Sedangkan pembicara untuk sesi Focus Group Discussion (FGD) juga bersumber dari tokoh-tokoh inspiratif yang sayang jika dilewatkan, seperti Togu Simorangkir, Tumpak Hutabarat, M. Faisal, Trisna Pardede, Guido, Rian Ernest, Paul Rajagukguk, Anwar Saragih, Avena Matondang, Febri Tua Siallagan, Desi Situmorang dan masih banyak lagi.
Beberapa hari sebelum acara dihelat, bahkan ada sekelompok komunitas yang sudah menginjakkan kaki di lokasi lantaran sangat antusias menyambut kegiatan dimulai. Tepat pada tanggal 28 Juni, Desa Meat dipadati pengunjung yang bertandang ke acara 1000 Tenda Kaldera Toba Festival.

Sembari menikmati pemandangan alam yang indah dan berjejaring dengan peserta lainnya, para pengunjung juga banyak mengabadikan momen dan berswafoto ria. Prayugo contohnya, memanfaatkan sunrise dan sunset sebagai objek bidikan kameranya. Menurutnya, acara ini sukses menyediakan ruang untuk kaum muda berkreasi bahkan membantu pendapatan masyarakat sekitar.
Jika siang hari puas menikmati suasana alam dan semilir angin serta mengikuti berbagai diskusi dan pelatihan, maka malam harinya seluruh peserta dimanjakan dengan penampilan musik dari para penggiat musik. Ada juga pertunjukan budaya yang mengajak penonton menari bersama sembari memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan kepada masyarakat khususnya yang berasal dari luar Pulau Sumatra.
Tumpak Hutabarat selaku Direktur Kegiatan 1000 Tenda Kaldera Toba Festival mengungkapkan harapannya menggelar acara ini yakni agar para generasi muda bisa lebih kreatif, cerdas dan kritis. “Kita berharap lewat kegiatan ini, seluruh peserta bisa membawa nutrisi pengetahuan dan hal positif yang bisa mereka aplikasikan di sekitar mereka. Kita juga berharap acara ini bisa berdampak secara pribadi buat peserta dan masyarakat luas,” tuturnya.


