Sejarah Baru Tercipta! Ini Rekor-Rekor Fantastis Sepanjang Piala Dunia 2026

Piala Dunia kali ini bukan sekadar turnamen empat tahunan biasa. Dengan format baru, jumlah peserta yang membengkak, dan drama tak terduga dari tim-tim kecil, Piala Dunia 2026 resmi mencatatkan diri sebagai edisi paling bersejarah sepanjang keberadaan turnamen ini. Dari rekor gol, penyelamatan kiper, hingga pencapaian individu para legenda, berikut rangkuman rekor-rekor fantastis yang sudah tercipta.

Turnamen Terbesar Sepanjang Sejarah FIFA

Untuk pertama kalinya, kompetisi diikuti 48 tim peserta yang bertanding dalam 104 pertandingan selama 39 hari di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Skala turnamen ini benar-benar tak tertandingi dibanding edisi-edisi sebelumnya. Bahkan dari sisi finansial, total hadiah naik 50 persen dibandingkan edisi Qatar 2022, menjadikan turnamen ini yang paling menggiurkan secara ekonomi dalam sejarah sepak bola dunia.

Rekor jumlah peserta juga membawa fakta menarik lain. Sebanyak 1.248 pemain dari 48 negara terdaftar resmi di FIFA untuk ambil bagian dalam turnamen ini, dan yang mengejutkan, 891 di antaranya adalah wajah baru yang menginjak panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya. Format 48 tim juga memberi kesempatan bagi negara-negara yang sebelumnya tak pernah merasakan panggung ini, yaitu Curaçao, Tanjung Verde, Uzbekistan, dan Yordania.

Rekor Gol Terbanyak dalam Sejarah

Soal produktivitas gol, edisi ini juga memecahkan rekor. Keterangan resmi FIFA mencatat ada total 215 gol yang tercipta di fase grup Piala Dunia 2026, jauh melampaui torehan Piala Dunia sebelumnya. Sebagai perbandingan, jumlah gol fase grup edisi 2022 di Qatar hanya 172 gol. Menariknya, dari 48 negara yang berlaga, sebanyak 47 tim berhasil mencetak gol, dan hanya Panama yang gagal membobol gawang lawan sepanjang fase grup.

Cape Verde, Tim Debutan yang Mencuri Panggung

Kalau ada satu tim yang paling banyak dibicarakan soal rekor, jawabannya adalah Tanjung Verde alias Cape Verde. Negara mungil berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa ini mencatat dua rekor bersejarah sekaligus: menjadi tim pertama sejak 1966 yang mencetak gol debut Piala Dunia melalui tendangan bebas langsung saat bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, dan hanya melakukan satu pelanggaran saat bermain imbang tanpa gol melawan Spanyol, jumlah pelanggaran paling sedikit yang pernah dilakukan sebuah tim dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Kiper-Kiper yang Bikin Dunia Terkesima

Dua nama kiper juga masuk buku rekor turnamen ini. Kiper Curaçao, Eloy Room, melakukan 15 kali penyelamatan saat timnya berhasil menahan imbang Ekuador tanpa gol, jumlah tersebut menjadi rekor penyelamatan terbanyak dalam sejarah untuk seorang kiper dalam satu pertandingan Piala Dunia tanpa babak perpanjangan waktu. Padahal di level klub, kiper ini bermain di kasta kedua liga Amerika Serikat.

Sementara itu, kiper legendaris Cape Verde, Vozinha, juga mencetak sejarah personalnya sendiri. Pada usianya yang sudah 40 tahun, ia resmi menjadi penjaga gawang tertua yang berhasil menjaga gawangnya tetap bersih pada laga debut Piala Dunia, sekaligus meraih lebih dari 15 juta pengikut baru di Instagram berkat performa ikoniknya.

Belanda dan Mesir Torehkan Sejarah Berbeda

Belanda mencatatkan rekor konsistensi yang luar biasa. Kemenangan 5-1 atas Swedia membuat De Oranje mencatat sembilan kemenangan dan lima hasil imbang secara beruntun, melampaui rekor tak terkalahkan 13 pertandingan yang sebelumnya dipegang Brasil era Pele.

Di sisi lain, kisah mengharukan datang dari Mesir. Setelah menunggu selama 92 tahun sejak debut mereka pada 1934, Mesir akhirnya meraih kemenangan pertama di ajang Piala Dunia, sebuah penantian panjang yang akhirnya terbayar lunas.

Aksi Individu yang Tak Kalah Fantastis

Deretan bintang senior juga tak mau ketinggalan menorehkan sejarah pribadi. Kapten Argentina, Lionel Messi, pada usia 38 tahun 357 hari memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang legenda Kamerun, Roger Milla, sebagai pencetak gol tertua dalam satu pertandingan. Sementara itu, Cristiano Ronaldo turut mengukir sejarah bersama Portugal usai mencetak gol yang membuatnya resmi menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang Piala Dunia, melewati rekor legenda Eusébio.

Tak hanya soal usia dan gol, penyerang Spanyol Mikel Oyarzabal juga mencuri perhatian usai mencetak dua gol dan satu assist hanya dalam 25 menit pertama pertandingan melawan Arab Saudi, menjadikannya salah satu pemain tercepat dalam sejarah turnamen yang mampu terlibat langsung dalam tiga gol di awal laga.

Kanada dan Maroko Buktikan Kekuatan Baru

Tuan rumah Kanada turut mencatatkan sejarah saat menghancurkan Qatar. Mereka menjadi tim pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang sukses mencetak lima gol atau lebih dalam sebuah laga Piala Dunia. Sementara itu, Maroko menunjukkan dominasi permainan berbeda saat mengalahkan Skotlandia dengan mencatatkan 601 operan sukses, jumlah operan terbanyak oleh tim Afrika dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966.

Rekor Ini Masih Bisa Bertambah

Yang menarik, sebagian besar rekor di atas tercipta bahkan sebelum turnamen memasuki babak-babak krusial. Sejumlah analis menilai peluang munculnya rekor-rekor baru masih terbuka lebar mengingat turnamen masih berlangsung dan banyak tim unggulan belum menyelesaikan seluruh laga fase gugur. Artinya, sejarah Piala Dunia 2026 kemungkinan besar belum selesai ditulis.

Dari negara kecil yang mengukir kejutan besar hingga legenda-legenda yang membuktikan mereka masih relevan di usia senja karier, Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa sepak bola selalu punya cara untuk menghadirkan cerita baru setiap edisinya.