Digital Detox, Cara Ampuh Agar Bisa Lebih Bahagia

106

Medan, Kovermagz – Pernah merasa kesepian ditengah hiruk pikuknya update-an disosmed? Terkadang kita tidak sadar, hidup kita seokah-olah hanya terpaku pada telepon pintar yang ada digenggaman.

Meski kadang menghibur dengan semua informasi didalamnya, mungkin kamu boleh coba untuk menghentikan sejenak penggunaan teknologi dengan cara Digital Detox. 

Faktanya, jika kita menggunakan perangkat teknologi secara berlebihan, hal ini akan memicu stress, mengganggu kualitas tidur seseorang, meningkatkan masalah kesehatan mental, dan lebih parahnya dapat mempengaruhi work-life balance, yang akhirnya menimbulkan perbandingan sosial dan bahkan bisa membuat seseorang merasa menjadi lebih tertinggal.

Jika kondisi-kondisi yang sudah disebutkan tersebut sudah dialami dalam diri seseorang, yang dapat dilakukan untuk sedikit meredakan kondisi tersebut adalah dengan mencoba melakukan pemberhentian penggunaan smartphone dalam beberapa waktu.

Mengapa Digital Detox penting dilakukan?

Ilustrasi penggunaan smartphone (Unsplash)

Digital Detox dianggap sebagai salah satu cara untuk fokus pada interaksi sosial yang nyata tanpa ngangguan. Mirip seperti detoksifikasi tubuh, Digital Detox sengaja dibuat agar memiliki manfaat untuk sedikit mengurangi dampak stress, stimulasi berlebihan, serta perilaku kompulsif terkait dengan penggunaan teknologi.

Lalu, bagaimana cara menjalankannya?

1. Tentukan periode detox

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tentukan berapa lama kamu ingin berhenti menggunakan pemakaian smartphone. Setiap orang mungkin mempunyai kondisi yang berbeda-beda. Ada yang merasa beberapa minggu saja sudah cukup, atau mungkin ada juga yang harus berbulan-bulan menjalankannya.

Tanyakan kediri sendiri berapa lama tubuhmu harus memberhentikan penggunaan smartphone agar kondisi mental kembali membaik.

2. Menahan keinginan untuk mengakses sosmed

Berat memang rasanya ketika menjalankan Digital Detox pada orang yang sudah menjadikan penggunaan smartphone sebagai habit atau kebiasaannya sehari-hari.

Ketika awal dijalankan, sistem saraf tubuh harus beradaptasi dengan kebisaan baru dan ini cukup sulit. Untuk mengatasinya, cobalah cari kegiatan menarik untuk dapat mengisi waktu seperti berjalan-jalan, menekuni olahraga yang disukai, atau sekedar berjalan-jalan santai.

3. Matikan notifikasi 

Notifikasi yang terus menerus muncul memang cukup menyita perhatian. Cukup nyalakan notifiksai pada aplikasi yang benar-benar penting.

Setidaknya, dengan mematikan notifikasi kecenderungan untuk terus mengecek layar smartphone akan berkurang.

4. Filter apa yang ingin dilihat dimedsos

Setelah membatasi pengguaan dan akses smartphone, kamu bisa coba untuk memfilter apa saja yang masih pantas kamu lihat ditampilan medsosmu.

Orang-orang toxic yang tidak menyenangkan bagimu boleh sekali kok untuk dihapus dari daftar pertemanan medsosmu. Selain tidak mendatangkan manfaat apa-apa, melihat orang-orang toxic disosmed hanya akan menguras energi.

Sebenarnya, ada banyak sekali manfaat dari Digital Detox bagi kesehatan mental seseorang. Tak hanya sebagai self-healing dengan menghilangkan stress, Digital Detox juga dapat membuatmu lebih peka terhapa dunia sekitar, karena fokusmu tidak lagi dicurahkan pada smartphone dalam genggaman.

Penulis: Jehan Erwita

Sumber: Kompaslifestyle, Liputan6lifestlye.