Akbar Himawan Buchari : Titik Awal Kesuksesan, Bangkit dari Masa Kritis

284

Penulis : Wantina Magdalena Sianipar |Fotografer: Parada Muktadir Siregar

Pengusaha baik adalah yang mampu survive di saat masa kritis dan mampu memegang kepercayaan baik pihak pemerintah, masyarakat, dan bank.

Namanya sudah tidak asing lagi di telinga para pengusaha muda. Di usia 30 tahun, sosoknya sangat layak diperhitungkan di dunia bisnis dan politik untuk melenggang sebagai pemimpin. Akbar Himawan Buchari, pria kelahiran Medan, 25 November 1988 ini telah lama menekuni dunia bisnis terutama properti sejak dirinya berada di bangku sekolah.
Ditinggalkan sang ayah sejak usia 10 tahun, Akbar sudah belajar untuk mandiri sejak kecil dan menekuni usaha peninggalan orangtuanya berupa perusahaan transportasi. Melalui bantuan saudara ayahnya, dirinya banyak diajarkan bagaimana mengelola perusahaan dan belajar mengenai dunia bisnis.

Perusahaan transportasi yang merupakan peninggalan ayahnya adalah modal utama sebelum dirinya menekuni dunia properti. Kuliah di Universitas Islam Sumatera Utara dengan jurusan hukum lantas membuatnya tidak beralih ke dunia hukum namun sebagai bekal untuk dirinya dalam mengelola bisnis dan organisasi yang ditekuninya.

“Saya menggeluti ini sejak tahun 2003 dimana saya masih duduk di bangku sekolah hingga
saya kuliah. Modal pertama saya melangkah memasuki dunia bisnis itu perusahaan transportasi keluarga sebelum menjajaki perusahaan properti di tahun 2009.” Pungkasnya.
Menjajaki dunia properti bukanlah hal yang mudah, di masa kuliahnya dia pernah mengalami kegagalan ketika memulai bisnisnya. Saat itu ia mencoba untuk membuat sebuah perumahan dengan sistem keuntungan berbagi dengan temannya. Mengajak teman – temannya untuk bergabung dengan proyeknya bukanlah hal mudah.

Sistem manajemen yang kacau, keterbatasan anggaran, marketing yang kurang baik, dan
kekurangpahaman mengenai anggaran menjadi kendala utama dalam memahami bisnis di awal usaha propertinya. Kendala – kendala inilah yang sempat membuat proyek perumahannya vakum selama 1-2 tahun.

Akbar cukup banyak belajar melalui kegagalan itu. Hingga ahkirnya melewati masa 1-2 tahun, ia bangkit dari keterpurukannya dan berhasil melanjutkan proyek perumahan hingga berhasil dijual kepada masyarakat.

Tidak hanya sekali, ia juga mengakui kegagalan kedua yang ia lewati adalah saat pertama kali pembangunan Hotel Saka di Ringroad. Ia mengakui bahwa ruang dalam pembuatan hotel terlalu banyak memakan space , kurang efesiensi dalam penataan ruang membuatnya kembali harus belajar dari pengalaman.

Sekalipun pernah gagal namun itu tidak menghentikan langkah Akbar dalam merencanakan usaha properti yang lebih luas, yakni dalam bidang mall dan apartement.
“Kedepan nanti saya sudah berencana untuk mengembangkan properti dalam bidang mall dan apartemen.” Terangnya.

Baca Juga:  HANNA PAGIET: PEREMPUAN DAN MUSIK

Ketertarikannya di dunia properti bukan tanpa alasan selain lebih menguntungkan kebanyakan tokoh pebisnis yang sukses berasal dari properti salah satunya Donald Trump.
Namun dari keseluruhannya semua pebisnis sama. Mereka semua harus memiliki sikap
pantang menyerah, berani mengambil resiko, dan yang paling utama adalah mampu bertahan dari masa kritis dan tetap memegang kepercayaan orang sekitar.


“ Pebisnis yang baik adalah mampu survive dari masa kritis dan mampu dipercaya.
Kepercayaan ini adalah amanah yang perlu dijaga. Sehingga sekalipun kita jatuh dan berusaha bangkit kita masih punya modal kepercayaan untuk membangun dari awal. Kepercayaan ini bisa dari bank, pemerintah, maupun masyarakat.” Jelasnya.
Seorang Ketua Menjalani hidup sebagai seorang pemimpin bukanlah mudah, sebagai kepala keluarga, pemimpin perusahaan, pemimpin organisasi hingga berada di partainya sekarang, yakni Golkar.Waktu yang padat dijalaninya dengan santai, tanpa beban. Ia merasa mendalami kesemuanya menjadi bagian dari hidup dan tujuan yang ia jalani. Salah satunya sebagai Pembina di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, dirinya dulu pernah menjabat sebagai ketua. Semasa memimpin hingga menjadi pembina baginya HIPMI adalah wadah yang tepat baginya untuk belajar dan berelasi dalam pengembangan ilmu bisnisnya. Suasana kreatifitas dalam menciptakan usaha baru bagi para pengusaha muda membentuk solidaritas yang kuat dengan sesama pebisnis.

Saat ini dirinya tengah menekuni cabang olahraga sepeda. Terpilih menjadi Ketua Ikatan
Sepeda Seluruh Indonesia(ISSI) di Medan membuatnya memberikan atensi yang lebih pada bidang ini. Di rasanya banyak sekali potensi atlet di Medan ini yang perlu didukung dan diberi tempat untuk berlatih. Visinya saat ini adalah ingin mengembalikan kejayaan sepeda seperti 40 atau 50 tahun lalu sebagai pemenang di tahun 2024 mendatang. Sumatera Utara nantinya akan terpilih menjadi tuan rumah acara Pekan Olahraga Nasional (PON) Indonesia di tahun 2024.

“ Saya hanya ingin mengembalikan kejayaan bersepeda seperti 40 hingga 50 tahun lalu.”
Jelasnya. Selain aktif di bidangnya sebagai ketua ISSI, Akbar Buchori juga aktif pada hobinya yang suka balapan sebagai driver Rally. Prestasi sebagai Atlet Rally nasional diukirnya, berbagai penghargaan