
Siapa Lennart Karl? Ia adalah gelandang serang Bayern Munich berusia 18 tahun yang menjadi pemain Bayern termuda yang mencetak gol di Liga Champions, pada usia 17 tahun 242 hari. Namanya melesat dalam waktu singkat. Sebelum ulang tahun ke-18, ia sudah tampil sebagai starter lima kali di Liga Champions dan 11 kali di Bundesliga. Bagaimana perjalanan karier Lennart Karl bisa secepat ini, dan mengapa Real Madrid hingga PSG mengincarnya? Simak kisah lengkapnya.
Siapa Lennart Karl dan Apa Posisinya
Karl lahir pada 22 Februari 2008 di Frammersbach, Jerman. Ia berkaki kiri, bertinggi 1,68 meter, dan mengenakan nomor punggung 42. Posisinya sebagai gelandang serang, namun FotMob juga mencatatnya sebagai sayap kanan. Soal nomor 42, Karl mengaku menganggap nomor 46 membosankan, lalu meminta nomor 42 saat memperpanjang kontrak.
Awal Karier dari Frankfurt ke Bayern Campus
Karl memulai di akademi Eintracht Frankfurt. Saat masih berstatus pemain muda Frankfurt, ia sempat punya kontak intens dengan Real Madrid, tetapi tidak jadi pindah ke sana. Lewat Viktoria Aschaffenburg, ia akhirnya masuk Bayern pada 2022. Di Bayern Campus, ia naik ke tim senior lewat performa di tim U17 dan U19.
Berseragam Timnas Junior Jerman
Karl juga tumbuh lewat jalur tim nasional usia muda. Ia pernah membela Jerman di level U15 dan U16, lalu tampil di Euro U17 di Albania pada musim panas 2025. Kini ia tercatat sebagai pemain timnas U21 Jerman.
Debut Profesional dan Musim Terobosan
Karl debut profesional untuk Bayern pada Juni 2025 dan menjadi anggota tetap tim utama sejak musim 2025/26. Peluang terbuka karena situasi tim. Absennya Jamal Musiala dalam waktu lama pada paruh pertama musim membuka jalan bagi Karl, dan ia memanfaatkannya di bawah pelatih Vincent Kompany. Kompany pun memberi dukungan. Ia menyebut Karl tampil sangat baik dan menepis anggapan bahwa kembalinya Musiala akan memangkas menit bermainnya.
Gaya Bermain dan Kekuatan Utama
Bayern menggambarkan Karl sebagai dribbler sekaligus finisher di sepertiga akhir lapangan. Gol-gol jarak jauhnya menjadi ciri khas. Posisi gelandang serang dan sayap kanan membuatnya fleksibel bagi pelatih di lini depan.
Rekor Pencetak Gol Termuda Bayern di Liga Champions
Momen terbesarnya datang di Eropa. Gol ke gawang Club Brugge pada 22 Oktober 2025 menjadikannya pencetak gol termuda Bayern di Liga Champions. Menurut Goal.com, gol itu juga membuatnya menjadi pencetak gol Jerman termuda dalam sejarah Liga Champions, dan para suporter Bayern memilihnya sebagai gol terbaik bulan Oktober. Ia mencatat rekor domestik juga. Karl menjadi pemain Bayern pertama yang terlibat langsung dalam setidaknya lima gol Bundesliga sebelum berusia 18 tahun.
Statistik dan Trofi Musim 2025/26
Angkanya mengesankan untuk remaja seusianya. Karl mencetak sembilan gol dan memberi tujuh assist dalam 39 laga musim 2025/26, saat Bayern menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal.
Nilai Pasar yang Terus Naik
Nilai pasarnya ikut melonjak, meski angkanya berbeda antar situs. FotMob mencatat sekitar €35,3 juta pada Maret 2026, sedangkan Flashscore mencantumkan €61,3 juta. Keduanya adalah estimasi pihak ketiga, bukan angka resmi klub.
