
Tanpa disadari, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk. Mulai dari bekerja di depan laptop, berkendara, makan, hingga bersantai sambil menonton televisi atau bermain ponsel.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan setiap hari dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, terlalu banyak duduk dapat berdampak pada kesehatan tubuh.
Lantas, benarkah duduk terlalu lama bisa mempercepat penuaan? Hubungan antara kebiasaan duduk, kurang bergerak, dan proses penuaan ternyata cukup menarik untuk diketahui.
Apa yang Dimaksud dengan Duduk Terlalu Lama?
Duduk terlalu lama merupakan bagian dari perilaku sedentari, yaitu aktivitas saat terjaga yang hanya membutuhkan sedikit energi. Contohnya termasuk duduk saat bekerja, menonton televisi, menggunakan komputer, atau bermain ponsel.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa waktu sedentari yang tinggi pada orang dewasa berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, kanker, dan kematian akibat berbagai penyebab.
Karena itu, persoalannya bukan sekadar seseorang duduk selama beberapa jam, tetapi seberapa banyak waktu dalam sehari yang dihabiskan tanpa aktivitas fisik.
Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Mempercepat Penuaan?
Sejumlah penelitian mulai menemukan hubungan antara perilaku sedentari dan penuaan biologis.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2025 menemukan adanya hubungan antara durasi duduk dengan percepatan usia fenotipik pada orang dewasa. Sederhananya, orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk menunjukkan indikator biologis yang berkaitan dengan proses penuaan lebih cepat.
Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian tersebut menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa duduk secara langsung menyebabkan seseorang menua lebih cepat.
Jadi, kurang tepat jika dikatakan bahwa duduk lama otomatis membuat wajah lebih cepat keriput atau tubuh langsung terlihat tua. Yang lebih menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kesehatan dan fungsi tubuh dalam jangka panjang.
Mengapa Terlalu Banyak Duduk Bisa Berdampak pada Tubuh?
Ketika tubuh jarang bergerak, berbagai fungsi tubuh tidak mendapatkan aktivitas yang optimal.
Terlalu banyak duduk dan kurang aktivitas fisik dapat berkaitan dengan peningkatan risiko berat badan berlebih, gangguan metabolisme, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.
Selain itu, kurang bergerak juga dapat membuat kekuatan otot dan kebugaran fisik menurun. Padahal, mempertahankan kekuatan otot dan kemampuan bergerak menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia.
Inilah alasan duduk terlalu lama dan penuaan sering dikaitkan. Penuaan tidak hanya ditandai dengan uban atau kerutan, tetapi juga perubahan pada fungsi otot, metabolisme, jantung, dan kemampuan tubuh melakukan aktivitas sehari-hari.
Apakah Olahraga Bisa Mengurangi Dampak Duduk Lama?
Kabar baiknya, Anda tidak harus berhenti duduk sama sekali.
Yang lebih penting adalah mengurangi waktu sedentari dan memperbanyak aktivitas fisik sepanjang hari.
Menurut CDC, aktivitas fisik secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu menjaga kesehatan jantung dan otak, memperkuat tulang dan otot, serta menurunkan risiko sejumlah penyakit kronis.
WHO juga merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin sekaligus membatasi waktu sedentari sebanyak mungkin.
Artinya, olahraga tidak hanya dilakukan saat pergi ke gym. Berjalan kaki, naik tangga, membersihkan rumah, berkebun, atau sekadar berdiri dan bergerak di sela pekerjaan juga dapat membantu membuat tubuh lebih aktif.
Cara Mengurangi Kebiasaan Duduk Terlalu Lama
Bagi Anda yang bekerja di depan komputer atau memiliki aktivitas yang mengharuskan banyak duduk, beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa dicoba:
- Berdiri secara berkala setelah duduk cukup lama.
- Berjalan sebentar setelah menyelesaikan pekerjaan.
- Gunakan tangga daripada lift jika memungkinkan.
- Berjalan kaki ketika melakukan aktivitas yang jaraknya dekat.
- Kurangi waktu menonton televisi atau bermain ponsel tanpa jeda.
- Lakukan peregangan ringan di sela pekerjaan.
- Sisihkan waktu untuk aktivitas fisik setiap hari.
Kuncinya bukan harus melakukan olahraga berat, tetapi membuat tubuh lebih sering bergerak.
Jadi, Haruskah Khawatir Jika Sering Duduk?
Duduk terlalu lama tidak berarti tubuh pasti mengalami penuaan lebih cepat. Namun, kebiasaan sedentari yang berlangsung terus-menerus memang berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan dan indikator penuaan biologis.
Karena itu, jangan hanya fokus pada berapa jam Anda berolahraga. Perhatikan juga berapa lama Anda duduk sepanjang hari.
Mulai dari hal sederhana seperti berdiri, berjalan beberapa menit, atau melakukan pekerjaan rumah. Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu mengurangi waktu sedentari dan membuat tubuh tetap aktif.
Pada akhirnya, bukan sekadar berapa lama kita duduk, tetapi seberapa aktif kita bergerak sepanjang hari yang perlu diperhatikan.


