
Di jaman yang serba ada ini, banyak orang yang telah sadar akan pentingnya menjaga kesehatan demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik. Hal ini tampak dari mengonsumsi makanan yang lebih sehat.
Namun, saat mencoba membeli produk makanan sehat di pasaran, penting untuk tetap membaca label pada setiap produk. Pasalnya, banyak makanan atau minuman yang dipasarkan sebagai bebas gula, tanpa tambahan gula, atau “sehat” sekalipun, bisa saja mengandung pemanis buatan.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pemanis buatan tidak sepenuhnya aman dan dapat dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Melansir dari Eat This, Not That!, berikut beberapa produk makanan yang dikenal sehat namun mengandung pemanis buatan. Simak selengkapnya di bawah ini!
Yogurt
Yogurt dengan label “rendah gula” atau “bebas gula” sering kali mengandung pemanis buatan, seperti sukralosa atau aspartam. Menurut spesialis pengobatan fungsional Melissa Young, MD, kedua produk yogurt yang mengandung gula maupun pemanis buatan tetap memiliki dampak kurang baik bagi kesehatan. Namun, jika dibandingkan keduanya, pemanis buatan dinilai lebih berisiko daripada gula.
Minuman Protein
Banyak minuman protein yang populer mengandung pemanis buatan, seperti sukralosa, bahkan ada yang ditambah sirup jagung fruktosa tinggi. Padahal, minuman ini sering dipasarkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Karena itu, penting untuk selalu membaca label kandungannya sebelum membeli. Menurut Dr. Young, makanan atau minuman manis sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali. Ia juga menegaskan bahwa pemanis buatan tidak bisa membuat makanan yang kurang sehat menjadi sehat.
Protein Bar
Protein bar sering dipasarkan sebagai camilan sehat atau pengganti makanan. Namun, banyak dari produk tersebut mengandung pemanis buatan. Menurut Dr. James Krieger, profesor klinis sistem kesehatan dan kesehatan populasi UW serta direktur eksekutif Healthy Food America, sejumlah penelitian jangka panjang menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi pemanis non-gula dengan risiko diabetes tipe 2, kenaikan berat badan, dan penyakit jantung. Ketiga kondisi ini merupakan masalah kesehatan besar yang banyak terjadi saat ini.
Keju Cottage
Keju cottage dengan rasa tambahan sering kali mengandung cukup banyak pemanis buatan. Akibatnya, camilan tinggi protein yang seharusnya sehat justru perlu dibatasi konsumsinya.
Menurut Dr. Krieger, tantangannya adalah industri makanan tidak selalu transparan mengenai jumlah pemanis non-gula dalam produk mereka. Produsen memang wajib mencantumkan pemanis tersebut dalam daftar bahan, tetapi tidak harus menyebutkan jumlahnya secara jelas.
Roti
Banyak roti “rendah lemak” dan makanan diet justru mengandung pemanis buatan. Ironisnya, hal ini bisa membuat program diet menjadi kurang efektif. Menurut Dr. Young, konsumsi pemanis buatan dapat memicu keinginan untuk makan lebih banyak makanan manis. Karena merasa sudah memilih makanan yang “lebih sehat”, seseorang jadi lebih mudah menuruti keinginan tersebut. Akibatnya, asupan kalori bisa meningkat. Pola ini juga dapat memperkuat kebiasaan menyukai rasa manis dan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Saus Pasta
Beberapa saus pasta yang dipasarkan sebagai “rendah gula” atau “tanpa tambahan gula” ternyata mengandung pemanis buatan. Menurut Dr. Young, mengganti gula dengan pemanis buatan tidak selalu memberikan manfaat kesehatan seperti yang diharapkan, bahkan bisa berdampak kurang baik jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Permen Karet Bebas Gula
Permen karet bebas gula biasanya menggunakan pemanis buatan, seperti sorbitol dan xylitol untuk memberikan rasa manis. Menurut dokter-ilmuwan Stanley Hazen, MD, PhD, penelitiannya menunjukkan bahwa peningkatan kadar xylitol dalam darah dapat memicu aktivitas trombosit yang lebih tinggi. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.


