
Berbagai daerah di Indonesia banyak sekali tradisi ngabuburit. Tradisi ngabuburit sendiri sangat dekat dengan bulan Ramadan di Indonesia. Setiap daerah bahkan memiliki tradisi ngabuburit khasnya masing-masing.
Tradisi ini umumnya dilakukan pada sore hari sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba. Mengingat Indonesia memiliki banyak daerah, kegiatan ngabuburit biasanya dipengaruhi oleh kebudayaan lokal daerah. Tentunya, dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.
Penasaran seperti apa keseruan tradisi ngabuburit yang ada di berbagai daerah di Indonesia? Dilansir dari berbagai sumber, simak selengkapnya di bawah ini.
Kumbohan – Lamongan

Lewat tradisi kumbohan, masyarakat Lamongan menunggu waktu berbuka puasa dengan cara yang unik dan seru. Mereka akan berburu ikan yang “mabuk”, atau dalam bahasa Jawa Timur disebut munggut.
Tradisi ini dilakukan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya saat air sungai tengah surut. Itu karena saat surut ikan akan naik ke permukaan dan mudah ditangkap menggunakan tangan kosong atau jaring. Jenis ikan yang ditangkap cukup beragam, seperti bader, kepiting, dan udang.
Panjat Tebing – Madiun
Kegiatan ngabuburit ini adalah salah satu yang paling unik. Biasanya dilakukan oleh masyarakat Madiun, berkumpul dan bermain panjat tebing. Tradisi ini dilakukan di Stadion Wilis pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Bleguran – Betawi/Jakarta
Meski kini mulai langka, masyarakat Betawi/Jakarta pada era 70-an memiliki tradisi unik menembakkan meriam jelang waktu buka puasa. Tradisi ini dikenal sebagai Bleguran, di mana para remaja memainkan meriam tradisional yang terbuat dari bambu dengan lubang karbit atau minyak tanah.
Sebenarnya, meriam ini tidak menimbulkan ledakan yang berbahaya, tetapi menghasilkan suara dentuman yang sangat keras. Oleh sebab itu, orang-orang kerap memainkannya di lapangan terbuka atau kebun yang luas.
Adapun nama lain dari ini sering disebut bleduran, leduman, badia-badia, atau meriam sundut karena cara mainnya dengan menyundut lubang di bagian ujungnya menggunakan api.
Balap Perahu- Surabaya
Balap perahu merupakan tradisi yang biasanya ditemui di Kota Pahlawan, atau tepatnya Surabaya. Tidak sedikit warga Surabaya yang gemar menikmati waktu sebelum berbuka puasa dengan hal-hal seru dan menyenangkan.
Namun, perlu digarisbawahi, perahu yang digunakan bukanlah perahu sungguhan, melainkan perahu mini rakitan yang terbuat dari barang-barang bekas. Aktivitas balap perahu ini biasanya digelar di PantaiKenjeran Surabaya.
Mengelilingi Pulau – Bangka Belitung
Tradisi ngabuburit yang satu ini biasanya dilakukan masyarakat di Bangka Belitung. Kegiatan ini cukup populer di kalangan anak muda yang terlibat dalam organisasi Pramuka Saka Bahari.
Sesuai namanya, sembari menunggu azan magrib berkumandang, mereka akan mengelilingi pulau menggunakan perahu. Pemandangan pulau-pulau yang indah dan angin yang berembus sejuk, menjadikan momen ngabuburit semakin berkesan.


