Sederet Mitos tentang Makanan yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Ada banyak mitos seputar makanan yang beredar di masyarakat, khususnya di Indonesia. Meskipun sudah dipercaya sejak lama, ternyata tidak semua informasi mengenai makanan yang beredar di masyarakat adalah fakta.

Kali ini kovermagz akan menyuguhkan mengenai mitos dan fakta seputar makanan yang dirasa menjadi penting untuk diketahui lebih lanjut. Karena jika salah memahami, maka dampaknya akan dirasa langsung oleh tubuh.

Lalu, apa saja hal seputar makanan yang ternyata hanya mitos belaka atau benar-benar fakta? Berikut ulasan selengkapnya.

Pantangan Makan Buah Nanas bagi Ibu Hamil 

Salah satu takhayul tentang makanan di Asia yang paling legendaris dan masih sangat dipercaya sampai sekarang adalah larangan makan nanas bagi ibu hamil. Banyak masyarakat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, percaya bahwa mengonsumsi nanas, terutama nanas muda, bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur karena sifat buahnya yang dianggap tajam dan panas.

Keyakinan ini begitu kuat sehingga biasanya keluarga besar akan langsung menyingkirkan nanas dari menu harian segera setelah seorang perempuan dinyatakan positif hamil. Secara budaya, takhayul tentang makanan ini berakar dari kekhawatiran akan kandungan enzim bromelain pada nanas yang dianggap bisa melunakkan leher rahim. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan kalau nanas dapat membahayakan kehamilan.

Cokelat bikin jerawatan 

Menurut spesialis kulit dari Los Angeles, Dr. Ava Shamban, tak ada bukti kuat yang menunjukkan kalau cokelat bisa menyebabkan kulit break out —jerawatan.

“Faktanya, hanya ada sedikit bukti bahwa cokelat atau makanan berlemak akan menyebabkan jerawat.  Tetapi, kita tahu bahwa diet tinggi gula atau tinggi lemak dapat meningkatkan produksi sebum dan meningkatkan respon peradangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan jerawat,” ungkapnya seperti dikutip dari Huffington Post.

 Kol goreng pemicu kanker 

Penderita diabetes rupanya harus benar-benar menghindari bubur. Dijelaskan Prof. Ali bubur ayam bisa meningkatkan gula darah karena terbuat dari nasi. Sarapan dengan bubur ayam tentu perlu diwaspadai bagi para penderita diabetes. 

Baca Juga:  Viral di Indonesia, Ini 7 Manfaat Rutin Mengonsumsi Natto Jepang

Gluten Free Lebih Sehat

Gluten adalah protein yang terkandung dalam gandum dan sejenisnya dan memiliki banyak nutrisi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet bebas gluten tidak memberikan keuntungan kesehatan signifikan bagi orang sehat dan bahkan bisa meningkatkan risiko kekurangan nutrisi jika tidak direncanakan dengan baik. Namun, bagi Anda yang memiliki penyakit celiac maupun intoleran gluten, maka sangat disarankan mengonsumsi  makanan berlabel gluten free.

Telur Meningkatkan Kolesterol

Telur memang memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, tetapi ternyata tidak menyebabkan kenaikan kolesterol dalam darah secara signifikan jika dibarengi dengan pola makan gizi seimbang. Kunci untuk menjaga agar kadar kolesterol tidak meningkat adalah komposisi makanan lainnya yang dikonsumsi sebagai sebagai pendamping telur yang justru dapat menyebabkan kenaikan kolesterol dalam darah.

Itulah lima mitos seputar makanan yang samapi saat ini masih sering dipercaya. Seoga tidak ada kekeliruan lagi bagi kamu ya. Semoga artikel ini bermanfaat, Sobat Kovermagz!