Mengenal Apa itu Starlink, Satelit Milik Elon Musk yang Resmi Masuk Indonesia

97

Starlink yang merupakan satelit milik Elon Musk sudah masuk dan beroperasi ke wilayah Indonesia. Namun bukan untuk melayani pelanggan ritel, tapi layanan perusahaan starlink digunakan keperluan internal Telkom Group.

Satelit Starlink telah mendapatkan izin beroperasi di Indonesia. Hak Labuh Satelit Khusus Non-Geostationer (NGSO) Space Exploration Technologies Corp (Starlink) telah diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

Kepada CNBC Indonesia, Menteri Kominfo Johnny Plate menyatakan pihaknya telah memberikan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer kepada Telkomsat untuk penyelenggaraan jaringan tetap tertutup satelit Starlink.

Sebelumnya, layanan internet Starlink telah tersedia di beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Spanyol, Denmark, Portugal, Meksiko, dan kini hadir di Indonesia.

Apa itu Starlink?

Mendengar Starlink mungkin masih asing bagi sobat kover, Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit luar angkasa yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan luar angkasa swasta SpaceX.

Proyek ambisius SpaceX ini dikembangkan untuk membangun jaringan internet yang saling terhubung dengan ribuan satelit dan dapat menyediakan internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Melansir Cnet, Starlink adalah nama jaringan satelit orbital yang pengembangannya dimulai pada 2015. Dengan satelit prototipe pertama diluncurkan ke orbit pada 2018 lalu dan sejak saat itu ribuan satelit telah diletakkan di orbit rendah Bumi.

Starlink ingin menjual layanan akses internet pada masyarakat di daerah pedesaan. Selain juga bagian lain dunia yang belum memiliki akses broadband berkecepatan tinggi.

Starlink sangat cocok untuk area di dunia di mana konektivitas biasanya menjadi tantangan,” tulis Starlink pada situs webnya.

“Tidak terbatas infrastruktur darat tradisional, Starlink bisa memberikan internet broadband berkecepatan tinggi ke lokasi di mana akses tidak bisa diandalkan atau sama sekali tidak tersedia”.

Laman We Forum menuliskan satelit orbit rendah Bumi atau low-earth orbit (LEO) merupakan teknologi untuk merevolusi internet. LEO jadi jawaban untuk internet dapat tersedia di wilayah-wilayah pedalaman.