Mengingat pertumbuhan otak bayi sangat cepat di tahun pertamanya, otak tumbuh sekitar 75 persen dari ukuran dewasa, pertumbuhannya bisa tertunda yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan otak dan sistem saraf. Protease inhibitor pada kedelai juga jadi masalah, karena sangat menghambat pencernaan protein. Potensi bahaya pada pankreas menjadi risiko berikutnya.
Efek Samping Pada Ibu Hamil
Bukan hanya bagi janin di dalam kandungan, ibu hamil yang sedang mengkonsumsi susu kedelai pun bisa mengalami efek samping yang perlu diperhatikan juga.
- Menghalangi penyerapan mineral
Susu kedelai mengandung asam fitat yang bermanfaat sekaligus berbahaya bagi wanita hamil. Di satu sisi, asam fitat bisa mengurangi penyerapan beberapa logam berbahaya. Namun di sisi lain, asam fitat juga menghalangi penyerapan mineral esensial seperti kalsium, zat besi, dan zync yang dibutuhkan ibu hamil.
“Ini sangat bagus. Tetapi, di saat yang sama juga dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti niasin, kalsium, magnesium, besi dan seng, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin,” kata Brandon Horn, Ph.D., JD, L.Ac., profesor kedokteran reproduksi di Universitas Pengobatan Tradisional Cina Yo-San, Los Angeles.”
- Alergi
Susu kedelai bakal menimbulkan dampak yang berbeda pada setiap wanita. Beberapa wanita hamil bakal merasakan reaksi alergi akibat susu kedelai lewat ruam, muntah-muntah, dan peradangan.
- Migrain dan Masalah Reproduksi
Kandungan Isoflavon pada kedelai yang berlebih juga dapat menimbulkan migrain yang berkepanjangan pada ibu hamil. Sementara kandungan phytoestrogen memiliki struktur yang mirip dengan estrogen dan cenderung melekat pada reseptor estrogen di beberapa bagian tubuh. Hal ini dapat menurunkan atau meningkatkan efek estrogen pada tubuh. Paparan terhadap phytoestrogen selama kehamilan menyebabkan komplikasi jangka panjang dalam reproduksi.
- Residu pestisida
Meski kedelai untuk Ibu hamil bisa jadi tidak dimodifikasi secara genetik, kebanyakan tanaman ini ditanam di lahan konvensional yang memakai glifosat untuk mengontrol hama sebelum dipanen. Bila mengira menggunakan kedelai organik akan jadi solusi, sebaiknya jangan terlalu yakin dengan hal ini.
Sebuah penelitian pada kedelai yang ditanam secara organik ditemukan risiko bahaya glifosat. Meski bisa diasumsikan kedelai organik memiliki lebih sedikit residu glifosat dibanding kedelai konvensional karena petani organik tidak menggunakan pestisida, tapi ini tidak jadi jaminan 100 persen. Bila lahan organik berdekatan dengan lahan konvensional, pestisida bisa berpindah melalui angin ke area terdekat dan mencemari hasil panen organik.
- Tingkat aluminium yang tinggi
Produk kedelai mengandung tingkat aluminium yang tinggi, ini diyakini berasal dari tangki aluminium saat kedelai dicuci atau diproses atau dari tambahan mineral aluminium klorida. Kebanyakan tahu komersil, misalnya, menggunakan box aluminium, menggantikan kotak kayu konvensional, yang meresap aluminium di produk akhirnya.
Aluminium bisa terkumpul di otak dan terkait dengan masalah saraf. Paparan aluminium selama hamil memiliki potensi bahaya neurotoksin pada otak janin yang sedang berkembang di rahim. Sebaiknya hindari paparan aluminium sebisa mungkin selama hamil.
Jadi, apakah susu kedelai aman dikonsumsi selama kehamilan? Tulisan di atas barangkali sudah bisa membantu Anda membuat keputusan sendiri. Apalagi masa kehamilan adalah masa istimewa dan sensitif, sebaiknya hindari makanan-makanan yang memiliki efek-efek samping yang merugikan kesehatan. Toh, Anda punya segudang pilihan lainnya!
Penulis : Annette Thresia Ginting
Berbagai sumber



