Meghna Sharma Berkarya Lewat Desain

284

Cantik, muda dan inspiratif sangat layak diungkapkan untuk Meghna Sharma si desainer muda kelahiran 6 November 1995. Pasalnya lewat tangan dan jari lentiknya, sudah banyak karya baju yang di desainnya. Apalagi Kover Magazine baru saja menggunakan hasil desainer baju Meghna Sharma di edisi 113 dengan menampilkan cover depan majalah Kover Magazine.

Memiliki kecintaan di dunia desainer sejak berusia delapan tahun, wanita yang akrab disapa Meghna ini pun bercerita secuil history-nya di dunia desainer. “Saya sudah suka dunia designer itu waktu saya duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) kelas tiga. Saya punya boneka Barbie, Teddy Bear dan jenis lainnya itu biasanya kan bisa dibongkar pasang bajunya, nah itu saya minta orang tua buat beli kain sesuai warna yang saya pesan. Lalu untuk jenis model desain bajunya, itu saya sendiri yang olah dan permak model dan motifnya”, ucap Meghna

Sangking seriusnya ingin mendalami dunia desainer, Meghnan juga mengikuti sekolah khusus desainer selama setahun. Ia juga mengaku, bahwa kedua orang tuanya sangat support dengan ia terjun ke bisnis desainer. “Papa dan Mama itu sudah tau saya sejak kecil suka bongkar pakaian Barbie dan koleksi boneka saya lainnya. Itu sebabnya, mereka langsung menyekolahkan saya di sekolah desainer”, pungkas anak dari Monisha Sharma dan Sunil. Terlihat memang support yang kuat dari kedua orangtua Meghna ketika mendampingi Meghna untuk mengunjungi kantor Kover saat berkenalan.

Pendidikan terakhir  dan gelar yang didapat wanita kelahiran  6 November 1995 ialah Degree of Fashion Design di Management Development Institute of Singapore. Meghna juga pernah menampilkan karya desainernya di Singapore Fashion Week 2017. Ia mengaku sangat banyak ilmu yang ia dapat selama sekolah disana.

“Di Management Developmet Institute of Singapore ada banyak ilmu dunia fashion desainer yang saya dapatkan. Mulai dari pemahanan warna, bakal bahan, serta trend-trend fashion yang berkembang dari masa ke masa. Saat itu saya berpikir, ini akan sangat bermanfaat apabila saya bawa ke Medan untuk melakukan sesuatu fashion design yang inovatif”, tutur Meghna

“Apalagi keluarga saya berasal dari etnis India maka sudah saatnya bagi saya melestarikan suku adat dan etnis tersebut melalui desain-desain yang bercorak dan bermotifkan etnis India”, tambahnya.

Dirinya juga pernah mengisi sampul depan majalah Kover Magazine di tahun 2015 dan ia mengaku bangga saat itu. Menurutnya majalah Kover Magazine yang sudah berdiri 10 tahun, merupakan media besar yang sampai saat ini tetap konsisten mengulas rubrik Lifestyle dan Fashion yang ada di Medan.

Baca Juga:  Thank You Prof. Sarah Gilbert, pahlawan wanita di balik vaksin Astra Zeneca!

Menariknya lagi, saat ini Meghna Sherna baru saja terpilih menjadi Puteri Indonesia mewakili Sumatera Utara di tahun 2020 nanti. Pemilihan Puteri Indonesia Sumatera Utara yang diadakan setiap setahun sekali ini sangat kompetitif, pasalnya puteri – puteri Sumut yang ikut tidak hanya bermodalkan kecantikan, namun memiliki intelektual yang diperhitungkan.

Meghna yang tampil memukau dalam balutan gaun indah berjalan dengan anggun seakan-akan sudah terbiasa berjalan di runway. Berdiri dengan pose yang percaya diri, tenang dan penuh kontrol, Meghna menjawab pertanyaan yang dilempar padanya pada sesi tanya-jawab dalam bahasa Inggris yang fasih. Walau demikian, dengan takjub dan penuh haru, Meghna menerima mahkota dan selempang pertanda ia mewakili Sumatera Utara di kanca nasional nantinya dalam Pemilihan Puteri Indonesia 2020. Wanita yang memiliki hobby membaca ini juga sudah menyiapkan planning-planing kedepannya, sebab ia tak ingin mahkota yang di kepalanya saat ini hanya menjadi hiasan di lemari kacanya.

“Sudah banyak planning yang saya rancang, salah satunya melalui penggunaan kantong keranjang yang ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Ini memang terlihat planning yang klasik dan sudah ada sejak dahulu, namun kita sering tidak fokus dalam menjalaninya, maka kali ini saya juga sudah menciptakan beberapa kantong keranjang yang ramah lingkungan. Ini issue yang serius di dunia, maka tak ada lagi alasan kalau tidak dari sekarang saya akan menggalakkan kampanye tentang penggunaan tas keranjang yang ramah lingkungan”, tutup wanita yang hobby membaca itu.

Penulis: Vicky Siregar, Fotografer: Vicky Siregar, Harris Wianda