JUNOT HUTABARAT: HASRAT DALAM ULOS

MEMANDANG MASA DEPAN

Positif dan antusias, adalah energi yang dirasakan tim Kover dari Junot saat berbincang mengenai rencana-rencana ke masa depan. Junot ingin mengembangkan brandnya, Volume Indonesia menjadi produk ready to wear yang bisa merambah pasar nasional bahkan internasional. Junot mengatakan merilis produk ready to wear punya tantangan-tantangan baru, karena harus menciptakan desain yang cukup simple untuk bisa digunakan lebih umum, namun harus unik dan memikat agar akhirnya dibeli oleh masyarakat. “belum lagi membuka beberapa stores, atau membangun retailers, dan sebagainya. Saya harus banyak belajar marketing juga,” kata Junot. 

Junot juga berpesan pada generasi-generasi muda, terlebih yang memiliki minat pada dunia fesyen untuk terus berkarya, percaya dan mengejar mimpinya. “Yang paling aku tekankan buat kita semuanya adalah tetap bersemangat. Jangan lupa, materi, yes itu sangat mendukung proses sebuah bisnisnya berlangsung. Namun materi bukanlah sasaran utama untuk menjalankan bisnis” ucap Junot. 

 

“SAYA SUKA ART, SAYA SUKA TATO”

Tidak luput dari pandangan, tim Kover bertanya tentang tato-tato yang tergambar di lengan Junot dan bahunya. “Saya suka art, saya suka segala sesuatu yang berhubungan dengan art, termasuk tato. Ini hasil negosiasi saya dengan mama saya” ucap Junot sembari menunjukkan tato yang ada di tangan kanannya. “Aku bakal selesaiin S1nya tapi aku harus punya tato…gitu” kata Junot sambil tertawa saat mendeskripsikan tatonya yang menggambarkan sentimeter melingkar di tangannya yang mengisyaratkan keteguhan Junot untuk menjalani profesi ini –sebagai desainer fesyen- sampai kapanpun dan dengan sepenuh cinta. 

Penulis : Vira

Pewawancara : Annette Thresia Ginting

Editor : Elsa Malona Silitonga