
Jerawat sudah menjadi musuh bagi bagi banyak orang. Pasalnya, kemunculan jerawat menimbulkan ketidakpercayaan diri pada seseorang. Kalau kamu bertanya-tanya kenapa jerawat sulit hilang padahal sudah coba berbagai cara wajib tahu bahwa itu disebabkan oleh berbagai hal.
Berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam tubuh maupun dari lingkungan eksternal, dapat berkontribusi pada munculnya jerawat yang persisten ini. Memahami secara mendalam apa saja penyebab-penyebab mendasar di balik jerawat yang tak kunjung hilang untuk menemukan solusi yang paling efektif.
Berikut Kovermagz rangkum lima penyebab jerawat tak kunjung hilang yang sering terabaikan. Keep scrolling!
Perubahan Hormon
Hormon akan mengalami perubahan dalam tubuh, salah satunya saat pubertas. Stres, siklus haid, kehamilan, bahkan pola tidur buruk juga bisa mengganggu keseimbangan hormon androgen, pemicu utama produksi minyak. Kondisi medis tertentu seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau konsumsi obat/kosmetik berbasis hormon pun membuat hormon makin tidak stabil.
- Remaja: Fase pubertas identik dengan lonjakan hormon androgen. Wajar untuk jerawat sering muncul di dahi, hidung, atau dagu.
- Wanita Dewasa: Menstruasi, kehamilan, pasca persalinan, hingga menopause memicu siklus naik-turun kadar hormon yang berujung outbreak jerawat periodik.
- Stres: Kortisol, hormon stres, mendorong tubuh menghasilkan lebih banyak minya. Semakin stress, makin besar peluang breakout.
Memahami hubungan hormon dan jerawat penting agar kamu tahu kapan harus melakukan pencegahan lebih awal. Hal yang dapat dilakukan seperti perbanyak hidrasi, kontrol stres, serta memilih produk skincare yang mendukung keseimbangan kulit, terutama menjelang menstruasi.
Tidak Mengubah Pola Makan
Makan yang kamu konsumsi bisa berpengaruh ke kondisi jerawat dan jadi penyebab kenapa jerawat susah hilang. Soalnya, pola makan punya pengaruh besar terhadap hormon-hormon di tubuhmu, lalu membuat kondisi jerawatmu jadi memburuk.
Makanan yang disarankan untuk dihindari adalah yang tinggi gula karena gula dapat memicu peradangan di kulit. Jenis makanan lain yang sebaiknya dihindari adalah produk-produk turunan susu seperti keju dan yoghurt. Kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang agar kebutuhan nutrisimu tercukupi.
Terlalu Sering Mencuci Muka atau Menggosok Kulit
Mencuci muka beberapa kali sehari dapat lebih mengiritasi kulit Anda, menyebabkan lebih banyak jerawat. Menggosok kulit terlalu keras atau menggunakan pembersih yang keras dapat menghilangkan minyak alami dan memperburuk jerawat..
Memakai Produk Make Up yang Kurang Tepat
Saat memakai produk make up yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah, mengandung bahan-bahan yang comedogenic, atau bahan-bahan yang dapat memicu iritasi, maka kamu seperti mengundang jerawat untuk terus muncul di wajah dan seperti susah sembuh. Kamu mungkin jadi berpikir kalau muka rusak akibat make up, padahal hanya salah memilih produk make up. Memilih produk yang sesuai jenis kulit, formulanya ringan, bersifat comedogenic dan hypo-allergenic, akan membantu jerawatmu lebih cepat sembuh.
Tidak Menjaga Kebersihan Barang-BarangĀ
Mungkin kamu nggak sadar kalau banyak barang yang bersentuhan dengan wajahmu sehari-hari, mulai dari spon dan kuas make up, sarung bantal, layar ponsel, masker, sisi bagian dalam helm, bahkan jari-jari tanganmu.
Kotoran dan bakteri yang terdapat di barang-barang ini dengan sekejap bisa berpindah ke wajahmu. Selain jadi penyebab jerawat di muka, ini juga alasan kenapa jerawat susah hilang. Karena itu, pastikan semua barang yang bersentuhan dengan kulit wajahmu dalam kondisi bersih


