Wisata Maju karena Budaya

153

SERGAI | Tubuhnya ringkih, raut wajah penuh kebijaksanaan pertanda ia lah sosok pemimpin yang berkerja tanpa pamrih.Drs. Santun Banjarnahor sudah menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Poraparbud) sejak Agustus 2016.

Perjalanan karirnya pun cukup panjang, dimulai dari tahun 1994 menjadi seorang Auditor di kota Tebing Tinggi, lalu pindah ke Tobasa melakoni jabatan sebagai inspektorat, hingga akhirnya pada tahun 2008 barulah menginjakan kaki di tanah Serdang Bedagai.

Pariwisata adalah Kebutuhan Premier yang tidak sedikit orang rela menghabiskan uang hingga puluhan juta untuk sekedar mendapatkan foto selfie terbaik. “Membahagiakan diri dengan melakukan hal-hal menyenangkan seperti selfie sudah seperti minum obat untuk menghilangkat penat,”ucap Kepala Dinas.

Berangkat dari situ, ia pun optimis bahwa pariwisata yang disentuh lewat tangan inovatif akan menjadikan peluang untuk meningkatkan pemasukan daerah. Selain melakukan promosi di dalam negeri, Malaysia dan beberapa negara asia lainnya juga sudah disambangi guna mengenalakan kemolekan negeri bertuah tanah beradat ini.

Ada empat prioritas utama yang terangkum dalam 21 peraihan target kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pertama adalah menghadirkan seratus ribu wisatawan “Kunjungan sampai saat ini sudah hampir mencapai target, tinggal sedikit lagi jadi tidak akan menjadi masalah,” tuturnya.

Pekerjaan selanjutnya adalah membangun Kampung Budaya, dimana yang harus terealisasi harus ada lima perkampungan, yang rencananya terdiri dari lima suku terbanyak saat ini bermukim di Serdang Bedagai, mulai dari perkampung Suku Jawa, Batak, Melayu dan Banjar.

Kemudian penambahan destinansi pariwisata, lalu yang terakhir membangun sarana dan pra-sarana olahraga, “Saat ini yang menjadi kendala adalah pembebasan lahan, saat pemerintah ingin membangun, lahannya malah tidak tersedia, kebanyakan tanah yang luas sudah dimiliki beberapa perusahaan sehingga susah untuk membebaskannya, Tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah berhasil membeli lahan 10 hektare untuk kantor bupati dan rumah ibadah,” jelas pria yang bercita-cita ingin menjadi Sekretaris Daerah.

Baca Juga:  Thank You Prof. Sarah Gilbert, pahlawan wanita di balik vaksin Astra Zeneca!

Tawarkan Wisata yang Berbeda

Jika disebutkan nama-nama tempat seperti Pantai Bali Lestari, Pantai Romance Bay, Pantai Cermin dan pantai lainnya yang dijamin semua akan lasung terbayang akan suasananya, sebab bukan hitungan jari lagi mengunjungi destinasi tersebut. Jika Serdang Berdagai hanya menyuguhkan pantai, hampir semua daerah punya pantai, untuk itu harus punya sesuatu yang berbeda.

“Untuk wisata yang menonjolkan kebudayaan, Sergei punya Kampung Bali Desa Pegajahan, kemudian untuk agrowisata bisa menikmati hasil pertanian jambu madu, buah naga dan lainnya,” tuturnya.

Ke depannya, kabupaten yang beribukota Sei Rampah ini akan membangun kebun binatang, yang rencananya akan melibatkan Rahmat Shah. Rencana pembangunan Kebun Binatang ini sebagai sarana hiburan dan pendidikan bagi masyarakat.

Tujuan kedepan, Sergai akan terus menggali potensi wisata sejarahnya, sebab, beberapa waktu lalu sudah diresmikan galeri untuk menyimpan artefak kuno, hal itu pun dirunut lantaran ditemukan makam yang panjangnya tujuh meter di kecamatan Serba Jadi. Itu pula yang menjadi motivasi penggerak untuk terus menemukan peninggalan sejarah kuno lainnya.

“Bali bisa maju pariwisatanya karena budayanya, maka peran dari budaya itu harut erat dalam kemajuan industry pariwisata, contohnya saja banyak turis yang datang dari belahan dunia, mereka tetap menghormati adat yang berlaku di sana,” tandasnya.

Pemerintah Sergai tidak hanya fokus pada tempat pariwisata, tetapi saat ini sedang dalam rancangan untuk lebih mengekspos tempat-tempat yang dianggap memiliki nilai historis yang menarik untuk dikunjungi, yang nantinya akan diperkenalkan oleh pihak Kadis Pariwisata di tahun 2018. (***)