Setelah Vaksin, Apa Masih Perlu PCR ?

 

Menurut dr.Tirta dalam cuitannya

“Gini lho. Swab pcr kan tujuannya tracing dan test. Jadi misal ada 1 bergejala, 30 orng sekitarnya itu di pcr untuk tracing.

Nah untuk perjalanan jauh, jika sudah vaksin 2x cukup screening memakai swab antigen Tapi maksimalkan prokes selama perjalanan, untuk pencegahan penularan”.

Pemberian vaksin tidak dapat menyebabkan seseorang mengalami infeksi COVID-19. Dengan demikian, hasil tes PCR tidak menjadi positif karena vaksin tersebut. Jadi mari kita tarik kesimpulan dimana vaksinasi juga sebenarnya tidak menjamin apakah seseorang bebas dari virus atau tidak tetapi setidaknya anda sudah memiliki antibodi yang lebih kebal jika terpapar dan tidak akan mengalami gejala yang parah dibandingkan sebelum melakukan vaksinasi. Solusi tes antigen saja sebenarnya sudah cukup kuat mengindentifikasi virus yang ada di dalam tubuh jika anda sudah melakukan vaksinasi.  Terutama dalam perjalanan di pesawat, pesawat merupakan kendaraan yang paling aman dalam penyebaran virus lantaran terdapat peraturan yang ketat terkait penggunaan masker. Selain itu pesawat juga dilengkapidengan sistem penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Air).

Pertukaran udara yang sering dan filter HEPA di pesawat menghilangkan lebih dari 99 persen pertikel yang mengandung Covid-19 di udara.

Studi lainnya yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan (DOD) menggunakan boneka yang memakai masker wajah di pesawat United Airlines yang kosong dan mensimulasikan orang yang terinfeksi batuk. Partikel virus dengan cepat disaring melalui sistem ventilasi, dan penelitian menemukan bahwa risiko penularan ke selebaran lain sangat rendah.
Adapun IATA (International Air Trasnport Association) mengatakan bahwa risiko penularan Covid 19 di dalam kabin pesawat terbang lebih rendah dibanding dengan ruang di pusat perbelanjaan atau shopping center dan Ruang Perkantoran. Demikian pula ICAO (International Civil Aviation Organization) menjelaskan bahwa tingkat risiko penularan Covid-19 di dalam kabin pesawat sebagai extremely low, artinya sangat kecil kemungkinannya.

Baca Juga:  Sederet Sumber Mikroplastik di Rumah yang Jarang Disadari

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) juga menyatakan pendapatnya bahwa infeksi di kabin pesawat bisa saja terjadi antar penumpang yang duduk berdekatan karena batuk, bersin, dan sentuhan. Untuk itu tes antigen saja yang dilakukan sebelum keberangkatan cukup membuktikan apakah calon penumpang terpapar atau tidak jika anda sudah divaksinasi. Jika hasil tes antigen negatif meskipun penumpang mengalami batuk, bersin bahkan bersentuhan anda bisa mengantisipasinya cukup dengan protokol kesehatan yang ketat saja.

Penulis : Annette Thresia Ginting
Berbagai Sumber