Mengenal Ibu Soed, Musisi Lagu Yang Hidup Pada Tiga Zaman

264

Masih ingatkah anda dengan Ibu Soed? Salah seorang musisi atau pecipta lagu anak anak dan lagu nasional yang cukup populer pada masanya?

Ibu Soed atau Saridjah Niung merupakan sosok dibalik terciptanya beragam lagu anak-anak dan lagu nasional. Mulai dari lagu burung kutilang, kupu-kupu yang lucu, becak, naik delman, tanah airku, bendera merah putih hingga yang lainnya. Lagu-lagunya cukup terkenal di kala itu bahkan hingga kini masih terus diperdengarkan.

Semasa hidupnya, Ibu Soed telah membuat lebih dari 400 judul lagu. Beliau juga dikenal sebagai musisi tiga zaman yang cukup melegenda lantaran berada pada masa penjajahan Belanda, Jepang dan kemerdekaan Indonesia.

Kariernya dalam bidang musik bahkan sudah dimulai jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Adapun Karyanya pertama kali disiarkan dari radio NIROM Jakarta, pada periode 1927-1928. Ibu Soed adalah salah satu sosok pencipta lagu anak-anak dan lagu nasional yang patut diacungi jempol. Ia menghabiskan waktunya untuk berkarya agar kelak setiap generasi bangsa Indonesia dapat menikmati karya-karya tersebut.

Profil Dan Profesi Ibu Soed

Ibu Soed atau yang dikenal dengan Saridjah Niung lahir di Sukabumi, Jawa Barat, pada 26 Maret 1908. Beliau merupakan putri bungsu dari 12 orang bersaudara. Ayah kandungnya bernama Mohamad Niung, seorang pelaut asal Bugis yang menetap cukup lama di Sukabumi, kemudian menjadi pengawal Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer.

Baca Juga:  Ini 6 Investor Terkaya di Indonesia, Pemula harus tahu!

Dikutip dari buku “Sarijah Bintang Sudibyo” karya Sumardi, Kramer merupakan seorang keturunan Indonesia-Belanda. Ia merupakan pensiunan Wakil Ketua Hoogerechtshof (Kejaksaan Tinggi) di Jakarta pada masa itu. Tak lama kemudian, Kramer pun mengangkat Saridjah sebagai anak.

Kemahiran Saridjah di bidang musik, terutama bermain biola, sebagian besar dipelajari dari sang ayah angkatnya.  Selepas mempelajari seni musik dan belajar cara memainkan Biola, Ibu Soed lalu melanjutkan pendidikannya di Hoogere Kweek School  tepatnya di Bandung untuk memperdalam ilmunya dibidang seni suara dan musik. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ibu Soed lalu mengajar di Hollandsch Inlandsche School. Dari mengajar inilah Ibu Soed mulai mengarang  lagu-lagu.

Pada 1927, Ibu Soed menikah dengan Raden Bintang Soedibjo. Berawal dari nama Soedibjo yang diambil dari nama suaminya inilah, ia kemudian lebih dikenal dengan sebutan Ibu Soed.  Sembari mengajar, Ibu Soed mulai mengubah dan menciptakan lagu yang bercerita tentang keadaan negerinya kala itu. Lagu pertama yang Beliau ciptakan pada tahun 1927, Namun sayangnya, lagu itu luput dari ingatan masyarakat.

Pada tahun 1928, Lagu ciptaan Ibu Soed untuk pertama kalinya mengudara dan disiaran anak Vereniging Voor Oosterse Radio Omroep radio milik pemerintah kolonial Hindia Belanda.