Komunitas Medan Osoji Club, Ajak Masyarakat Bebaskan Medan dari Sampah

221

Penulis         : Ade Syaputra
Fotografer   : Dokumentasi Pribadi

Sebutan Medan kota terkotor dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada penyerahan Adipura 2018 lalu menjadi sebuah tamparan yang pedas untuk seluruh warga di kota Medan. Hal ini terjadi karena masih rendahnya sifat kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Fenomena yang tidak mengenakkan itu menjadi dasar niatan Atsuro Atsuhiro Tsunoda seorang warga negara Jepang yang melihat keadaan kota Medan yang masih dikotori dengan sampah. Akhitnya bersama sekelompok  pemuda yang tergerak  untuk mengajak masyarakat agar  membuang sampah pada tempatnya. Niatan baik tersebut ternyata berkepanjangan hingga memunculkan gagasan untuk membuat sebuah komunitas peduli lingkungan bernama Medan Osoji Club.

Dengan banyaknya sampah yang berserakan di tempat- tempat tersebut, Atsuhiro Tsunoda merasa gerah, karena dia merasa di negaranya sendiri sampah-sampah tidak ada yang berserakan seperti yang ada disini, oleh karena itu dia termotivasi untuk melakukan bersih-bersih yang dimulai dari tempat umum seperti Lapangan Merdeka Medan.

MOC biasa singkatan yang selalu digaungkan ini awalnya beranggotakan orang-orang berkebangsaan Jepang ataupun masyarakat  lokal yang punya ketertarikan dengan negara jepang khususnya budaya bersih-bersih mereka. Namun semakin berkembangnya MOC, anggota dan relawan sudah berasal dari berbagai golongan. MOC sudah yang sudah berdiri sejak november 2018 ini beranggotan puluhan relawan aktif. Kata Osoji yang diambil dari bahasa Jepang artinya bersih-bersih. kata ini cocok bagi sebuah komunitas yang selalu mengadakan kegiatan peduli lingkungan.

Liliy Padma selaku wakil ketua MOC mengatakan,” tujuan utama komunitas ini tak sedekar memungut sampah. Melalui kegiatan ini kita berharap agar masyarakat yang terbiasa membuang sampah sembarangan dapat lebih sadar lagi untuk menjaga kebersihan dan kepeduliannya terhadap lingkungan.” Ia juga menegaskan bahwa kesadaran untuk menjaga lingkungan harus ditumbuhkan dalam diri masing-masing orang, “Medan ini masih banyak sampah berserakan. Jadi butuh kesadaran masing-masing orang untuk menjaga kebersihan lingkungan kita. kenapa kita tidak bisa seperti negara Jepang yang bersih dan terbebas dari sampah,” ucap wanita yang juga masih berdarah Jepang ini.