Acara dihadiri juga oleh Wakil Walikota Medan, Bapak Ir. Akhyar Nasution, M.Si, bapak Kadis Pariwisata kota Medan Drs. Agus Suriyono, Bapak Kadis Kebudayaan kota Medan Drs. OK Zulfi, MSi dan Boydo Panjaitan,SH ketua komisi C DPRD kota Medan.
“Agar lebih dikenal, Tarian Ahooi ini harus sering digelar untuk membiasakan warga. Tarian ini memang masih baru, namun ini adalah salah satu khas Kota Medan yang akan selalu diterapkan di masa yang akan datang. Tarian ini adalah pemersatu kota Medan. Apalagi dengan adanya acara seperti ini, sangat bangga bisa menjawab tantangan dari Kota Bandung untuk memperkenalkan, bahwa kota Medan itu punya tarian khusus yaitu Tari Ahooi,” ucap Akhyar Nasution pada Kover Magazine.

CEO Kover Magazine sekaligus Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Boydo HK Panjaitan menuturkan bahwa Tarian Ahoi ini sangat cocok dengan warga Medan. Dengan bunyi musik melayu, diikuti dengan musik adat batak dan sebagainya, kalau dihayati musik dan liriknya, harusnya menekankan bahwa Medan itu jauh dari kata perpecahan.
“Tarian Ahooi sangat gampang diingat. Terutama bagi anak-anak sekolah, tarian ini harus lebih digelar untuk melekatkan bahwa Medan itu punya tarian khas. Saya juga sangat bangga dengan masyarakat kota Medan. Siapa bilang orang Medan itu selalu molor waktu. Hari ini acara dimulai on-time!,” ungkap Boydo.
Di sela sela tarian Ahooi tersebut, papermob juga dilaksanakan dengan baik dan keseruannya pasti terlihat indah dari cuplikan video yang akan segera dirilis oleh Kover Magazine dan Dinas Pariwisata kota Medan.
Di penghujung acara ribuan peserta menyuarakan dengan lantang kepada warga Makassar, Jember dan Bengkulu untuk menunjukkan tarian khas mereka masing masing. Acara tersebut ditutup dengan seruan “Ahooi!! Medan menantang kota Jember, Bengkulu dan Makassar! Seberapa Indonesianya kamu? Mana tarianmu?”*


