Semarak Sumpah Pemuda di Jong Bataks Arts Festival

261

Penulis: Indriyana Octavia

Foto: Dok. RKI

Rumah Karya Indonesia kembali sukses menyelenggarakan Jong Bataks Arts Festival pada 25-27 Oktober 2019 di Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33 Medan. Kegiatan yang kali keenam digelar ini mengusung konsep “Teater Tradisional” sebagai wujud keragaman budaya dari setiap daerah di Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan seperti seni pertunjukan dari Ketoprak Dor, Teater Sasada Bahtera, Teater Harapan, Teater Lampu Production, Komunitas Tanda Tanya (Aceh), dan Teater Randai (Padang), penampilan sendratari dari Sanggar Jolo New, Sihuttur Dancer, dan Sanggar Sendratasik SMA PAB 4 Sampali. 

Selain itu ada pula musikalisasi puisi, pembacaan puisi berdialek, dan orasi kebudayaan yang dibawakan oleh Halimah Nainggolan, Katarsis, dan Melodi Kursi. Serta pemutaran film, salah satunya “Jandi La Surong” garapan Ori Semloko, sineas Sumatera Utara.

Jong Bataks Arts Festival yang lahir dari inspirasi Jong Batak Bond yang didirikan oleh Amir Syarifuddin dan Sanusi Pane pada tahun 1952 ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda dalam berkarya dan menjadikan seni tradisi sebagai salah satu industri ekonomi kreatif agar nantinya ekonomi para pelaku industri kreatif semakin meningkat. 

Ojax Manalu selaku Direktur Festival Jong Bataks Arts Festival menjelaskan bahwa kegiatan selama tiga hari ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2019 dengan mengenang Satu Jam Bersama Nahum Situmorang, maestro pencipta 120 judul lagu dan renungan sumpah pemuda yang diorasikan tokoh-tokoh Sumatera Utara.

Menurut Ojax, spirit nasionalisme kepemudaan perlu dipertemukan dalam satu ruang seperti Jong Bataks Arts Festival yang menginginkan semangat pemuda kembali menjadi jati diri bangsa. Jong Bataks Arts Festival melibatkan para pemuda yang mengaplikasikan kebudayaan tradisional. Tentunya kegiatan ini diharapkan juga dapat mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang tercipta sehingga seluruh kalangan bisa melebur dan bersatu. 

 

Baca Juga:  ALBUM "KOMPILASI SATU DEKADE MEDAN BLUES SOCIETY” IS OUT!!