Andri Yadi: Terlilit Utang Ratusan Juta, Bangkit Lewat TikTok

Banyak orang menganggap kesuksesan di media sosial datang dari modal besar atau koneksi. Andri Yadi membuktikan sebaliknya. Pria yang pernah bekerja sebagai office boy ini mengaku bangkit dari lilitan utang ratusan juta rupiah lewat TikTok. 

Kisah Andri Yadi menarik bukan hanya karena angkanya, tetapi karena jalannya penuh jatuh bangun, termasuk saat fitur belanja TikTok ditutup pada 2023. Berikut perjalanan lengkapnya sebagai kreator affiliate.

Siapa Andri Yadi?

Andri Yadi dikenal di TikTok dengan nama akun Andriyadishow. Menurut Kontan, ia pernah bekerja sebagai office boy, lalu melanjutkan karier sebagai koordinator sales marketing di sebuah perusahaan.  Penghasilannya saat itu setara upah minimum regional, sebagaimana dilaporkan Banten Raya.

Hidupnya tidak mudah. Andri sempat menjadi korban penipuan hingga terlilit utang ratusan juta rupiah. Dengan gaji UMR, melunasi utang sebesar itu terasa hampir mustahil. Pengalaman pahit inilah yang, menurut pengakuannya, mendorong dia mencari tambahan penghasilan. Latar belakang sederhana ini membuat ceritanya mudah dirasakan banyak orang, terutama pekerja muda yang ingin memperbaiki kondisi finansial.

Belajar dari Nol Lewat Video Tutorial

Andri mulai tertarik pada profesi kreator konten pada 2021. Dengan segala keterbatasan, ia belajar secara otodidak lewat berbagai video tutorial tentang cara menjadi kreator.  Tidak ada kursus mahal, tidak ada studio. Modalnya ponsel, kemauan belajar, dan kebutuhan yang mendesak.

Perjalanan sebagai Kreator Affiliate TikTok

Pada Juli 2021, Andri bergabung sebagai kreator affiliate dan mulai mempromosikan mi instan di TikTok. Produk murah dan dekat dengan keseharian itu menjadi pintu masuknya. Seiring waktu, kontennya berkembang ke produk lain. Ia mengaku menerima pesanan ponsel hingga ribuan unit lewat affiliate TikTok, dengan omzet miliaran rupiah dalam sebulan, seperti dikutip Sindonews dan Kontan.

Sebagai catatan, omzet berbeda dengan laba bersih. Angka miliaran itu adalah nilai penjualan menurut pengakuan Andri, bukan jumlah yang masuk ke kantongnya.

Tonggak Penting dalam Kariernya

Mempekerjakan lima teman. 

Di tengah masa sulit saat banyak orang kehilangan pekerjaan, Andri merekrut lima temannya untuk membantu membuat konten penjualan secara kreatif, menurut Banten Raya.

Berbagi dengan sekitar. Sindonews melaporkan Andri membantu anak dari salah satu keluarga timnya yang membutuhkan ponsel untuk belajar jarak jauh. Ia juga mengaku membeli dua hektare tanah dan rumah untuk orang tuanya.

Bertahan saat TikTok Shop tutup. Awal Oktober 2023, fitur belanja di TikTok ditutup. Dampaknya terasa: Andri harus mengurangi jumlah karyawan dan pulang ke kampung halamannya di Desa Aji Kagungan, Lampung Utara.

Bangkit bersama ShopTokopedia. Setelah kemitraan TikTok dan Tokopedia diumumkan pada Desember 2023, Andri kembali berjualan lewat LIVE. SWA mencatat ia bahkan siaran langsung di pinggir kali atau hutan di desanya demi mendapatkan sinyal internet yang stabil.

Apa Itu Kreator Affiliate TikTok?

Agar kisah Andri Yadi mudah dipahami, berikut cara kerja affiliate. Menurut Bisnis.com, kreator mempromosikan produk milik penjual lewat video yang dilengkapi ikon keranjang kuning. Setiap kali penonton membeli lewat keranjang itu, kreator mendapat komisi selama produknya masuk program afiliasi TikTok. 

Untuk mendaftar, kreator perlu akun TikTok Shop dan memenuhi syarat dari platform.

Artinya, kamu tidak perlu punya barang sendiri. Yang dibutuhkan adalah kemampuan membuat orang percaya pada produk yang kamu tawarkan.

Pelajaran dari Kisah Andri Yadi

Berani memulai. Andri menyebut keberanian mencoba sebagai syarat pertama menjadi kreator affiliate.

Konsisten dan mau belajar. Ia menekankan pentingnya konsistensi serta belajar dari kesalahan, seperti dikutip SWA.

Jangan bergantung pada satu platform. Penutupan fitur belanja 2023 menunjukkan betapa rentannya bisnis yang bertumpu pada satu kebijakan platform.

Bagikan ilmunya. Andri ingin memberi pelatihan bagi warga di pelosok desa, karena menurutnya pekerjaan kreator affiliate bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Mengapa Kisah Andri Yadi Layak Dibaca Kreator Pemula

Ada tiga alasan kisah ini relevan. Pertama, Andri memulai dari produk murah yang mudah dijelaskan, yaitu mi instan, sehingga hambatan penonton untuk membeli lebih rendah. 

Kedua, ia belajar sambil berjalan dan tidak menunggu peralatan sempurna. Ketiga, ia berani beradaptasi ketika aturan platform berubah, dari mengurangi tim hingga kembali berjualan lewat LIVE dengan fasilitas seadanya.

Meski begitu, laporan media yang menjadi rujukan artikel ini terbit pada 2024. Angka penjualan dan kondisi usahanya saat ini belum bisa dipastikan, jadi anggap kisah ini sebagai inspirasi, bukan janji hasil. Setiap kreator punya modal, niche, dan waktu yang berbeda.

Kisah Andri Yadi bukan jaminan bahwa semua orang akan sukses dengan cara yang sama. Namun, perjalanannya menunjukkan bahwa kemauan belajar dan ketekunan bisa membuka jalan dari titik yang sangat sederhana. 

Dari office boy, lilitan utang, hingga penutupan fitur belanja, Andri memilih bertahan dan terus mencoba. Itulah benang merah yang membuat ceritanya layak dibaca. Kalau kamu sedang mempertimbangkan terjun ke dunia konten, apa langkah pertama yang akan kamu ambil? Tulis di kolom komentar.