GREYSIA POLII & APRIYANI RAHAYU BERIKAN MEDALI EMAS PERTAMA UNTUK INDONESIA

Cerita Greysia Polli Yang Sempat Ingin Menggantung Raketnya

Greysia Polii dari Indonesia ingin berhenti dari bulu tangkis lima tahun lalu, tetapi pasangan berwajah segar telah memberinya kesempatan hidup baru dan membawa mereka ke final Olimpiade.

Sebelumnya, Polii dan mantan rekannya Meiliana Jauhari pernah dikeluarkan dari Olimpiade London 2012 karena sengaja kalah dalam pertandingan grup untuk mengamankan hasil imbang yang lebih menguntungkan di babak sistem gugur. Lalu, Polii siap untuk berhenti dari olahraga pada tahun 2016 setelah pasangannya sebelumnya Nitya Krishinda Maheswari membutuhkan operasi lutut menyusul kekalahan perempat final pasangan itu di Olimpiade Rio.

Namun, pasangan yang awalnya mungkin tidak terlalu diunggulkan itu, Polii, 33, dan Apryani Rahayu yang 10 tahun lebih muda darinya, semerta-merta menjadi black horse setelah mengalahkan Lee So-hee dan Shin Seung-chan dari Korea Selatan 21-19, 21-17 pada hari Sabtu. Ini menghantarkan mereka ke final dimana medali emas ganda putri  sudah berada di depan mata mereka.

Namun pelatihnya membujuknya untuk tetap bertahan dan bekerja sama dengan bintang yang sedang naik daun, Rahayu, dan keputusan itu membuahkan hasil. “Dia masih sangat muda, baru masuk tim nasional, dan saya pun lalu merasa ‘oh my god, saya harus berlari lagi selama empat tahun lagi’,” kata Polii tentang pasangan juniornya. 

 

“Saya rasa saya pun mempunyai ingin untuk meneruskan ini hari demi hari, waktu demi waktu. Dia  benar-benar ingin menjadi juara.” Rahayu menggambarkan Polii sebagai “teladan saya”, dan mengatakan veteran itu tidak perlu banyak dibujuk untuk kembali pada rencana pensiunnya. “Saya terus mengatakan padanya ‘jangan berhenti — main saja dengan saya’,” kata Rahayu. “Tapi Greysia sendiri merasa yakin melalui kerja kerasnya, motivasinya, gritnya, dan keinginannya untuk menjadi juara.”