Story of Kale: When Someone’s in Love, Film Perdana Indonesia Yang Tercipta dan Lahir di Tengah Pandemi

74

Medan, Kovermagz – Bioskop Online menyelenggarakan Online Press Conference yang dihadiri oleh lebih dari 80 media di seluruh nusantara, untuk mengangkat film konten orisinil pertamanya: Story of Kale: When Someone’s in Love yang akan tayang mulai dari 23 Oktober 2020 di www.bioskoponline.com, dengan harga tiket hanya Rp.10.000,- 

Buat penggemar film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) yang diangkat dari novel karya Marchella FP, yang dirilis pada awal tahun 2020, tentu Story of Kale: When Someone’s in Love yang adalah lanjutan film ini, sangat dinanti-nantikan dan diharapkan dapat menandingi kesuksesan film NKCTHI.

Film hasil kolaborasi Bioskop Online dan Visinema Konten Indonesia ini, mengangkat karakter Kale yang diperankan oleh Ardhito Pramono sebagai tokoh utamanya. “Karakter Kale kali ini memang jauh lebih firm, lebih dewasa dibandingkan dengan karakternya di NKCTHI. Film ini menunjukkan bahwa Kale mempunyai insecurities, perasaan bersalah dan menemukan cinta sejati,” ujar Ardhito.

Ajeng Prameswari, selaku President Digital Business Visinema Group mengaku bahwa dari riset dan diskusi, karakter Kale adalah yang paling pas untuk diangkat saat ini untuk memberikan jawaban atas begitu banyak pertanyaan dari penonton NKCTHI.

Marchella FP sendiri kembali mempercayakan sutradara Angga Dwimas Sasongko untuk menghidupkan karakter Kale dan karakter-karakter lainnya, berkolaborasi dengan penulis skenario Irfan Ramli (yang biasa dipanggil bung Ipang) Head of Content Development Visinema / Skriptura. “Kisah cintanya sangat manis, sekalipun ini drama percintaan, namun penyampaiannya tidak berlebihan. Pas aja. Manis. Film pendek Indonesia yang terbaik yang pernah aku tonton!” ujar Marchella. 

Hadir juga dalam Online Press Conference, Sonny Laksamana selaku Produser film ini dan beberapa casts lain, yakni: Aurelie Moeremans (pemeran Dinda), Arya Saloka (pemeran Argo), dan seluruh personil Band Arah: Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan dan Hanum Azizah. Ardhito sendiri menulis dua buah lagu hanya berdasarkan sinopsis spin-off film NKCTHI ini, yakni “I Just Couldn’t Save You Tonight” yang justru menjadi inspirasi sang sutradara untuk membayangkan akhir film Story of Kale.

Dua lagu lagi dari Ardhito: “Sudah” dan “ I Can’t Stop Loving You” turut memperindah film ini. Band Arah juga pada akhirnya menyumbangkan dua lagu sebagai soundtrack untuk film ini: “I Want to Rock and Roll” dan “Awal dan Akhir”.  Aurelie sendiri mengaku memiliki kesamaan kisah dengan Dinda yang diperankannya, yang membantunya untuk mendalami karakter Dinda. “Menurut aku film ini memiliki pesan yang penting, agar bisa mengenali hubungan yang toxic dan kapan harus keluar dari itu,” ujar Aurelie. 

Sonny mengaku produksi film ini memiliki tantangan-tantangan unik karena mulai dari naskah ditulis, shooting sampai film dirilis, semuanya dilakukan dalam masa pandemi melanda. Efisiensi sangat dibutuhkan, protokol kesehatan diutamakan.”Semua selama produksi di-test dari awal dan tidak boleh ada yang pulang,” kata Sonny. 

Bahagia tidak hadir dari ruang hampa, tapi diciptakan bersama-sama dan diperjuangkan sekuat tenaga. Kebersamaan yang baru sebentar adalah titik Kale dan Dinda memulai perjalanan cinta mereka, dan musik adalah cermin yang memantulkan cinta, ambisi dan ekspektasi keduanya,” (seperti yang tertulis di akun ig Visinema). 

Penulis: Elsa Malona

Baca Juga:  Resmi Tayang 4 Desember di Indonesia, Ini Sinopsis Singkat Film Disney: Mulan