Walls Will Fall, Single Baru Yang Lahir di Kota Medan Dengan Pesan Untuk Dunia

58

Medan, Kovermagz – Belum lama ini, Kover Magazine memproduksi sebuah music video dan turut meluncurkan lagu tersebut di youtube channel penyanyi muda berdomisili di Medan, Abhilaksh Sharma Lakshi atau yang akan lebih dikenal dengan nama ASL. Lahir dan menjalani masa kanak-kanak di negara India, ia kemudian mengikuti kedua orangtuanya yang bertugas di Medan sejak tahun 2012. 

Lakshi, pemuda tampan berdarah India yang berumur 16 tahun ini, sembari bersekolah di Singapore International School (SIS), ternyata memiliki hobi untuk menulis lagu sejak tahun 2019. Berbagai ide dan pikiran dituangkan ke ponselnya yang berujung menjadi lirik lagu. Musik pop dan rap yang digemarinya terdengar kental di lagu-lagu gubahannya. 

Walls Will Fall, demikian judul lagu perdana yang diharapkan akan menghantarkan pemuda ini di jalur musik internasional,  dengan hook yang catchy diproduksi oleh RoemahIponk Music Studio (Jakarta) terdengar sangat kontemporer, seperti layaknya lagu-lagu yang biasa kita nikmati di radio saat ini.  

Ketika ditanya mengenai proses rilis lagu ini, Lakshi menjawab:  “I started writing all the topics first, from these topics “walls” caught my attention the most, so I wrote the lyrics on ‘walls”. I, then asked for my father’s opinion, and he came out with the title “Walls will Fall”. After that I continued editing some of the lyrics.  We then started searching for music composer, and after sometime we found Ivan Gojaya,  with whom we started discussing about the lyrics and music beats. Agustin Oendari, Ivan’s partner then edited some parts of the lyrics to fit well with the music flow. In August 2020, I recorded the audio in RoemahIponk Music Studio, Jakarta,”

Bagian rap dari lagu tersebut cukup menjelaskan metafora dinding yang disebut berkali-kali dalam lagu tersebut: 

Is it safe? Is it good?

Is it nice? Is it right?

Is it wrong? Is it not?

Is it the world, the world that I’m living?

Is it because the colour of my skin?

Is it because the places where I’ve been?

Is it gonna be a war that I’m losing?

Or it’s just a wall, a wall that I’m breaking?

Youtube Music Video:

Baca Juga:  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ini Makna Yang Millenial Wajib Tahu

“The song means that I want to break all the walls of racism, colour, discrimination, hatred. Such walls should fall down in the world,” ujar Lakshi. Suatu pikiran yang cukup matang dan sensitif sebenarnya, yang datang dari pikiran remaja berusia 16 tahun, yang juga punya hobi bermain badminton, cricket, bermain sepakbola, menggambar dan menari. 

Kover sendiri memproduksi video tersebut dalam kurun waktu dua minggu, karena lagu tersebut diluncurkan pada hari perayaan kelahiran Mahatma Gandhi, yakni tanggal 2 Oktober 2020, dan didedikasi untuk Mahatma Gandhi, yang juga adalah yang menjadi inspirasi lagu ini, merupakan aktivis gerakan kemerdekaan India, yang terkenal dengan aksi demonstrasi damainya, tanpa menggunakan kekerasan. Konsep video meggunakan animasi seperti animasi di computer game, untuk menyeimbangkan makna dalam dan gelap yang ada di lirik, dengan penyanyi yang masih remaja. “Memang, situasi pandemi ini cukup menyulitkan proses, karena video shooting dan video editing dilakukan dengan banyak batasan,” ujar Elsa Malona selaku video director.

Rilis single perdana ini diproduseri oleh Ashish Sharma dan Yogita Sharma, yang juga adalah orang tua dari Lakshi. “I am very blessed. All of my family support me throughout the process, without them I don’t think I would be able to release the single. My father & my sister are my inspiration, and my mother is the driving force behind us. So many other people have helped me as well, I appreciate each one of them,”