Selain laptop berjenis Chromebook itu harus selalu terkoneksi dengan internet dalam penggunaannya. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan keadaan di Indonesia di mana ketersediaan internet belum benar-benar bisa merata.

Salah seorang warganet di Twitter dengan username @rasjawa mencuit, “Bener-bener emosi memuncak melihat ‘Laptop Merah Putih’ seharga 10 juta yang akan dibeli pemerintah, ternyata hanya spesifikasi Chrome Book. Bahkan sebuah Chrome Book baru harganya gak sampe 5 juta. Gede amat selisih harganya!!”

Ia juga berpendapat dengan harga nilai 10 juta yang akan digelontorkan, dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh Laptop Merah Putih, chromebook dengan spesifikasi yang jauh lebih baik dan canggih bisa didapatkan dengan angka yang sama. Ia juga menambahkan beberapa komentar netizen lainnya di Facebook yang menyatakan dengan angka yang sama pelajar dapat mendapatkan laptop dengan processor Intel i5 keluaran Asus dengan lisensi resmi dari Windows. Netizen yang lain juga memberikan komentar bahwa dengan angka 5,9 juta rupiah, kita juga bisa mendapatkan laptop SPC dengan spesifikasi yang sama dengan laptop garapan anak bangsa ini. Ada juga yang sampai membagikan brosur laptop dengan spesifikasi lebih baik yang bisa dimiliki orang-orang dengan banderol 10 juta rupiah.

Pengamat dan Founder dari IndoTelkom Forum, Doni Ismanto juga menyebutkan dengan anggaran sebesar itu, seharusnya spesifikasi yang ditawarkan pemerintah harusnya jauh lebih baik. “Saya belum melihat secara detail. Tapi katanya itu paket ada Router, Printer, Scanner dan Laptop,” ujar Doni kepada Tribunnews.com, Jumat (31/7).

Menurut Doni Ismanto, jika tujuannya diperuntukkan untuk murid-murid sekolah, maka laptop dengan spesifikasi seperti itu akan menimbulkan statement ‘yang penting ada’. Ia pun lalu mempertanyakan esensi dari semangat membuat produk lokal dari laptop Merah Putih tersebut. Doni pun mengungkapkan agar jangan hanya berpatok pada spesifikasi teknis dalam pengadaan Laptop Merah Putih. Sebab akan banyak muncul dugaan dari spek tersebut bakal mengarah kepada merek tertentu. 

 

Baca Juga:  Berpenghasilan Tertinggi, 6 Selebriti ini Sukses Menjadi YouTuber