Penuh Kebersamaan, Begini Semarak Ramadan Di Masjid India Muslim Medan

325

Penulis: Frengki Hermanto Marbun
Fotografer: Vicky Siregar

Kota Medan memiliki keberagaman etnik, suku dan agama. Walaupun banyak perbedaan, masyarakat bisa hidup berdampingan dan penuh damai. Etnik India merupakan salah satu etnik yang ada di Kota Medan dan menganut berbagai agama seperti Hindu, Buddha, Katolik, Kristen, dan Islam. Kehadiran etete India beragama Islam sebagian besar berasal dari India bagian selatan.

Etnik India masuk ke Medan pada tahun 1800-an. Mayoritas warga keturunan India yang ada di Medan bisa ditemukan di Kampung Madras atau yang dulunya dikenal dengan sebutan Kampung Keling. Karena mayoritas pemeluk agama di kota Medan adalah Islam maka perkembangan komunitas India muslim pun semakin pesat.
Kover berkesempatan mewawancarai Ketua dan Wakil Ketua Yayasan India Muslim Selatan atau The South Indian Moslem Mosque and Walfare Committee, Muhammad Sidik Saleh dan Muhammad Zein.

Muhammad Zein pun menceritakan awal tujuan kedatangan etnik India ke kota Medan. “Untuk sejarah India di kota Medan, awalnya ingin berdagang. Namun, lama kelamaan berubah dan akhirnya menetap di Medan. Bagi umat muslim itu sendiri, awal perkembangan muslim India terjadi pada tahun 1887, yaitu dengan didirikannya Masjid Jamik di Jalan Taruma, Kejaksaan. Masjid ini adalah masjid India pertama di kota Medan dan menjadi sejarah bagi muslim India itu sendiri,” ucapnya.

Dalam sejarahnya, asal usul masjid Jamik yang didirikan pada tahun 1887 ini merupakan hibah dari Kesultanan Deli yang memberikan tanahnya kepada warga India muslim untuk beribadah. Dulunya pada tahun 1800-an komunitas India Muslim sudah terbentuk, namun tak sebanyak saat ini.