Millenial Tanpa Nama Donasikan Sembako Bagi Yang Tidak Bisa Work From Home

39

Masa pandemic sudah berjalan selama dua minggu sejak salah satu jenis virus Corona yang disebut dengan Covid-19 mulai menyerang Indonesia. Tepatnya kasus pertama ditemukan pada tanggal 2 maret silam. Pemerintah pun kemudian menetapkan status Siaga dengan mencanangkan program #PhysicalDistancing dengan cara #StayAtHome maupun #WorkFromHome bagi masyarakat.

Tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia juga menerapkan program ini demi memutuskan rantai penularan Covid-19. Untuk itulah salah satu forum kaum millenial terinsipirasi melakukan aksi sosial kepada oramg orang yang saat ini benar benar kesulitan menghadapi pandemic ini. Mereka menyebut nama mereka sebagai kaum MILLENIAL TANPA NAMA.

Ada alasan kenapa mereka menjuluki nama mereka seperti itu ialah karena mereka tidak mau diketahui identitas mereka sebagai pendonasi. Forum ini sendiri terdiri dari 15 orang anggota yang merupakan seorang pengusaha dan mahasiswa muda berkisar umur 19 – 28 tahun. Dengan dilengkapi alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan mereka turun ke jalanan untuk membagikan donasi-donasi tersebut, ada juga yang diberikan langsung dari dalam mobil jika target berada di tengah jalan atau sembari lewat.

Kegiatan ini sendiri sudah berlangsung sejak hari Kamis, 26 maret yang lalu. Tapi meskipun belum sampai seminggu pencakupan daerah yang sudah mereka telusuri sudah sangat banyak, seperti Medan Denai, Medan Perjuangan, Medan Area, Polonia, Padang Bulan, Sunggal, Marelan, Siantar, dan Tanjung Balai bahkan tidak hanya di kota Medan saja mereka pun mengajak kaum millenial dari luar kota medan dengan cara melakukan hal yang sama dan menandai forum MILLENIAL TANPA NAMA di akun instagram mereka sehingga forum ini bisa mengunggah kembali aksi mereka serta membagikannya kembali dalam akun mereka.

Dan saat ini sudah banyak sekali seluruh kota kota di seluruh Indonesia telah melakukannya seperti di Pekanbaru, Jakarta, Purwokerto, Kebumen, Surabaya, Mataram dan Serpong. Saat ini mereka hanya menerima donasi berupa sembako seperti beras, mi instan, minyak dan alat alat pelindung diri seperti masker serta makanan bagi yang tidak memiliki tempat tinggal.

Adapun yang menjadi target penerima donasi ini ialah orang orang pejuang nafkah yang tidak bisa melakukan Work From Home seperti Tukang Ojek, Penarik Becak, Tukang Sampah, Pemulung, Pedagang Kaki Lima, Kuli Bangunan dan masyrakat kalangan bawah.

Saat mewawancarai penggagas aksi sosial yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengatakan “Kalau kita ada tabungan dan bisa hidup di kala SOCIAL DISTANCING, bagaimana mereka yang memikirkan “besok makan apa?”, banyak sekali yang mengatakan pemerintah harus menyediakan pangan, kalau pemerintah yang menyediakan, berapa triliun dana yang harus disiapkan? Saya rasa kita harus bergerak dimulai dari sumsum dana sendiri, 100 paket sembako berisikan beras, mie instan, minyak yang merupakan bahan pokok harian.

Baca Juga:  Sederet Film Yang Tertunda Karena Corona

Kami berpikir kalau hanya kami, tidak akan ada efek. Kebetulan kami adalah kumpulan EO, aktivis, videographer, dan MC, dengan menggunakan keahlian kita dalam video, dan media sosial, kami memanfaatkan kelebihan tersebut untuk partisipasi dalam membantu kondisi ini yaitu memviralkan video, sehingga akan banyak yang tergerak dan melakukan hal yang sama di daerah masing-masing. Target 1000 orang melakukan kegiatan ini, dgn masing-masing 100 paket maka kita membantu 100.000 kepala keluarga”

Tidak sedikit diantara mereka yang terbantu menitikkan air mata sambil berulang-ulang mengucapkan terima kasih atas rejeki yang mereka terima tanpa di duga-duga. Itulah mungkin saat-saat yang paling mengharukan mengingat kita masih bisa bertahan dan tetap bisa makan sampai sekaramg ini dengan kemampuan kita.

Adapun harapan mereka dari dengan adanya tindakan seperti ini kiranya dapat menginspirasi banyak orang untuk tergerak berbuat hal-hal positif dalam membantu orang-orang yang tidak bisa tinggal di rumah tanpa harus menunjukkan identitas mereka sebagai pendonasi.

Untuk rencana ke depannya kaum millenial ini pun akan buat membuka warung makan gratis utk kaum dhuafa, kegiatannya ini akan mereka lakukan setiap minggu dengan donasi dari teman teman pengusaha. Saat ini mereka tidak melakukan program penggalangan dana, karna dana bersifat sensitif untuk itu mereka hanya menerima donasi berupa barang kebutuhan saja.

Jika anda tergerak untuk melakukan hal yang sama, atau ingin berpartisipasi untuk mendonasikan barang kebutuhan, anda dapat menghubungi akun instagram @millenialtanpanama. Disana anda dapat saling berbagi informasi tentang aksi sosial ini. Semoga dengan semakin banyaknya orang yang peduli kita dapat melewati pandemic ini dengan baik bersama-sama.

Penulis : Annette Thresia Sini Suka

Dokumentasi: Millenial Tanpa Nama