Diincar Real Madrid, Barcelona, dan PSG
Prestasi itu menarik klub-klub besar. Real Madrid sering dikaitkan dengannya, Barcelona kerap disebut, dan Paris Saint-Germain dikenal sebagai peminat. Bayern berusaha mempertahankannya. Kontraknya berlaku hingga 30 Juni 2029. Direktur olahraga Max Eberl menegaskan Bayern ingin menahannya sangat lama. Menurut analisis Bavarian Football Works, Bayern tidak akan menjual Karl begitu saja, dan Real Madrid harus mengajukan tawaran sangat besar lebih dulu.
Soal kontrak baru, Fabrizio Romano melaporkan pembicaraan menuju kontrak hingga 2031 berjalan positif. Namun belum ada pengumuman resmi dari klub.
Kontroversi Pernyataan soal Real Madrid
Karl tidak lepas dari sorotan. Pada awal Januari 2026, saat mengunjungi fanclub Burgsinn 1980, ia mengaku suatu saat ingin pindah ke Real Madrid, klub impiannya, sambil berharap pernyataan itu tetap di antara mereka. Ucapan itu memicu reaksi keras.
Meski begitu, legenda Real Madrid Günter Netzer dan Bernd Schuster justru memuji keterbukaannya. Karl menjawab di lapangan. Ia mencetak dua gol saat Bayern menang 5-0 atas RB Salzburg di laga uji coba, dan dilaporkan meminta maaf setelahnya.
Dukungan Keluarga dan Adik yang Ikut Menjanjikan
Karl tidak sendirian di dunia sepak bola. Sport Bild melaporkan Bayern tertarik pada adiknya, Vincent Karl, gelandang 14 tahun di akademi Eintracht Frankfurt yang dinilai bertalenta. Kabar ini belum dikonfirmasi klub.
Ujian Cedera Sebelum Musim 2026/27
Perjalanannya sempat tersendat. Karl mengalami cedera otot pada April hingga awal Mei 2026, lalu cedera paha dari awal Juni hingga akhir Agustus 2026. Ia menegaskan tidak mau terburu-buru kembali dan menyebut keluarga serta dukungan Bayern sebagai penguat di masa sulit.
Awal Musim 2026/27 Belum Semulus Musim Lalu
Karl kini menghadapi ujian baru. Ia absen sepanjang pramusim dan baru kembali sebagai pemain pengganti pada laga pembuka Bundesliga melawan VfB Stuttgart. Ia kemudian mencetak gol saat tampil sebagai starter melawan SV Elversberg. Namun, saat menjadi starter ketiga kalinya musim ini melawan Viking di Liga Champions, ia ditarik keluar pada babak pertama dalam hasil imbang 3-3. Dalam statistik Bundesliga, ia mencatat satu gol musim ini. Fase ini wajar bagi pemain yang baru pulih dari cedera panjang.
Pelajaran dari Perjalanan Karier Lennart Karl
Untuk pembaca usia 20-an dan 30-an, ada tiga pelajaran dari kisah ini:
Berani mengambil keputusan besar sejak dini. Karl memilih pindah ke akademi Bayern, meski klub lamanya ingin menahannya.
Siap saat kesempatan datang. Ia memanfaatkan absennya Musiala untuk merebut tempat.
Naik turun adalah bagian dari proses. Setelah musim terobosan dan cedera panjang, ia kini harus membuktikan diri lagi.
Kesimpulan
Jadi, siapa Lennart Karl? Ia wonderkid yang membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang menjadi andalan klub sebesar Bayern Munich. Perjalanan karier Lennart Karl dari akademi, rekor di Liga Champions, hingga minat klub besar menunjukkan bahwa bakat dan kesempatan yang tepat bisa mengubah segalanya. Setelah musim terobosan dan cedera panjang, babak berikutnya adalah soal membuktikan konsistensi. Pantau terus perkembangannya di Bundesliga dan Eropa.


