8 Olahraga Mewah yang Paling Digemari Gen Z

Olahraga mewah kian menarik perhatian kalangan Gen Z Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Generasi muda yang dikenal dengan ketertarikannya terhadap petualangan, healing, dan gaya hidup eksklusif, kini mulai melirik berbagai jenis olahraga yang tidak hanya menantang fisik, tetapi juga mencerminkan status sosial. Mulai dari olahraga dengan perlengkapan khusus dan busana yang stylish, seperti golf dan tenis, sampai olahraga di tempat-tempat eksklusif seperti berlayar dan balap mobil. 

Tak hanya sekadar aktivitas fisik, olahraga mewah menawarkan kesempatan untuk healing di alam terbuka atau membangun koneksi di klub-klub beranggotakan kalangan prestise. Nah, lantas olahraga mewah apa saja yang digemari oleh kalangan gen Z itu? Melansir dari berbagai sumber, berikut ini tim kovermagz akan membahasnya untuk anda. 

Aerial Yoga

Yoga Aerial adalah bentuk latihan yoga yang menggunakan kain gantung alias aerial hammock untuk membantu melakukan pose-pose yoga. Ini memungkinkan kita untuk melakukan gerakan yang lebih bebas dan mendalam. Olahraga ini makin populer di kalangan Gen Z lantaran memiliki berbagai manfaat bagi fisik dan mental. Yoga Aerial membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan inti, dan postur tubuh. Latihan ini juga efektif dalam mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan memberikan rasa percaya diri.

Balap Mobil Formula 1 (F1)

Formula 1 adalah olahraga balap mobil paling prestisius dan mahal di dunia. Biaya yang dibutuhkan mencakup pengembangan mobil, teknologi canggih, logistik, dan gaji tim yang dapat mencapai miliaran dolar. Meskipun olahraga ini lebih dikenal oleh generasi sebelumnya, F1 kini mulai menarik perhatian Gen Z berkat popularitasnya di media sosial dan keterlibatan merek-merek mewah seperti Rolex dan Tommy Hilfiger.

Bersepeda

Bersepeda ternyata masuk dalam daftar olahraga mewah. Untuk menjadi seorang pesepeda profesional, dibutuhkan biaya yang besar. Sepeda balap berkinerja tinggi bisa dibanderol seharga US$10.000 hingga US$20.000 (Rp158 juta-Rp316 juta), dengan biaya tambahan untuk perawatan dan peningkatan suku cadang.

Tim balap sepeda juga harus mengeluarkan biaya untuk kendaraan pendukung, fisioterapis, ahli gizi, perjalanan, dan akomodasi saat mengikuti kompetisi seperti Tour de France. Sebuah tim balap sepeda kelas dunia bisa menghabiskan antara US$5 juta hingga US$20 juta (Rp79 miliar-Rp316 miliar) per tahun.

Equestrian 

Equestrian alias berkuda terdisi dari berbagai kategori seperti jumping dan dressage yang melibatkan performa kuda-kuda terbaik. Jumping adalah disiplin berkuda di mana kuda dan penunggang melompati rintangan yang dibuat dengan ketinggian dan jarak tertentu. Sementara dressage berfokus pada pelatihan kuda untuk melakukan serangkaian gerakan yang ditentukan, dengan menekankan kehalusan dan akurasi.

Kuda-kuda berkualitas tinggi untuk kompetisi ini bisa seharga US$500.000 hingga US$15 juta (Rp7,9 miliar-Rp237 miliar), tergantung pada pelatihan, garis keturunan, dan performanya dalam kompetisi. Selain harga kuda, biaya perawatan meliputi dokter hewan, kandang, pelatih, dan transportasi ke kompetisi internasional juga sangat mahal.

Golf

Sejak awal kemunculannya, golf memang dikenal sebagai olahraga mewah. Olahraga yang hanya dilakukan oleh bos atau petinggi suatu perusahan. Tak cuma memukul bola dengan tongkat, sambil bermain golf, orang-orang ini melakukan pembicaraan bisnis dan membangun koneksi.

Ketika golf mulai menyasar kalangan generasi muda, nuansanya langsung berubah menjadi lebih playful. Terlebih kalangan Gen Z mempopulerkan golf sebagai olahraga yang effortless luxury alias santai tapi tetap eksklusif. 

Tren ini didukung oleh sejumlah merek fesyen ternama yang meluncurkan beragam koleksi pakaian golf yang digemari anak muda. Misalnya seperti polo shirt, celana chino atau rok mini lipit, visor, bucket hat, dengan warna-warna pastel, earth tone, atau putih bersih.

Pilates

Pilates seringkali kali dianggap sebagai olahraga mahal karena memiliki beberapa alasan, yaitu:Instruktur pilates yang bersertifikat, Fasilitas di studio pilates seperti reformer, cadillac, dan pilates chair yang memerlukan investasi besar untuk membeli dan memeliharanya serta penyewaan studio pilates yang sebagian dibebankan pada peserta.

Secara umum, pilates merupakan olahraga yang berfokus untuk memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas serta memperkuat otot tubuh. Meskipun dianggap sebagai olahraga termahal di Indonesia, manfaat yang diperoleh dari pilates seringkali menarik minat banyak orang khususnya gen Z. Hal ini membuat banyak orang bersedia membayar harga yang tinggi demi mendapatkan postur tubuh dan kebugaran yang optimal.

Polo

Polo dikenal sebagai olahraga para raja. Berdasarkan sejarahnya memang diciptakan pertama kali oleh raja-raja Achaemenid di Iran. Ini merupakan olahraga beregu yang dimainkan di atas kuda dengan tujuan untuk mencetak gol ke gawang lawan. Pemain mengendalikan bola kayu atau plastik (ukuran 3-3,5 inci) menggunakan pemukul panjang yang disebut mallet. Gol dianggap sah apabila bola lewat di antara gawang ditandai dengan dikibarkannya bendera oleh penjaga gawang. 

Setiap regu polo terdiri dari empat orang pemain dengan jumlah kuda tidak terbatas. Permainan berlangsung dalam periode tujuh menit yang disebut chukka. Keseluruhan permainan dapat berlangsung antara empat sampai enam chukka tergantung pada peraturan turnamen dan asosiasi masing-masing.

Tenis

Tenis menjadi salah satu olahraga yang paling diminati oleh Gen Z di Indonesia. Menurut laporan Garmin Indonesia, tenis termasuk dalam tiga olahraga terpopuler di Indonesia pada 2024, bersama lari dan golf. 

Daya tarik tenis di kalangan Gen Z terletak pada kombinasi antara aspek kompetitif, gaya hidup sehat, dan estetika yang elegan dan sering dikaitkan dengan gaya hidup mewah. Olahraga ini juga mendapatkan sorotan melalui partisipasi selebritas seperti Luna Maya, Desta, dan Anya Geraldine, yang aktif membagikan momen bermain tenis di media sosial.