Rani Jambak Padukan Musik elektrik dan Lagu Etnik

150

Penulis & Fotografer: Vicky Siregar

Sempat resign dari pekerjaannya demi fokus di dunia musik, Rani Jambak bertekad menjadikan musik sebagai hidupnya. Dengan bermusik, suka duka akan terlewati dengan bahagia setiap harinya.

Budaya musik pop, rock, blues, jazz, dan lain sebagainya tak henti-hentinya berkembang, bersaing, menembus telinga pend yang lahir akibat persaingan ketat di industri musik Lagu-lagu etnik daerah sudah jarang terdengar di telinga, bahkan hampir tak pernah orang-orang mendendangkan lagu tersebut dengan sengaja kecuali saat acara adat atau kebudayaan di suatu perhelatan yang memang mengusung tema nusantara.

Namun siapa sangka, Medan yang merupakan kota metropolitan dan ketiga terbesar di Indonesia ini memiliki seorang talenta muda yang masih bangga melantunkan lagu-lagu etnik dari berbagai daerah di Indonesia. Ialah Rani Fitriana atau yang dikenal dengan Rani Jambak, wanita kelahiran tahun 1993 silam yang berdarah Minang.

Baca Juga:  Veren Ferita, Siap Wakili Sumut di Ajang Miss Chinese Indonesia 2021

Namanya kian diperhitungkan di kancah musik kota Medan tatkala sukses ‘mengawinkan’ musik elektriknya dengan lagu etnik tradisional asal Karo, seperti Piso Surit ciptaan Djaga Depari. Dengan memadukan beat-beat musik elektrik pada lagu daerah tersebut, menghasilkan cover Piso Surit yang semakin kekinian dan asyik untuk didengar.