7 Fakta Mengejutkan Tentang Salju yang Mungkin Belum Pernah Diketahui!

Liburan ke negara yang memiliki empat musim memang memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, ada salah satu musim yang tidak ada di Indonesia yakni musim dingin. Bisa dibilang, bagi wisatawan Indonesia khususnya, musim dingin inilah yang paling ditunggu-tunggu. 

Meski suhu dinginnya terasa menusuk hingga ke tulang, banyak orang yang rela memakai pakai berlapis demi merasakan sensasi salju secara langsung. Salju yang memenuhi kota terlihat memikat dan jadi incaran wisatawan. Nah, tahukah sobat kover, di balik keindahan salju yang menjadi tujuan para wisatawan ternyata menyimpan sejumlah fakta mengejutkan. Apa saja itu? Check disini!

Salju Tidak Berwarna Putih

Saat menonton sejumlah film atau drama yang memiliki pemandangan keindahan salju, pasti kamu akan melihatnya memiliki warna putih yang bersih, bukan? Mengutip Snoblox-snojax, warna salju sebenarnya ditentukan oleh jenis partikel yang membentuk kepingan salju.

Misalnya, salju yang turun di daerah perkotaan cenderung berwarna abu-abu karena mengandung lebih banyak polusi, dibandingkan salju yang turun di pedesaan. Kristal es ini menangkap apa pun yang bersamanya di udara.

Salju Bisa Memiliki Warna Mencolok

Tahukah anda bahwa salju juga bisa memiliki warna-warna mencolok seperti merah muda, oranye, kuning, atau hijau. Laman Almanac mengatakan, salju mungkin mengandung debu atau alga yang memberikan warna berbeda tersebut.

Salju berwarna oranye turun di Siberia pada tahun 2007. Lalu, salju berwarna merah muda (salju semangka) menutupi Krasnodar Rusia pada tahun 2010. Selain itu, salju semangka juga umum ditemukan di pegunungan dan memiliki aroma yang manis, tetapi bukan untuk dimakan karena bisa bikin sakit.

Sebagian Besar Salju Terdiri dari Udara

Baca Juga:  Catat! Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum ke Bangkok

Sekitar 90 persen salju adalah udara, sehingga salju merupakan isolator yang sangat baik. Mengutip BBC Earth, inilah alasannya banyak hewan yang menggali lubang jauh ke dalam salju selama musim dingin untuk hibernasi.

Kepingan Salju Tidak Selalu Jatuh Perlahan

Potret salju di film-film umumnya terlihat turun dengan lembut. Ternyata, faktanya salju tidak selalu jatuh perlahan. Kepingan salju dapat jatuh dengan kecepatan hingga 9 mil per jam.

Chionophobia, Ketakutan Akan Salju

Banyak orang yang terpukau dengan salju, tetapi ada juga yang justru takut. Ketakutan akan salju itu disebut Chionophobia. Kata Chion berasal dari kata Yunani untuk salju. Ketakutan ini adalah terjebak dalam longsoran salju atau terkubur di bawah salju. Sama halnya dengan ketakutan pada air.

Salju Menetes dengan Keras

Laman Tyrol mengatakan, kamu dapat dengan jelas mendengar salju turun. Seberapa keras suaranya tersebut bergantung pada intensitas dan kekuatan angin. Sepuluh desibel biasanya diperkirakan untuk suara salju yang turun dengan tenang, yang setara dengan volume pernapasan normal. Pada saat yang sama, area sekitarnya menjadi lebih tenang karena suara dipantulkan oleh kristal es dan menghilang lebih cepat.

Kepingan Salju Tidak Benar-Benar Sama

Terakhir, ternyata bentuk salju yang heksagonal atau segi enam terbentuk secara alami mengikuti molekul air yang mengikat diri saat terbentuk di awan. Meski dasarnya sama, sejauh ini belum ditemukan dua kepingan salju yang identik.

Kepingan salju membentuk berbagai bentuk karena setiap butirannya melewati suhu dan kelembapan yang berbeda, sehingga menghasilkan bentuk pola kristal yang unik.